Indonesia's Official Tourism Website

Topic: Taman Satwa Taru Jurug  (Read 283 times)
Rate Topic:

Offline maryadi901

  • Day Tripper
  • *
  • Posts: 15
  • Mileage 0
    • View Profile
Taman Satwa Taru Jurug
« on: January 20, 2015, 03:46:11 PM »

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) merupakan salah satu ikon wisata paling populer di kota Solo/Surakarta. TSTJ lazim juga dikenal dengan sebutan Taman Jurug, Kebun Binatang Jurug, atau Jurug saja. Dengan ketiga nama itu semua orang Solo sudah bisa memastikan bahwa yang sedang anda cari adalah kebun yang mengoleksi binatang di kota Solo.
Kota Solo memang  berukuran kecil dibanding kotamadya lain di jawa Tengah namun auranya tidak kalah dengan kota-kota besar di Indonesia. Hal ini tidak lain karena Solo memiliki sejarah masa lalu dan masih terasa pengaruhnya hingga kini. Dan hal ini dikarenakan adanya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kerajaan ini memiliki sejarah panjang dan merupakan pecahan dari Kerajaan Mataram Islam.



Taman Jurug letaknya sangat strategis baik dari Kota Solo maupun dari kota-kota di sekitarnya seperti Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Kebun Binatang Solo dulunya bertempat di Sriwedari tepat di tengah Kota Solo. Seperti kebun binatang Bandung yang berada di Bandung Tengah. Dengan alasan penataan kota, Sriwedari diubah menjadi Taman Hiburan Rakyat (THR) dengan berbagai macam koleksi mainan seperti di Dunia Fantasi Ancol. Kebun Binatang Jurug lokasinya persis di pinggir jalan utama antar kota antar propinsi yang menghubungkan Solo dengan Karanganyar, juga bersebelahan dengan Sungai Bengawan Solo yang legendaris. Sehingga praktis, masyarakat dari manapun bisa singgah ke Taman Jurug. Taman Jurug terletak di Jalan Ir. Soetami bersebelahan dengan kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).



Taman Jurug Solo menyimpan berbagai koleksi binatang relatif lengkap sehingga cocok sebagai sarana pengenalan binatang kepada anak. Dan tidak mengherankan jika TSTJ menjadi obyek wisata favorit keluarga masyarakat Solo Raya. Koleksi binatang antara lain merak hijau, macan tutul, harimau sumatera, ular, komodo, iguana, kuda, landak, burung dan berbagai macam unggas lainnya, beruang, kera, zebra, unta, buaya, merak, kijang, gajah, siamang, dan berbagai fauna lainnya. Gajah tertua yang bernama Kyai Rebo di Jurug telah mati dan kini telah diawetkan dan dipajang di galeri koleksi binatang Taman Jurug persis setelah pintu masuk.

Selain fauna, Taman Jurug juga mengoleksi berbagai tumbuhan seperti pohon cemara, pinus, munggur  (trembesi),flamboyan, akasia, dan pohon-pohon besar lainnya. Pohon-pohon yang tinggi dan rindang ini cukup membuat suasana sejuk seperti di hutan habitat asli binatang-binatang itu.

Fasilitas lain di Taman Jurug

Sebagai tempat rekreasi keluarga, TSTJ dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memanjakan pengunjung seperti masjid, arena bermain anak, kereta mini untuk mengelilingi Taman Jurug, dan menunggang gajah. Pada waktu tertentu, anda bisa menyaksikan atraksi reog/jaran dor, penampilan sejenis debus di Banten. Selain sebagai Kebun Binatang, Jurug juga menjadi Taman Budaya Surakarta.
Beberapa koleksi benda bersejarah atau acara kebudayaan juga dipusatkan di Taman Jurug. Untuk menghormati Gesang sang maestro pencipta lagu Bengawan Solo, dibuatlah patung Gesang beserta sanggar seninya. Setiap hari Ahad atau libur nasional anda bia menikmati lantunan lagu-lagu keroncong jawa. Konon kabarnya, Gesang memperoleh inspirasi lagu Bengawan Solo ketika sedang berada di taman ini. Tradisi yang masih rutin digelar dengan waktu pasti adalah syawalan di Taman jurug.

Untuk menguji nyali anda di perairan, terdapat perahu bebek di dekat pintu masuk. Terdapat kolam besar bersebelahan dengan kandang komodo yang digunakan untuk naik perahu bebek. Kolam ini langsung tersambung ke Bengawan Solo. Wahana baru yang layak dicoba adalah perahu motor di Bengawan Solo. Dengan melaut di Bengawan Solo, anda bisa menikmati rindangnya pepohonan di sekitar Taman Jurug dan tebing-tebingnya yang menawan.



Syawalan adalah tradisi jawa yang berkaitan dengan Bakda Kupat. Tradisi ini sebaai kelanjutan dari pelaksanaan puasa Ramadhan. Di bulan Syawal, setiap orang Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah selama enam hari dari tanggal dua hingga tujuh syawal. Dan di hari kedelapan itulah, masyarakat Jawa khususnya Solo merayakan hari raya/lebaran kedua yang disebut dengan Bakdo Kupat. Dalam bahasa Indonesia berarti Lebaran ketupat. Tradisi Syawalan ini selalu dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal setiap tahunnya dengan mengarak Joko Tingkir sepanjang Sungai Bengawan Solo dengan mengendarai buaya, wah keren khan. Joko Tingkir sendiri merupakan tokoh dalam sejarah kerajaan Kartasura. Joko Tingkir yang bergelar Senopati ing Ngalogo dikhabarkan menyusuri kota Solo dengan mengendarai buaya. Untuk mengingat sejarah inilah, pemerintah kota Solo selalu menghadirkan sosok Joko Tingkir di Bengawan Solo. Joko Tingkir sendiri diperankan oleh orang yang berbeda tiap tahun, bisa berasal dari kalangan artis atau kalangan keluarga kraton Surakarta.

Harga tiket di Taman Jurug

Beberapa fasilitas di Taman Jurug dikenakan tarif operasional, diantaranya adalah sebagai berikut:

   
  • Tiket masuk (HTM): Rp 6.000,- hari biasa dan Rp 7.000,- hari libur
        Kereta Mini: Rp 3.000,- satu kali putaran
        Menunggang Gajah: Rp 7.000,- sekali putaran
        Menunggag Kuda: Rp 7.000,- sekali putaran

Taman Jurug buka dari jam 07.00-17.00 untuk melayani pengunjung.

Setelah mengunjungi Taman Jurug, anda bisa memuaskan berekreasi ke Taman Agrowisata Sondokoro yang hanya beberapa kilometer saja dari Taman Jurug. Dan anda bisa memilih berbagai hotel untuk menghabiskan liburan di tempat wisata Kota Solo selain di Taman Jurug ini.