Indonesia's Official Tourism Website

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Purnama_tours

Pages: 1 [2]
16
South Kalimantan / PANTAI TELUK TAMIANG
« on: September 06, 2013, 05:06:42 AM »
Teluk Tamiang berada di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Salah satu keindahan alam yang menarik adalah gugusan terumbu karang didaerah Teluk Tamiyang yang berada di dalam kawasan Kecamatan Pulau Laut Barat. Keaslian terumbu karang yang belum tersentuh ini semakin menarik karena kejernihan air laut di daerah tersebut. Kawasan ini dapat ditempuh dengan pesawat dari Banjarmasin – Kotabaru, kemudian dilanjutkan perjalanan darat dan juga menggunakan kapal motor kecil yang kesemuanya mempunyai jarak lebih kurang sekitar 4 Km dari Ibu Kota Kabupaten Kotabaru. Dan merupakan tempat yang lengkap sebagai tujuan wisata, dari terumbu karang yang beragam, lanscape yang unik, kehidupan nelayan, budidaya ikan kerapu, rumput laut dan kerang mutiara, dll.

Potensi alam yang demikian indah ini dianggap sebagian banyak orang tak kalah bagusnya dengan terumbu karang di kawasan wisata Taman Laut Bunaken yang berada didaerah Sulawesi Utara.

17
East Kalimantan / BUKIT BENGKIRAI
« on: September 04, 2013, 06:34:31 AM »
Bukit Bangkirai adalah kawasan wisata alam yang dikelola PT. Inhutani I Unit I Balikpapan. Kawasan wisata ini terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bukit Bangkirai dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 1,5 jam dari Kota Balikpapan.

Wisata ini menawarkan pesona hutan hujan tropis yang masih alami, yang dilengkatp dengan sarana dan prasarana wisata seperti restoran, lamin untuk pertemuan, kolam renang, serta cottage maupun jungle cabin. Di kawasan ini terdapat canopy bridge (jembatan tajuk) sepanjang 64 m yang digantung menghubungkan 5 pohon Bangkirai di ketinggian 30 m.
 
Jembatan tajuk ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan yang kedelapan di dunia. Konstruksinya dibuat di Amerika Serikat. sejarah singkatnya, peneliti asal Amerika serikat telah melakukan survey likasi dan pohon serta lingkungan maka dilakukan pembangunan tahap pertama pada januari 1998 dan tahap kedua selesai pada februari 1998 dimana jembatan ini diselesaikan kurang lebih 1 bulan. yang dikerjakan oleh kontraktor Amerika yang tergabung dalam CCA (Canopy Constraction Asosiated) sebanyak enam orang pelaksana lapangan dengan dibantu tenaga lokal sebanyak tiga orang. Selain kayu dalam konstruksinya digunakan pula baja tahan karat atau Galvanized dari Amerika. Umur jembatan tajuk ini dari selesainya diperkirakan dapat mampu bertahan selama 15-20 tahun sesuai dengan umur dan ketahanan bahan. Jika ingin berpergian ke Canopy bridge ini anda akan melalui jalan setapak dengan memasuki hutan lebat dimana terdapat pohon-pohon rindang.

18
Central Kalimantan / TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING
« on: September 04, 2013, 06:23:01 AM »
Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah.
Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa dengan luas total 305.000 ha yang ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 13 Juni 1936. Selanjutnya pada tanggal 12 Mei 1984 oleh Menteri Kehutanan, Tanjung Puting ditetapkan sebagai Taman Nasional luasnya menjadi 415.040 ha.

Secara geografis terletak antara 2°35'-3°20' LS dan 111°50'-112°15' BT meliputi wilayah kecamatan Kumai di Kotawaringin Barat dan di kecamatan Hanau serta Seruyan Hilir di Kabupaten Seruyan.

Taman Nasional Tanjung Puting di kelola oleh Balai Taman Nasional Tanjung Puting, sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan (Info Lebih Lanjut klik Situs Resmi Balai Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting awalnya adalah Suaka Margasatwa Tanjung Puting yang ditetapkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada tahun 1936/1937 seluas 305.000 ha untuk perlindungan orang utan (Pongo pygmaeus) dan bekantan (Nasalis larvatus).

Kemudian, pada tahun 1984 kawasan tersebut ditetapkan sebagai Taman Nasional berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 096/Kpts-II/84 tanggal 12 Mei 1984.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam No. 45/kpts/IV-Sek/84 tanggal 11 Desember 1984 wilayah kerja Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan meliputi areal Suaka Margasatwa Tanjung Puting dengan luas kawasan 300.040 ha.
Pada tahun 1996, melalui SK Menteri Kehutanan No. 687/kpts-II/96 tanggal 25 Oktober 1996, luas kawasan Taman Nasional Tanjung Puting bertambah menjadi 415.040 ha yang terdiri atas Suaka Margasatwa Tanjung Puting 300.040 ha, hutan produksi 90.000 ha (ex. PT Hesubazah), dan kawasan daerah perairan sekitar 25.000 ha.

19
Central Kalimantan / WISATA SUSUR SUNGAI PALANGKARAYA
« on: September 04, 2013, 06:09:22 AM »
Our visit to the Beautiful City of Palangkaraya will be incomplete without enjoying a fringe adventure  on the river where we can witness the typical flora and fauna of Borneo rainforest along the river. In addition, we can also witness the activity of traditional Dayak communities who live along the river. All of this can be done by boat tours to enjoy the beautiful atmosphere of the river bank along the river of Kahayan and Rungan.
In this river trips travelers,we can also witness a life of Orang Utan in Kaja island, which now serves as a regional exemption for the Orang Utan  before being released into the wild. In addition, tourists can also stay in the tourist village of Lake Tundai, an exotic traditional Dayak villages that offer an unforgettable experience to see first hand the lives of people who depend on the river.

20
South Kalimantan / WISATA SUSUR SUNGAI
« on: September 04, 2013, 05:52:47 AM »
Banjarmasin merupakan kota yang memiliki banyak sungai. Dari sungai-sungai yang kecil sampai yang besar, sehingga Banjarmasin dijuluki dengan Kota Seribu Sungai. Dan sungai-sungai itu saling berhubungan/menyambung antara satu sungai dengan sungai yang lain. Apalagi masyarakat Banjarmasin sebagian besar masih menggunakan sungai sebagai tempat untuk aktivitas sehari-hari.

Untuk melihat aktivitas kehidupan masyarakat Banjarmasin yang hidup di pinggiran sungai bisa dinikmati dengan menyusuri sungai-sungai yang ada di Banjarmasin. Adapun rute sungai yang bisa dilewati untuk melihat aktivitas daerah tersebut yaitu sungai Kuin (kehidupan masyarakat di pinggiran sungai, Masjid Sultan Suriansyah, Makam Sultan Suriansyah), Sungai Barito (Pulau Kembang, Makan Soto di tengah sungai, Pasar Terapung, Kapal-kapal pengangkut bahan makanan maupun batubara yang berlalu lalang, Jembatan Barito), Sungai Alalak (Pusat Pembuatan Perahu), Sungai Martapura (Museum Wasaka, Rumah Makan Soto Banjar dipinggir sungai, Masjid Sabilal Muqtadin, Pasar di pinggir sungai, Makam Habib Basirih) dan masih banyak lagi sungai-sungai lain yang memiliki keunikan sendiri-sendiri.

Lamanya waktu susur sungai tergantung jumlah sungai yang akan disusuri. Bisa 3 – 4 jam, setengah hari ataupun satu hari penuh, juga bisa menggunakan perahu beratap maupun terbuka sehingga dapat dengan leluasa memfoto pemandangan yang ada.

21
South Kalimantan / TERUMBU KARANG PANTAI ANGSANA
« on: September 04, 2013, 05:23:37 AM »
Pantai Angsana yang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya berada di Wilayah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu kalimantan Selatan.

Jarak yang di tempuh untuk sampai ke pantai angsana jika ditempuh melalui perjalanan darat baik roda empat maupun dengan kendaraan roda dua dari Kota Banjarmasin membutuhkan waktu sekitar 5 jam .

Pantai Angsana yang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya berada di Wilayah Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu masuk dalam kategori penilaian cipta sapta pesona award tahun 2010.Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu, Drs. Abdul Karim di Gunung Tinggi, Selasa (3/8).Adapun rencana penilaian akan dilaksanakan pada minggu kedua di Bulan Agustus 2010 yang dilakukan oleh tim penilai dari pusat.

Penilaian akan dilakukan dalam waktu-waktu dekat ini, dan yang menilai tim dari pusat nantinya” kata Mantan Sekretaris DPRD Kab. Tanbu tersebut.Sebelumnya, kata Kepala Disbudpar Tanbu, terumbu karang Angsana juga sudah ditinjau oleh tim dari provinsi yaitu dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan.Alasan ketika ditanya kenapa masuk dalam kategori penilaian citra sapta pesona award 2010, Drs. Abdul Karim mengatakan karena pantai Angsana Kabupaten Tanah Bumbu memiliki spesifik yang dinilai.

Disamping itu juga Pantai Angsana juga memiliki biota laut terumbu karang yang tidak kalah dengan terumbu karang lainnya di wilayah Indonesia.Sementara itu, untuk akses masuk menuju lokasi pantai angsana pun, kata Kadisbudpar Tanbu, tidak terlalu jauh dari jalan umum provinsi.Pantai Angsana dengan terumbu karangnya itu, kata Abdul Karim, juga sering dikunjungi dan didatangi oleh Mahasiswa untuk melakukan penelitian disana.

Terumbu karang Angsana menjadi tempat praktik bagi Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin” ucapnya.Kita juga berharap, dengan dimasukkannya objek wisata bahari pantai angsana dengan terumbu karangnya itu dalam penilaian citra sapta pesona 2010 bisa menjadi salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan nantinya.

Untuk peralatan Diving dan Snorkeling sudah ada walaupun masin terbatas.

Memang objek wisata ini merupakan perkampungan nelayan tapi seiring berkembangnya pariwisata Kalimantan Selatan dan kecamatan Angsana khususnya, penduduk lokal dan pemerintah setempat mulai membenahi pantai tersebut.

22
South Kalimantan / KERBAU RAWA
« on: September 04, 2013, 05:14:17 AM »
Obyek wisata  kerbau-kerbau yang diternakan oleh masyarakat sehari-hari, mencari makan rumput di atas air rawa yang terletak di desa Bararawa Kabupaten Hulu Sungai Utara sangat unik dan menarik dan pandai berenang hingga 1 km.

Pada petang hari kerbau ini kembali ke kandangnya, kandang yang terbuat dari kayu disusun di atas rawa-rawa. Populasi hewan ini berkisar antara 5000 s.d 10.000 ekor.

Untuk mencapai obyek wisata ini jarak tempuh dari Kota Banjarmasin ± 185 km, dengan transportasi kendaraan roda empat atau klotok bermesin ± 2 jam perjalanan. Di lokasi ini kita dapat menyaksikan atraksi unik dan menarik yaitu lomba Kerbau Rawa, yang dapat berenang sampai 1 km, yang digelar pada sekitar bulan Agustus.

Untuk menarik wisatawan, setiap tahunnya pemerintah daerah mengadakan lomba renang kerbau rawa. Perlombaan kerbau rawa mirip seperti karapan sapi di Madura, tetapi lomba karapan sapi di lahan kering atau lapangan luas sementara lomba kerbau rawa di hamparan berair yang penuh dengan tanaman rawa. Acara ini biasanya diadakan saat perayaan 17 Agustus. Lokasi pelaksanaan berada di desa Bararawa kecamatan Danau Panggang.

23
South Kalimantan / RUMAH ADAT BANJAR
« on: September 04, 2013, 05:10:00 AM »
Bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang adat Banjar, bisa menengok di Teluk Selong Kabupaten Banjar, kurang lebih 3,2 km dari kota Martapura.

Disini masih terdapat 2 buah rumah adat Banjar yang legendaris. Rumah adat Banjar model Gajah Baliku dan Bumbungan Tinggi. Rumah adat ini telah berusia lebih dari 150 tahun.

Bubungan Tinggi adalah bumbungan atap rumah Banjar yang merupakan atap pelana dengan sudut 45° pada posisi melintang yang menutupi ruang induk yang disebut Palidangan.

Rumah Banjar yang menggunakan atap Bubungan Tinggi dinamakan Rumah Bubungan Tinggi yaitu jenis rumah bernilai paling tinggi di antara jenis-jenis rumah Banjar karena merupakan jenis rumah yang dipergunakan sebagai kediaman Sultan dalam suatau kompleks keraton.

Atap Bubungan Tinggi terletak di antara atap Pisang Sasikat yang menutupi kedua buah Anjung. Di sebelah depan atap Bubungan Tinggi disebut atap Sindang Langit, sedangkan di belakang atap Bubungan Tinggi disebut atap Hambin Awan. Tetapi untuk rumah Gajah Baliku atap di sebelah depan atap Bubungan Tinggi disebut atap Gajah (atap perisai).

Rumah Gajah Baliku adalah salah satu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) diKalimantan Selatan. Rumah Gajah Baliku mimiliki kemiripan dengan Rumah Bubungan Tinggi, tetapi ada sedikit perbedaan yaitu pada Ruang Paluaran (ruang tamu) pada Rumah Bubungan Tinggi keadaan lantainya berjenjang sedangkan pada Rumah Gajah Baliku keadaan lantai ruang Paluaran tidak berjenjang. Hal tersebut karena Rumah Bubungan Tinggi untuk bangunan keraton/ndalem Sultan yang memiliki tata nilai ruang yang bersifat hierarkis.

Pada Rumah Gajah Baliku, atap ruang Paluaran/Ruang Tamu tidak memakai atap sengkuap (= Atap Sindang Langit) kecauali emper teras paling depan dan memakai kuda-kuda dengan atap perisai (= Atap Gajah) dengan keadaan lantai ruangan datar saja sehingga menghasilkan bentuk bangun ruang yang dinamakan Ambin Sayup. Sedangkan pada kedua anjung sama-sama memakai atap Pisang Sasikat (atap sengkuap).

24
South Kalimantan / JEMBATAN BARITO
« on: September 04, 2013, 04:57:56 AM »
Jembatan Barito adalah jembatan yang menghubungkan tepi barat sungai Barito (disebut delta Pulau Bakumpai) dan tepi timur Sungai Barito di Kabupaten Barito Kuala (dekat Kota Banjarmasin), Kalimantan Selatan, Indonesia. Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan pulau kecil (Pulau Bakut) selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 – 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan.

Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakumpai, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).

Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tahun 1997 oleh Presiden Soeharto.


25
South Kalimantan / BAMBOO RAFTING - LOKSADO
« on: September 04, 2013, 04:23:37 AM »
Aktivitas wisata balanting paring atau bamboo rafting, bermula dari tradisi petani bambu di Loksado. Mereka biasa menjual bambu ke kota Kandangan dengan cara mengikatnya dalam bentuk rakit lalu dihanyutkan di Sungai Amandit. Satu rakit biasanya terdiri atas 50-70 batang bambu yang disusun bertumpuk. Tak jarang mereka membawa hasil bumi lainnya seperti kulit kayu manis, karet, atau durian. Mereka berangkat berkelompok dan memilih saat air tidak surut.

Tentu saja waktu tempuh Loksado-Kandangan lebih lama. Kalau lewat darat, perjalanan hanya memakan waktu sekitar dua jam, perjalanan mengarungi sungai membutuhkan waktu dua hari dua malam. Tak heran mereka pun menginap di jalan, di kampung-kampung terdekat di tepi sungai.

Seiring pertumbuhan fasilitas wisata seperti hotel, cottage, restoran, dan lapangan tenis di Loksado, jumlah wisatawan kian meningkat. Balanting paring pun lantas diminati sebagai salah satu atraksi wisata. Para petani atau pedagang bambu yang terlatih itu pun memiliki ”tambahan” profesi. Mereka ramai-ramai menjadi joki, dan bahkan menghimpun diri dalam sebuah organisasi resmi: Persatuan Joki Lanting.

Untuk rute pendek (Loksado-Tanuhi), waktu tempuh 2,5 jam; rute sedang (Loksado-Muara Hatip), 3 jam waktu tempuh; dan sistem borongan untuk rute panjang Loksado-Kandangan, dua hari dua malam.
Namun rute panjang secara resmi hanya ada sekali setahun, yakni bulan Desember saat debit Sungai Amandit meningkat drastis. Secara kebetulan, Desember juga peringatan hari jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Maka jadilah Dinas Pariwisata dan Budaya daerah ini menyelenggarakan event Festival Lanting. Lebih 50 lanting hias akan bertolak dari Loksado ke Kandangan, sambil mengarak pengantin balanting yang diiringi musik tradisional sepanjang sungai.

Acara utama festival tersebut adalah lomba balanting paring. Biasanya, ada tiga hal yang menjadi penilaian dalam lomba yang sangat menantang naluri petualangan seseorang. Yakni, bagaimana kemampuan peserta dalam menaklukkan derasnya jeram dari Loksado sampai ke Kota Kandangan, bagaimana kekompakan peserta dalam mengarungi jeram, dan bagaimana cara peserta menjaga lanting alias rakit mereka yang dihias hingga sampai garis finish yang ditentukan. Seru sekali.

Selain itu, mungkin karena kekhasannya, masyarakat Dayak di Loksado memiliki sebuah tarian bernama Balanting Paring yang terinspirasi dari aktivitas menghela bambu di sungai. Tarian itu biasanya dibawakan pada perayaan-perayaan masyarakat setempat. Yang pasti, tak keliru jika keelokan Loksado masuk daftar kunjungan Anda.

26
South Kalimantan / PENDULANGAN INTAN
« on: September 04, 2013, 04:12:04 AM »
Kawasan Pendulangan Intan Tradisional berada di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Bagi penduduk Desa Cempaka, mendulang intan merupakan mata pencaharian turun temurun. Para pendulang biasanya berkelompok-kelompok mengali lobang pada kedalam sekitar 10-12 meter dengan menggunakan perkakas tradisional dan metode lama. Mereka bekerja keras mengadu nasib. Bahan galian tersebut selanjutnya dicuci untuk mencari sebutir Intan, terkadang pendulang menemukan pula Batu Akik dan Pasir Emas.

Cempaka adalah kawasan penambangan intan dan emas yang terletak 47 km dari Kota Banjarmasin dan 7 km dari Kota Banjarbaru. Di tempat ini pengunjung dapat melihat langsung bagaimana para pekerja mencari Intan atau Emas di lobang-lobang penuh galian dan penuh lumpur. Dari catatan sejarah di tambang ini pernah ditemukan intan terbesar seberat 20 karat pada tahun 1846, rekor ini kemudian dipecahkan pada tahun 1850 dengan ditemukannya intan yang lebih besar lagi seberat 167,5 karat.

27
South Kalimantan / PASAR INTAN MARTAPURA
« on: September 04, 2013, 03:52:29 AM »
Pasar Intan Martapura atau yang bernama Cahaya Bumi Selamat ini (CBS) adalah pasar batu intan dan permata di Martapura. Kedengarannya mewah banget ya, tapi ternyata seperti biasa saja tidak seperti toko perhiasan di mal yg tampak mewah. Pasar ini merakyat dan di sini dijual aneka perhiasan dari batu permata, baik yang masih berupa batu maupun yang sudah dipadukan sebagai perhiasan. Harganya mulai dari yang murah sampai yang harganya selangit ada. Lokasinya di pusat kota martapura, berhadapan dengan kantor bupati dan DPRD Kab. Banjar.

Sekitar 7 km dari kota martapura terdapat pendulangan intan yang dilakukan dengan cara tradisional oleh rakyat, bukan oleh company. Batu dulangan digali dari dalam tanah lalu dicuci dan disortir, kalau tidak terlihat batu intan lalu dulangan itu dibuang, dan mulai mendulang lagi begitu seterusnya. Dengan cara itu tidak setiap hari seorang pendulang akan mendapatkan intan. Tapi kalau mendapatkan intan maka orang itu harus mengumandangkan shalawat nabi dan mengulum intan temuannya ke dalam mulutnya. Seorang pendulang dilarang melakukan perbuatan yang dianggap tabu, misalnya mengibaskan pakaian, kencing di lubang pendulangan, kentut di lubang pendulangan, bersiul-siul, bernyanyi, dan tertawa terbahak-bahak.

Kota martapura sekarang adalah ibukota Kabupaten Banjar, dulunya adalah ibukota kesultanan banjar. Martapura mayoritas penduduknya beragama islam, dan dalam jual beli masih ada akad jual  beli seperti diajarkan dalam agama islam.
Sebagai bekas kesultanan, tulisan arab masih dipakai sampai sekarang bersama-sama dengan tulisan latin, nama kantor pemerintah ditulis dengan huruf latin dan huruf arab.

28
South Kalimantan / PASAR TERAPUNG BANJARMASIN
« on: September 04, 2013, 03:42:07 AM »
Pasar terapung di Banjarmasin ada 2 lokasi, yaitu :
1. Pasar terapung Muara Kuin yang berlokasi di Sungai Barito (Kodya Banjarmasin)
2. Pasar terapung Lok Baintan yang berlokasi di Sungai Martapura (Kab. Banjar)

Di Pasar Terapung para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan Perahu dalam Bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah  shalat Subuh sampai selepas pukul 08:00 pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya.

Dengan menyaksikan panoramanya, wisatawan seakan-akan sedang tamasya. Jukung-jukung dengan sarat muatan barang dagangan sayur mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga tersedia di pasar terapung. Ketika matahari mulai muncul berangsur-angsur pasar pun mulai menyepi, sang pedagang pun mulai beranjak meninggalkan pasar terapung membawa hasil yang diperoleh dengan kepuasan.

Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai barito. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang berdasarkan barang dagangan.

Pasar ini masih alami karena memang pedagang datang dari berbagai penjuru wilayah dan menggunakan jukung sehingga jumlah pedagang dan dagangannya lebih banyak dibandingkan dengan pasar terapung yang di Kuin. Selain melihat pasar juga bisa melihat kehidupan masyarakat Banjarmasin yang hidup di tepian sungai. Juga bisa menikmati makanan khas banjar yaitu Soto Banjar. Jam Operasional selesai shalat subuh sampai jam 08.00 wita.

29
HADIRI DAN SAKSIKAN !!!

Atraksi Tari, Seni dan Budaya Kalimantan, Pameran Pariwisata dan Kerajinan, Lomba Jukung Hias.
Juga rasakan Kuliner Khas Banjar.......

DON'T MISS IT......
Banjarmasin, 12 - 14 September 2013

Pages: 1 [2]