Indonesia's Official Tourism Website

Topic: BAMBOO RAFTING - LOKSADO  (Read 196 times)
Rate Topic:

Offline Purnama_tours

  • Day Tripper
  • *
  • Posts: 30
  • Mileage 0
  • Purnama Tours & Travel
    • View Profile
BAMBOO RAFTING - LOKSADO
« on: September 04, 2013, 04:23:37 AM »
Aktivitas wisata balanting paring atau bamboo rafting, bermula dari tradisi petani bambu di Loksado. Mereka biasa menjual bambu ke kota Kandangan dengan cara mengikatnya dalam bentuk rakit lalu dihanyutkan di Sungai Amandit. Satu rakit biasanya terdiri atas 50-70 batang bambu yang disusun bertumpuk. Tak jarang mereka membawa hasil bumi lainnya seperti kulit kayu manis, karet, atau durian. Mereka berangkat berkelompok dan memilih saat air tidak surut.

Tentu saja waktu tempuh Loksado-Kandangan lebih lama. Kalau lewat darat, perjalanan hanya memakan waktu sekitar dua jam, perjalanan mengarungi sungai membutuhkan waktu dua hari dua malam. Tak heran mereka pun menginap di jalan, di kampung-kampung terdekat di tepi sungai.

Seiring pertumbuhan fasilitas wisata seperti hotel, cottage, restoran, dan lapangan tenis di Loksado, jumlah wisatawan kian meningkat. Balanting paring pun lantas diminati sebagai salah satu atraksi wisata. Para petani atau pedagang bambu yang terlatih itu pun memiliki ”tambahan” profesi. Mereka ramai-ramai menjadi joki, dan bahkan menghimpun diri dalam sebuah organisasi resmi: Persatuan Joki Lanting.

Untuk rute pendek (Loksado-Tanuhi), waktu tempuh 2,5 jam; rute sedang (Loksado-Muara Hatip), 3 jam waktu tempuh; dan sistem borongan untuk rute panjang Loksado-Kandangan, dua hari dua malam.
Namun rute panjang secara resmi hanya ada sekali setahun, yakni bulan Desember saat debit Sungai Amandit meningkat drastis. Secara kebetulan, Desember juga peringatan hari jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Maka jadilah Dinas Pariwisata dan Budaya daerah ini menyelenggarakan event Festival Lanting. Lebih 50 lanting hias akan bertolak dari Loksado ke Kandangan, sambil mengarak pengantin balanting yang diiringi musik tradisional sepanjang sungai.

Acara utama festival tersebut adalah lomba balanting paring. Biasanya, ada tiga hal yang menjadi penilaian dalam lomba yang sangat menantang naluri petualangan seseorang. Yakni, bagaimana kemampuan peserta dalam menaklukkan derasnya jeram dari Loksado sampai ke Kota Kandangan, bagaimana kekompakan peserta dalam mengarungi jeram, dan bagaimana cara peserta menjaga lanting alias rakit mereka yang dihias hingga sampai garis finish yang ditentukan. Seru sekali.

Selain itu, mungkin karena kekhasannya, masyarakat Dayak di Loksado memiliki sebuah tarian bernama Balanting Paring yang terinspirasi dari aktivitas menghela bambu di sungai. Tarian itu biasanya dibawakan pada perayaan-perayaan masyarakat setempat. Yang pasti, tak keliru jika keelokan Loksado masuk daftar kunjungan Anda.
  • @purnama_tours
Purnama Tours & Travel
Hp. 0811505719, 0811513004
Email : sigit@purnamatours-borneo.com
PIN. 25A17025
www.purnamatours-borneo.com