Indonesia's Official Tourism Website

Recent Posts

Pages: 1 ... 3 4 [5] 6 7 ... 10
41
Tour & Travel Package / MENDAKI GUNUNG KINABALU
« Last post by Sha_mine on January 27, 2015, 02:00:25 AM »
 Kepada sesiapa yg berminat untuk mendaki Gunung Kinabalu boleh hubungi saya jasmine_daud@yahoo.com
+601125337696-MIN (watzup)
Contoh Package:
Day 1- Pick up from Hotel then proceed to Kinabalu Park HQ for registration. then to Timpohon Gate and start Climbing. Overnight Mt. Hut. (PL,D)
Day 2- Start at 2am to the summit. Descending to Timpohon Gate/power Station. Proceed to the park HQ to collect your certificate. Return to Kota Kinabalu.
INCLUDES:
Return land transfer
Entrance fee
Mt. Guide
Climbing insurance
Climbing certificate
Meals
1 Night non -heated accommodation
climbing permit
Other pakej:
~KK City Tour DAY TRIP
~Diving
~Day Trip to Kinabalu National Park & Poring Hot Spring
~Day Trip to Rafting (Kiulu / Padas) free (paint ball fight) Min(4pax)
~Day Trip Island Hopping~ Manukan, Mamutik, Sapi Island( bbq, snorkling,)
~Rent Van and driver going to kinabalu park, rumah terbalik, cowfarm, nabaru, poring hotspring etc.
You can buy souvenir from our crafttangan
we are also have backpackers where you can stay cheap guest house,
Have a nice holiday, and enjoy your TRIP!!!!
42
The Traveller's Lounge / Re: Welcome to Indonesia.Travel
« Last post by Sha_mine on January 27, 2015, 01:49:41 AM »
 Kepada sesiapa yg berminat untuk mendaki Gunung Kinabalu boleh hubungi saya jasmine_daud@yahoo.com
+601125337696-MIN (watzup)
Contoh Package:
Day 1- Pick up from Hotel then proceed to Kinabalu Park HQ for registration. then to Timpohon Gate and start Climbing. Overnight Mt. Hut. (PL,D)
Day 2- Start at 2am to the summit. Descending to Timpohon Gate/power Station. Proceed to the park HQ to collect your certificate. Return to Kota Kinabalu.
INCLUDES:
Return land transfer
Entrance fee
Mt. Guide
Climbing insurance
Climbing certificate
Meals
1 Night non -heated accommodation
climbing permit
Other pakej:
~KK City Tour DAY TRIP
~Diving
~Day Trip to Kinabalu National Park & Poring Hot Spring
~Day Trip to Rafting (Kiulu / Padas) free (paint ball fight) Min(4pax)
~Day Trip Island Hopping~ Manukan, Mamutik, Sapi Island( bbq, snorkling,)
~City Tour(van and driver only) Group ~Free Lunch
~Rent Van and driver going to kinabalu park, rumah terbalik, cowfarm, nabaru, poring hotspring etc.
You can buy souvenir from our crafttangan
we are also have backpackers where you can stay cheap guest house,
Have a nice holiday, and enjoy your TRIP!!!!
43
The Traveller's Lounge / Re: Pakej mendaki gunung kinabalu 2014-2015
« Last post by Sha_mine on January 27, 2015, 01:18:32 AM »
hehehe koh bila kamu mendaki? atau pun kamu just visit kota kinabalu.. dengan family lagi bagus kan?
watzup saya aja dong,,


Thanks,
MIN
44
Tour & Travel Package / JUAL TIKET PESAWAT MURAH BWT TRAVELLER MANIA
« Last post by crazytraveller on January 26, 2015, 04:58:07 PM »
Langsung aj gan ga prlu basa basi, bwt agan2 yg berencana mw travelling. Saya jual tiket pesawat murah dalam n luar negeri.  8)
Langsung aj yg berminat contact 085697363001(indra) fast respon  :)

45
Tour & Travel Package / Open trip green canyon cuma 430 ribu
« Last post by gemanusatravel on January 26, 2015, 08:10:39 AM »
Seat tinggal 3 orang, yang cepat dia dapat...   cuma 430 ribu aja. call 089602668343 , www.gemanusatravel.com udah termasuk guide, transport pp, dan tiket body rafting  :) :) :)
46
ayo yang mau ke pangandaran green canyoonmurah, udah termasuk transport, dan tiket body raftingg.. caalll aja 089602668343. Ayo keburu penuh tinggal 3 seat lagii www.gemanusatravel.com :) :) :) :) :) :)
47
The Traveller's Lounge / Re: Welcome to Indonesia.Travel
« Last post by traveloista on January 25, 2015, 10:03:26 AM »
hey,
For Travellers and Tour Travel Agent, we invite you to join at www.traveloista.com, No.1 Indonesia Tour & Travel MarketPlace Online, register is FREE

Promote your tour package and for travellers get amazing price for travelling

www.traveloista.com
Regards
www.traveloista.com
48
Central Java / Pesona Gunung Bromo
« Last post by vito10 on January 24, 2015, 08:48:56 PM »


Wisata Gunung Bromo adalah destinasi wisata yang dikenal luas, baik dari wisatawan domestik maupun para penikmat perjalanan dari Mancanegara. Gunung Bromo memiliki karakter alam yang menawan, hamparan lautan pasir yang luas, udara segar, dan berhawa dingin. Inilah yang membuat wisata Gunung Bromo disukai para wisatawan. Di puncak Bromo, Anda dapat mendapatkan pemandangan matahari terbenam (Sunset), salah satu yang paling memikat di Indonesia.

Gunung Bromo adalah salah satu bagian yang membentuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, memiliki ketinggian 2.392 meter dpl. Gunung ini merupakan gunung api aktif, dikeliling lautan pasir seluas 10 km2. Secara administratif, Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur dan masuk ke dalam empat teritori pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.


Satu hal yang wajib diketahui adalah suhu udara di puncak Gunung Bromo dapat berkisar antara 2º hingga 20º Celcius. Kondisi ini adalah bagian unik yang ada di salah satu tempat paling menarik di Jawa Timur ini. Waktu terbaik untuk mengambil perjalanan wisata ke Gunung Bromo adalah pada medio Juni – Oktober. Periode bulan ini adalah musim kemarau di daerah Gunung Bromo.

Dengan demikian, Anda dapat melakukan eksplorasi wisata Gunung Bromo secara lebih leluasa, memberi rasa aman dan kenyamanan dalam perjalanan wisata tersebut. Namun, kunjungan wisata Gunung Bromo juga memperlihatkan statistik yang cukup ramai pada periode waktu selain Juni – Oktober.

Wisata Gunung Bromo



Mengapa Gunung Bromo dikagumi banyak kalangan sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Timur yang favorit? Di kalangan pencinta wisata gunung, tujuan wisata ke Bromo adalah salah satu yang masuk dalam daftar kunjungan mereka. Jika Anda telah tiba di puncak Gunung Bromo, Anda akan menyaksikan Kawah Berdiameter 600 m, sebuah pemandangan yang menawan.

Di Puncak Penanjakan, salah satu spot wisata yang ada di Gunung Bromo, Anda dapat menyaksikan terbenamnya matahari (Sunset). Ini adalah panorama alam paling memikat yang akan Anda peroleh di tempat wisata alam Jawa Timur ini. Maka dari itu, Puncak Penanjakan banyak dikenal wisatawan sebagai tempat melihat sunset paling memikat di Gunung Bromo.


Juga, Hamparan Pasir yang begitu luas laksana gurun terlihat sungguh mengagumkan di Bromo. Ketika matahari mulai kembali ke peraduannya, lautan pasir Gunung Bromo ini terlihat menawan dengan Rona Jingga menyelimutinya. Pemandangan indah ini bahkan dapat Anda saksikan dari Cemorolawang, sebuah pintu masuk ke area wisata Gunung Bromo ini.

Kegiatan Wisata Gunung Bromo


Selain Sunset di puncak Gunung Bromo, Anda juga dapat mengambil pilihan kegiatan seperti Berkuda. Ya, berkuda di atas hamparan pasir luas. Jika Anda tidak suka berkuda, maka menyewa jeep adalah cara yang paling mudah dilakukan untuk dapat mengunjungi beberapa spot wisata Gunung Bromo. Anda dapat menghubungi pihak Paguyuban Jeep Bromo untuk keperluan ini, dapat ditemui di dekat pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Anda akan ditawari sejumlah pilihan rute yang dapat diambil. Semakin banyak rute yang ingin Anda tempuh, maka biayanya juga semakin besar.

Di Bromo, terdapat masyarakat dari suku Tengger yang mendiami kawasan wisata tersebut. Anda dapat melihat tontonan menarik di sini, yakni saat berlangsung Kasodo Festival. Inti acara ini adalah memohon berkat dari Yang Maha Kuasa agar panen berlimpah dan jauh dari bencana penyakit.

Transportasi dari/ke Gunung Bromo


Untuk dapat tiba di wisata Gunung Bromo, maka Anda harus tiba di bandara udara Juanda Surabaya, Jawa Timur. Ini jika Anda memang menempuh perjalanan udara. Dari bandara tersebut, Anda dapat memesan kendaraan yang akan mengantarkan Anda ke kawasan wisata Bromo. Anda akan menmpuh rute perjalanan ke Gunung Bromo, dimulai dari Surabaya – Pasuruan – Wonokitri – Gunung Bromo. Perjalanaan ini membutukan waktu 2 – 3 jam.

Perlu diketahui, terdapat beberapa rute perjalan untuk dapat sampai di Gunung Bromo.

1. Rute Pasuruan – Warung Dowo – Tosari – Wonokitri – Gunung Bromo, jarak perjalanan 71 km
2. Rute Malang – Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang – Gunung Bromo, jarak perjalanan 53 km
3. Rute Malang – Purwodadi – Nongkojajar – Tosari – Wonokitri – Penanjakan, jarak perjalanan 83 km

Jika Anda memulainya lewat Probolinggo dan menggunakan angkutan umum , maka Anda dapat tiba di kawasan wisata Gunung Bromo ini via Cemorolawang. Gunakan bus dari Surabaya atau kota lainya dan turun di terminal Kota Probolinggo, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan naik Elf menuju Cemorolawang. Pastikan Anda tidak kesorean saat tiba di terminal Probolinggo, karena kendaraan Elf berangkat tatkala kuota penumpang sudah terpenuhi. Lain cerita jika Anda menyewa kendaraan sendiri untuk ke Bromo. Ada tiga pintu masuk di Gunung Bromo, yakni di Desa Cemorolawang (jika Anda mengambil rute lewat Probolinggo), Desa Ngadas (jika Anda mengambil rute lewat Malang), dan Desa Burno (jika Anda mengambil rute lewat Lumajang). Pastikan perhitungan waktu Anda tidak meleset saat tiba di Gunung Bromo, karena Anda harus dapat menyaksikan panorama indah matahari terbit di puncak gunung ini. Jika Anda ingin lebih fleksibel, Anda dapat menginap di salah satu hotel di Prigen, Tretes atau mengambil homestay yang ada di Cemorolawang yang berjarak dekat dengan Gunung Bromo. Hotel dan Penginapan Kawasan Wisata Gunung Bromo.


Kawasan Wisata Gunung Bromo telah difasilitasi dengan akomodasi yang baik. Tersedia penginapan, hotel, restoran, dan kios-kios souvenir di sana. Ada sejumlah Guesthouse dan Hotel murah di seputaran wisata Bromo.


Jika Anda ingin agar jarak tempuh ke puncak Bromo tidak jauh, maka Anda mungkin suka untuk mengambil penginapan murah yang ada di Cemorolawang. Sebab, desa ini terletak di lereng kawah. Jika waktu Anda fleksibel, Anda dapat mengambil hotel atau guesthouse yang ada di Tretes, Pasuruan, atau Malang. Kota-kota ini memiliki jarak tempuh yang dekat ke Bromo.
49
Central Java / Gunung Semeru
« Last post by vito10 on January 24, 2015, 07:55:43 PM »

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak tertingginya Mahameru 3.676 mdpl. Biasanya pendaki akan betah digunung ini karena pemandangannya yang indah. Terutama disekitar Ranu Kumbolo. Desa terakhir yang harus kita lewati untuk menuju puncak Mahameru adalah desa Ranu Pane. Untuk menuju Ranupane bisa dari kota malang atau lumajang. Dari terminal kota malang naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Dilanjutkan dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang. Di Ranu Pane terdapat Pos pemeriksaan, warung dan pondok penginapan. Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau (ranu) pani (1 ha) dan ranu regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

Ada dua jalur yang bisa ditempuh dari Desa Ranu Pane menuju Mahameru. Tetapi kedua jalur tersebut akan bertemu di Ranu Kumbolo.

  • Jalur Pendakian Gunung Semeru via Watu Rejeng.

  • Jalur Pendakian Gunung Semeru via Gunung Ayek-Ayek. 

Peta Dua Jalur Pendakian Gunung semeru


Ranu Pane - Watu Rejeng - Ranu Kumbolo


Biasanya bagi pendaki yang baru pertama kali ke gunung Semeru akan sulit menemukan jalur pendakian, kadang malah hanya berputar disekitar desa Ranu Pane. Sebaiknya setelah menemukan gapura selamat datang, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Jalur awal yang kita lalui cukup landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi tumbuhan alang-alang.Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m, kita ikuti saja tanda ini. Kadang terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala, sehingga kita harus sering merundukkan kepala, tas keril yang tinggi sangat tidak nyaman.  Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, kita akan sampai di Watu Rejeng. Kita akan melihat batu terjal yang sangat indah. Kita saksikan pemandangan yang sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala kita dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Dari sini kita bisa menuju pos pendakian di Ranu Kumbolo yang masih harus kita tempuh dengan jarak sekitar 4,5 Km. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki melewati Watu Rejeng, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam dengan melintasi Gunung Ayek-ayek. Setibanya di Ranu Kumbolo sebaiknya kita mendirikan tenda karena disini terdapat danau yang memiliki air bersih, dan juga pemandangan disini sangat indah. Biasanya pendaki akan betah berada disini, ditambah pemandangan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Ranu Kumbolo - Oro Oro Ombo - Cemoro Kandang


Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kita mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau. Di depan bukit kita terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan Oro-oro Ombo.  Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Selanjutnya kita memasuki hutan Cemara dimana kadang-kadang kita jumpai burung dan kijang. Banyak terdapat pohon tumbang sehingga kita harus melangkahi atau menaikinya. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang. Cemoro Kandang - Pos Kalimati   Dari Cemoro Kandang kita akan menuju Pos Kalimati yang berada pada ketinggian 2.700 m, disini kita dapat mendirikan tenda untuk beristirahat dan mempersiapkan fisik. Kemudian meneruskan pendakian pada pagi-pagi sekali pukul 24.00. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun. Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati banyak terdapat tikus gunung bila kita mendirikan tenda dan ingin tidur sebaiknya menyimpan makanan dalam satu tempat yang aman. Pos Kalimati - Arcopodo   Untuk menuju Arcopodo kita berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m. Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya kita akan melewati Bukit Pasir.

Arcopodo - Puncak Mahameru


Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam (santai), melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Semua barang bawaan sebaiknya kita tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Badan dalam kondisi segar, dan efektif dalam menggunakan air. Perjalanan pada siang hari medan yang dilalui terasa makin berat selain terasa panas juga pasir akan gembur bila terkena panas. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka. Di puncak Gunung Mahameru (Semeru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajad Celcius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celcius, dan dijumpai Kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari.

Jalur Pendakian Ayek-Ayek


Puncak Mahameru bisa juga ditempuh melalui jalur pintas yaitu Jalur Gunung Ayek Ayek. Jalur ini biasanya dipakai oleh pendaki lokal, kondisi jalur sangat curam dan cukup berbahaya. Untuk menemukan jalur ini dari desa Ranu Pane perjalanan bisa dimulai dengan melintasi kebun sayuran penduduk yang berupa tanaman bawang dan kol (kubis). Melintasi kawasan kebun sayuran di siang hari terasa panas dan berdebu sehingga akan lebih baik jika pendaki mengenakan kacamata dan masker penutup hidung. Jalur agak landai dan sedikit berdebu melintasi kawasan hutan yang didominasi oleh tanaman penghijauan berupa akasi dan cemara gunung. Jalur selanjutnya mulai menanjak curam menyusuri salah satu punggungan gunung Ayek-ayek. Di sepanjang jalur ini kadangkala dapat ditemukan jejak-jejak kaki dan kotoran binatang. Burung dan aneka satwa seringkali terlihat berada disekitar jalur ini.  Mendekati puncak Gunung Ayek Ayek pohon cemara tumbuh agak berjauhan sehingga pendaki dapat melihat ke bawah ke arah desa ranu pane. Desa Ngadas juga nampak sangat jelas. Pendaki dapat beristirahat di celah gunung untuk berlindung dari hembusan angin. Di tempat ini pendaki juga bisa melihat dinding gunung tengger yang mengelilingi gunung Bromo, kadang kala terlihat kepulan asap yang berasal dari gunung Bromo.  Setelah melintasi celah gunung yang agak licin dan berbatu pendaki harus menyusuri sisi gunung Ayek-ayek agak melingkar ke arah kanan. Di samping kiri adalah jurang terbuka yang menghadap ke bukit-bukit yang ditumbuhi rumput, bila pendakian dilakukan di siang akan terasa sangat panas. Di kejauhan kita dapat menyaksikan puncak mahameru yang bersembunyi di balik gunung Kepolo, sekali-kali nampak gunung Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Jalur mulai menurun tetapi perlu tetap waspada karena rawan longsor. Tumbuhan yang ada berupa rumput dan cemara yag diselingin Edelweis. Masih dalam posisi menyusuri tebing terjal sekitar 30 menit kita akan tiba di tempat yang agak datar, celah yang cukup luas pertemuan dua gunung. Di sini pendaki dapat beristirahat sejenak melepaskan lelah. Beberapa tanaman Edelweis tumbuh cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk berteduh dari sengatan matahari.Setelah puas beristirahat perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri tebing terjal yang agak melingkar ke arah kiri.  Tumbuhan yang ada berupa rumput yang agak rapat dan tebal, beberapa pohon cemara tumbuh agak berjauhan di sepanjang jalur. Di sepanjang jalur ini pendaki tidak bisa saling mendahului sehingga harus berjalan satu persatu. Sekitar 30 menit menyusuri tepian tebing terjal akan tampak di depan kita bukit dan padang rumput yang sangat luas.  Sampailah kita di padang rumput yang sangat luas yang disebut Pangonan Cilik.Pemandangan di pagi hari dan sore hari di tempat ini sangat indah luar biasa, kita tidak akan bosan memandangi bukit-bukit yang ditumbuhi rumput. Padang rumput ini dikelilingin tebing-tebing yang ditumbuhi pohon cemara dan edelweis. Sekitar 45 menit melintasi padang rumput selanjutnya berbelok ke arah kiri maka sampailah kita di sebuah danau yang sangat luas yang disebut danau Ranu Kumbolo. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai. Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan Nopember 1997 Gn.Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.  Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gunung Semeru dan meminta beberapa korban jiwa, pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.






Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim Kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September.

Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.
50
Central Java / Pesona Indah Gunung Lawu
« Last post by vito10 on January 24, 2015, 04:18:24 PM »

Anda yang kerap melakukan penjelajahan mendaki gunung, atau siapa saja yang punya minta khusus berwisata. Sekiranya Gunung Lawu dapat dijadikan sebuah pilihan untuk layak dicoba. Disamping tidak terlalu berbahaya bagi wisatawan, gunung ini juga mempunyai penorama alam memukau dan memiliki hubungan dengan sejarah Kerajaan Majapahit.


Gunung Lawu berada diperbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan punya ketinggian 3.265 meter dari permukaan laut (mdpl). Bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke Wana Wisata Telaga Sarangan Magetan rugi bila tidak selangkah melakukan pendakian ke gunung itu. Karena wisata gunung lawu kerap ditawarkan satu paket dengan keberadaan telaga sarangan, lantaran posisinya berada bersanding dengan obyek wisata itu.

Untuk mencapai ke gunung lawu kita perlu mencari informasi ke warga setempat, tentang jalur menuju ke Desa Cemoro Sewu maupun Desa Cemoro kandang. Kedua desa itu hanya berjarak sekitar 1 kilometer, dan dapat dibilang sebagai gerbang pendakian ke puncak lawu, warga setempat lebih mengenalnya dengan nama Argo Dumilah. Letaknya berada tidak jauh dari Kota Magetan dengan jalur jalan raya yang tidak seberapa bahaya dilewati segala jenis kendaraan, kendati jalur itu berada sekitar 1.878 mdpl.



Rute menuju kedua desa itu, ditempuh dari arah Surabaya menuju Madiun diteruskan ke Magetan, kemudian menuju ke Sarangan, dari sini kita dapat memanfaatkan angkutan desa untuk menuju ke Desa Cemoro Sewu atau ke Desa Cemoro Kandang. Sekedar catatan jika Anda sampai di desa ini, perlu mengecek kembali kebutuhan logistik tambahan yang akan dibawa hingga mencapai puncak lawu.
Jalur yang dimulai dari Cemoro Sewu ini adalah yang paling sering digunakan sebagai rute pendakian, jarak tempuhnya sekitar 6,5 kilometer, sepanjang perjalanan kita akan menjumpai jalanan terjal bebatuan, namun rasa capai akan terganti dengan pesona memukau dan menyapa tiada henti. Sementara satu lagi yang dapat digunakan sebagai jalur alternatif pendakian adalah dimulai dari Desa Cemoro Kandang, jarak tempuhnya sekitar 12 kilometer.





Titik Sakral

Gunung Lawu saat ini adalah tergolong gunung api yang telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan Hutan Ericaceous.

Lawu sendiri memiliki tiga puncak yang terkenal, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Ketiganya dikenal memiliki cerita sejarah dan tersimpan nilai-nilai Kesakralan, bagi sebagian masyarakat yang menganggapnya keramat. Hargo dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Brawijaya Pamungkas, hargo dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan hargo dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang mengasah batin dan meditasi.

Bahkan, bila berkenan agak ke bawah, di sisi barat gunung terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit, yakni Candi Sukuh dan Candi Cetho. Sementara di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunegaran, yakni Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, sebuah tempat yang dikeramatkan oleh keluarga Presiden Indonesia kedua.

Karena itulah gunung lawu kerap dikunjungi warga yang bermaksud berziarah, karena banyak menyimpan obyek-obyek sakral bersejarah.Tempat sakral yang ada di kawasan gunung ini yang akhirnya dikeramatkan oleh penduduk sekitar terutama penduduk yang tinggal di kaki gunung. Tidak heran bila pada saat tertentu, seperti memasuki Bulan Muharram (Bulan Syuro), banyak orang yang datang ke gunung ini. Mereka berasal dari Tawangmangu, Karanganyar, Semarang, Madiun, Magetan, Nganjuk, dan masih banyak lainnya. Jumlahnya pun meledak bukan kepalang, dapat mencapai ratusan orang.

Tujuan mereka datang tiada lain adalah untuk berharap berkah dari Sang Kuasa, dengan melabuh harap di tempat sakral yang ada di sana. Seperti yang diutarakan Supriyono, warga asal Karanganyar, Jawa Tengah saat ditemui EastJava Traveler di Gunung Lawu. Dia mengatakan, beberapa komplek di gunung ini ia percaya sangat tepat untuk dijadikan tempat berburu berkah, terlebih pada momentum peringatan 1 Suro.

“Gunung Lawu saya percayai menyimpan mitos sejarah yang masih berhubungan dengan Kerajaan Majapahit, karena bertuah maka saya dan beberapa kawan kerap datang kemari terhitung sudah tujuh kali. Sekedar untuk berdoa pada Sang Kuasa dan berharap berkah agar tercapai tujuan hidup lebih baik,” jelasnya.

Tempat Sakral yang ada di kawasan gunung ini yang akhirnya dikeramatkan oleh penduduk sekitar terutama penduduk yang tinggal di kaki gunung. Tidak heran bila pada saat tertentu, seperti memasuki Bulan Muharram (Bulan Syuro), banyak orang yang datang ke gunung ini. Mereka berasal dari Tawangmangu, Karanganyar, Semarang, Madiun, Magetan, Nganjuk, dan masih banyak lainnya. Jumlahnya pun meledak bukan kepalang, dapat mencapai ratusan orang.

Tujuan mereka datang tiada lain adalah untuk berharap berkah dari Sang Kuasa, dengan melabuh harap di tempat sakral yang ada di sana. Seperti yang diutarakan Supriyono, warga asal Karanganyar, Jawa Tengah saat ditemui EastJava Traveler di Gunung Lawu. Dia mengatakan, beberapa komplek di gunung ini ia percaya sangat tepat untuk dijadikan tempat berburu berkah, terlebih pada momentum peringatan 1 Suro.

“Gunung Lawu saya percayai menyimpan mitos sejarah yang masih berhubungan dengan Kerajaan Majapahit, karena bertuah maka saya dan beberapa kawan kerap datang kemari terhitung sudah tujuh kali. Sekedar untuk berdoa pada Sang Kuasa dan berharap berkah agar tercapai tujuan hidup lebih baik,” jelasnya.

Gunung lawu sendiri menyimpan cerita sejarah yang menarik. Cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, seperti yang dijelaskan oleh Sudarmanto, salah seorang petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di Kawasan Wisata Sarangan, Gunung Lawu sejarahnya lekat dengan kisah Raden Brawijaya. “Kisahnya Raden Brawijaya lari ke Gunung Lawu untuk menghindari kejaran pasukan Demak yang saat itu dipimpin oleh putranya sendiri bernama Raden Patah, serta dari kejaran pasukan Adipati Cepu yang menaruh dendam lama kepada Raden Brawijaya,” tuturnya.

Bahkan, warga sekitar mempercayai jika Raden Brawijaya meninggal di puncak gunung ini. Dibuktikan dengan adanya cungkup serta petilasan-petilasannya di puncak hargo dalem. Menurut kisahnya, waktu itu Kerajaan Demak mengejar Raden Brawijaya lewat Raden Patah agar memeluk agama Islam, yang akhirnya ditolak oleh Raden Brawijaya.

Di Gunung Lawu inilah Raden Brawijaya melarikan diri dari kejaran dua kerajaan itu, sebelumnya sempat hendak mendirikan Candi Sukuh, yang terletak di Dusun Sukuh Desa Berjo Karanganyar atau berada di sebelah barat gunung lawu dan sayangnya tak rampung terbangun. Hingga dirinya lari menembus belantara ke puncak lawu, disanalah Raden Brawijaya mendirikan Candi Cetho, yang hingga kini pada saat-saat tertentu ramai pengunjung.

Selain kesakralan ketiga puncak dan beberapa komplek candi yang ada di kawasan gunung ini, juga masih ada dua bagian lagi yang kerap dikeramatkan oleh masyarakat yang mendaki ke sana. Yakni Sendang Panguripan dan Sendang Drajat.

Konon di Sendang Panguripan ini tersimpan kekuatan supranatural, yang sumber airnya sering dimanfaatkan oleh para peziarah untuk mencari kehidupan. Mereka yang mempercayai sumber air yang ada di sana, airnya pernah dimanfaatkan oleh Raden Brawijaya ketika mendaki Gunung Lawu dan punya khasiat. Sama seperti Sendang Panguripan di Sendang Drajat pun airnya sering dimanfaatkan oleh para peziarah.

Pages: 1 ... 3 4 [5] 6 7 ... 10