Indonesia's Official Tourism Website

Recent Posts

Pages: 1 ... 3 4 [5] 6 7 ... 10
41
Central Java / Jalur Pendakian Gunung Wilis
« Last post by vito10 on April 20, 2015, 04:12:35 PM »

Gunung Wilis merupakan gunung tidak aktif dengan tinggi 2563 mdpl di Jawa Timur. Gunung tersebut merupakan gunung dengan 5 puncak yang masing - masing dapat dijangkau dari tiap kota misalnya Puncak Liman dapat dijangkau dari kota Nganjuk dan Kediri dan banyak puncak lain, dan juga konon salah satu puncaknya ada yang belum pernah didaki dan juga belum ada yang berhasil berekspedisi ke salah satu puncaknya tersebut.  Ada juga puncak lain 2300mdpl  yang dapat diakses lewat daerah Tulungagung yang merupakan puncak paling favorit didaki para pendaki karena selain medannya menantang, juga banyak ditemui pemandangan alami misalnya air terjun, situs purbakala atau candi , juga hamparan kebun teh yang terkenal dengan sebutan Teh Hijau Kaki Wilis.

Jalur Tulungagung merupakan jalur favorit masyarakat Tulungagung dan sekitarnya. Jalur ini memakan waktu 6 - 8 jam ( panjang jalur 7 - 9 km ) dimana disini tidak ada yang namanya pos pendakian base camp, pos penjaga dll. Selain itu air hanya dapat diperoleh di desa terakhir dan di air terjun yang lokasinya ¼ dari perjalanan. Kepuncak perlu diingat bahwa gunung ini banyak hewan penghisap darah ( pacet ) di sepanjang jalur sampai puncak.  Sebaiknya kita menyiapkan air yang lebih banyak jika kita mendaki 2 hari misalnya 1 malam menginap di watu godeg, semalam lagi di puncak dimana kita harus menyiapkan persediaan air di ½ perjalanan ( watu godeg ) dan di disembunyikan didaerah itu sehingga jika kita pulang tidak takut kehabisan air dan dapat langsung beristirahat  memasak lagi di tengah perjalanan.  Dari watu godeg ke puncak maka sudah ada plang tanda informasi ke puncak dimana watu godeg merupakan titik temu dari air terjun dengan jalur kedua, dan dari sinilah jalur menuju kepuncak akan menjadi satu jalur.

Dua Jalur Pendakian Gunung Wilis Dari desa terakhir menuju ke Puncak dapat dilewati melalui 2 jalur yaitu :

1. Jalur 1 air terjun. 
2. Jalur 2 langsung puncak. Jalur tersebut sama - sama melewati kebun teh yang sangat hijau dan setelah kebun teh akan berpisah jalurnya dimana jika ke air terjun ada dikiri dan jalur kedua kekanan menuju kebun sayuran. Dan yang pasti kedua jalur tersebut tidak ada yang menghindarkan dari gigitan pacet. 

Mekanisme Pendakian

Jalur pertama, merupakan jalur yang tidak perlu membawa air hingga air terjun ( 1/4 perjalanan ) dimana untuk menuju ke air terjun akan melewati 7 anak sungai kecil yang harus diseberangi disisi lain juga tidak terlalu memakan tenaga agar sampai ke air terjun karena hanya melewati bukit kecil dan anak sungai tersebut.  Kekurangannya yaitu untuk ke air terjun pemandangannya hanya pohon gundul yang tidak rindang lagi, banyak ditebangi sehingga kalau disiang hari akan terasa terik dan panas namun dapat diatasi dengan membasuh dengan air di tiap anak sungai.  Setelah dari terjun ini pemandangannya bagus sekali dimana kita dapat melihat air terjun yang tingginya 30 meter. Perlu di ingat bahwa disinilah pusat pacet paling banyak sehingga perlu berhati - hati jika mandi walaupun tidak berbahaya mungkin jika suatu misal kita terhisap 50 ekor saja, dapat dibayangkan berapa darah segar yang terbuang sia - sia sehingga dapat dipastikan kita bisa terserang anemia ( kekurangan darah ) dan malah bisa mengakibatkan hipotermia / penurunan suhu tubuh.  Kekurangannya lagi dimana jalur dari air terjun ke watu godeg akan sangat berat karena kemiringan lerengnya relatif menanjak dengan sudut kemiringan 45 derajat sehingga butuh tenaga ekstra hingga setengah perjalanan ( watu godeg ). Untuk jalur ini tidak dianjurkan pada waktu musim penghujan karena licin, becek dan di sisi kiri adalah jurang sehingga perlu kehati - hatian dan keahlian khusus. Struktur tanahnya labil dan tersusun dari tanah liat sehingga sangat licin perlu memakai sepatu bot ataupun sepatu sepak bola.  Jalur ini tidak memiliki plang ( tanda arah menuju watu godeg ) sehingga perlu dilakukan penyisiran jalan agar tidak tersesat jika belum pernah mendaki gunung ini. Setelah sampai watu godeg (berwujud batu besar yang mengapit sebuah tanah datar yang lumayan lebar) dan ditanah ini kita bisa mendirikan base camp agar terhindar dari angin. Dari jalur ini kurang lebih memakan waktu 4 jam untuk sampai watu godeg. Dari sinilah jalur antara keduanya ( jalur 1 dan jalur 2 ) akan bergabung dan terdapat penunjuk jalan ke puncak. 

Jalur kedua, adalah jalur yang harus melewati kebun sayuran ( ada rumah penyimpan sayuran ) yang dihalaman luarnya ada kolam ikannya. Dijalan ini melewati satu anak sungai barulah kita menaiki bukit dan disinilah kita harus mencari jalan menuju puncaknya yang terlihat ada plang ( penunjuk jalan ).Jalur disini akan terlihat tertutup rerumputan sehingga harus jeli melihat manakah jalur air ataukah jalur setapak.  Perlu diingat bahwa pada jalur ini sampai puncak tidak akan ada air lagi Untuk jalur ini jalurnya lebih jelas dan sudah terbentuk seperti anak tangga ( ada plang jalurnya juga tiap berapa meter sekali ) dan sangat rindang sekali, dikanan dan kirinya pepohonan khas hutan tropis Indonesia. Di sini kemiringannya 20 - 30 derajat dan ada bonus trak mendatarnya juga sehungga lebih hemat tenaga. Namun perlu hati - hati juga karena jalurnya juga bercabang banyak menuju ke lembah atau bahkan ke turun lagi.  Perlu hati - hati memilih jalur, usahakan tetep berkonsentrasi terhadap jalur tipuan tersebut. Perlu diperhatikan dalam pencarian jalur ini usahakan cari jalur yang terlihat menanjak terus dan ada tanda keberadaan plang info jalur ( hindari jalur turun yang curam karena menuju kedasar tebing ). Jalur ini relatif cepat yaitu untuk kewatu godeg dapat ditempuh 3 - 3,5 jam. Setelah sampai watu godeg maka dapat bermalam dahulu. Baru melanjutkan lagi. Jalur ini tidak akan melewati air terjun lagi karena jika kita ke air terjun sama halnya kita kembali ke ¼ perjalanan lagi.  Dari watu godeg ini jalur sudah bersatu dan hanya ada satu jalur yang menuju kepuncak namun tanah nya sangat labil, usahakan hindari tanah yang bergerak bila di injak( tanahnya empuk seperti kasur ) karena tanah tersebut biasanya akan membuat terpeleset atau kaki terkilir karena kaki kita tenggelam dan akhirnya terjatuh. Dan dalam perjalanan ini pastilah kita akan di gigit pacet, karena pada tanah yang empuk tersebut biasanya merupakan sarang dari pacet, usahakan kaki dan tangan dilindungi dengan kaos kali tebal dan panjang, kalau perlu kaki diberi lotion anti nyamuk yang relatif efektif.  jangan lupa membawa tembakau yang berguna untuk melepaskan dan menghentikan aliran darah yang keluar. Dalam perjalanan ini kita akan melihat banyak pohon besar yang akan kita lewati bagian tengah ( sela - sela ) batangnya. Setelah watu godeg ini jalurnya relatif ringan karena kita hanya menuruti jalan yang berada pada punggungan yang kiri dan kanannya berupa lembah curam ( jurang ) dan pastikan keselamatan diri dan barang bawaan karena ketika beristirahat kita pasti lupa penempatan barang - barang dilokasi yang aman, namun jangan salah jika hampir mendekati puncak maka jalannya akan menanjak terus sepanjang 2 km.  Ciri ciri akan mendekati puncak adalah banyaknya pohon cemara / pinus dan mulai jarang tumbuhan yang lebat tetapi akan berganti menjadi pinus dan rerumputan dan lumut. Pada ketinggian ini maka banyak lumut akan hidup di batang pohon dan batuan Usahakan dalam mendaki dan hampir puncak kita membuka kompas dan hafalkan arah turunnya karena penulis dulunya pernah tersesat ½ hari hanya akibat salah perkiraan arah pulang.  Dan kami ingatkan bahwa kita berangkat dari arah timur ( desa terakhir ) dan bergerak memgelilingi puncak dengan mengitari dari selatan puncak dan sampai puncak kita sudah berada di barat nya gunung / puncak, sehingga jangan salah tafsir karena biasanya pendaki pasti berfikir berangkat dari timur pastilah kita berada ditimur puncak. Apalagi biasanya pendakian dilakukan paling banyak dilakukan malam hari kita tidak bisa menafsirkan arah mata angin dengan rasi bintang, arah bulan maupun arah gemerlapnya kota.  Puncak ini tidak ada simbol keabadian puncak misalnya tugu puncak yang terbuat dari beton, tetapi hanya tugu yang tersusun dari bebatuan yang tertata setinggi 1 meter tanpa semen. Dari puncak wilis ini jika cuaca cerah maka kita dapat melihat Gunung semeru dan merupakan gunung aktif  tertinggi 3676 mdpl di Jawa yang berada di timur kita.  Kita dapat melihat kepulan asap Mahameru yang meletup tiap 15 menit sekali, yang menunjukkan kegagahannya dan kita pasti bangga karena kita seakan - akan berdiri tegap dan sejajar dengan gunung semeru, dan juga pasir putih yang mengelilingi semeru tsb. Pada sisi kiri utara Semeru terlihat juga gunung Bromo 2382 mdpl  dan agak kebaratnya Gunung Welirang 3156 mdpl dan gunung Arjuno 3338 mdpl yang terkenal keangkerannya dan mistiknya dan juga gunung nonaktif Anjasmoro 2282 mdpl. Di ibarat nya lagi adalah gunung Kawi dan Gunung Kelud 1731 mdpl yang terkenal dengan kawah air hangatnya yang dapat menyembuhkan penyakit kulit. Belum lagi bagian barat wilis kita dapat melihat gunung Lawu 3265 mdpl yang merupakan gunung di perbatasan Jawa Timur - Jawa Tengah.  Tidak tertutup kemungkinan kita dapat melihat gunung Merapi, di Jawa Tengah 2911 mdpl dan Gunung Merbabu 3142 mdpl tapi sayangnya pada posisi itu barat laut maka kita akan tertutup oleh puncak wilis yang lain. Pada arah utaranya kita tidak dapat melihat apa - apa termasuk kota Kediri  karena juga tertutup oleh puncak lain yang berada diutara kita, namun yang justru mengherankan adalah pada posisi utara ini bawah puncak liman dan sejajar dengan kita, sehingga kita dapat melihat sebuah Candi yang ada pada ketinggian 2300 mdpl.  Pada pandangan ke selatan kita dapat melihat kota Tulungagung yang terkenal sebagai  kota marmer, dan pandangan jauh keselatan dapat dilihat air laut yang biru bagaikan kita diujung langit, melihat hamparan laut yang luas.
42
Tour & Travel Package / [OPEN TRIP] MENJANGAN - IJEN - BALURAN ADVENTURE TRIP
« Last post by berangantrip on April 20, 2015, 04:02:32 PM »

Terletak sekitar 10 km di lepas pantai Barat Laut Bali, Pulau Menjangan merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Pulau yang dikenal sebagai wall diving terbaik di Bali ini memiliki taman bawah laut yang sangat cerah dan penuh warna sekaligus kaya biota laut. Pulau Menjangan dikelilingi terumbu karang yang ditandai dengan drop off sedalam 60 meter dan formasi batuan yang kompleks.


Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen, Jawa Timur, memiliki tinggi 2368 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Momen yang paling ditunggu di Kawah Ijen adalah Api Biru, yang hanya bisa dilihat saat dini hari, atau sebelum matahari terbit. Kobaran api berwarna biru yang berasal dari sela-sela tambang belerang di Kawah Ijen ini adalah fenomena yang langka, dan hanya ada satu-satunya di Indonesia.


Sedangkan Taman Nasional Baluran yang terletak di Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Taman Nasional yang dimiliki oleh Jawa Timur, yang terkenal sebagai Africa Van Java. Pengunjung dapat mengamati perilaku hewan di padang rumputnya yang bagai Afrika, atau menikmati alam bawah laut di pantainya. Dari menara pandang, wisatawan dapat melihat keseluruhan area TN Baluran yang sangat indah.


Date : 01 - 03 Mei 2015

Itinerary :

Hari 1

Pukul 21.00 peserta berkumpul di meeting point (Terminal Bungurasih / Bandara Juanda, Surabaya). Kemudian berangkat menuju Bali.

Hari 2 (B, L, D)

Sekitar pukul 06.00 sampai di Bali. Sarapan terlebih dahulu sebelum beraktivitas. Pukul 08.00 memulai aktivitas snorkeling di Pulau Menjangan selama + 3 jam. Setelah bersih-bersih dan makan siang, kembali menyeberang ke Pulau Jawa dan kemudian menuju penginapan di Ijen. Setelah makan malam, acara bebas.

Hari 3 (B, L, D)

Pukul 00.00 bangun untuk bersiap menuju Pos Paltuding yang merupakan gerbang masuk menuju Kawah Ijen. Sekitar pukul 01.00 akan memulai pendakian menuju puncak Gunung Ijen. Pendakian sejauh 3 km akan ditempuh selama + 1.5 jam. Setibanya di puncak, kita akan turun menuju kawah untuk melihat fenomena “Blue Fire” yang hanya dapat dilihat saat dini hari atau sebelum matahari terbit. Selama + 4 jam kita akan menikmati pemandangan kawah dan sunrise dari puncak Gunung Ijen. Sekitar pukul 07.00 kita akan turun gunung dan kembali ke Paltuding, kemudian sarapan, istirahat sejenak, dan melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Baluran. Diperkirakan pukul 13.00 sudah tiba di Baluran. Check-in penginapan terlebih dahulu dan makan siang, kemudian acara bebas. Sore hari kita dapat menikmati matahari yang terbenam di balik Gunung Baluran.

Hari 4 (B, L)

Di pagi hari kita akan mengamati aktivitas hewan di Savanna Bekol dan dari menara pandang. Setelah itu menuju Pantai Bama untuk makan pagi dan menikmati suasana pantai. Sekitar pukul 10.00 bersiap kembali ke Surabaya. Diperkirakan pukul 19.00 sudah tiba di Surabaya, dan trip berakhir.

(B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)

Include :
- Elf AC + driver + BBM (include tol, parkir, dll)
- Tiket masuk TN Baluran
- Tiket masuk Kawah Ijen
- Tiket masuk Pulau Menjangan
- Tiket ferry Ketapang – Gilimanuk PP
- 1N homestay Baluran (1 kamar 2 orang)
- 1N homestay Ijen (1 kamar 2 orang)
- Makan 8x
- Guide
- Kapal tour Pulau Menjangan
- Peralatan snorkeling

Terms & Conditions :
1. Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp 500,000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran.
2. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan.
3. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus.
4. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan.
5. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%.
6. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%.
7. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat.


Contact :

Intan Primadewati
Call/WhatsApp : +6281233843907 / +6285748800237
Pin BB : 7535A773

Indra Yulianto
Call/WhatsApp : +6281286944675 / +6285645412245
Pin BB : 75A0A51D

Email : ber.angan@yahoo.com
Facebook : Berangan Trip Organizer
Twitter : @berangan_trip
Website : www.berangan.com
43
Central Java / Jalur Pendakian Gunung Raung
« Last post by vito10 on April 20, 2015, 03:37:55 PM »

Gunung Raung 3.332 (m dpl), berada dalam jajaran Pegunungan Ijen dan termasuk sebagai gunung berapi yang masih aktif dengan tipe stratovolcano, mempunyai kaldera di puncaknya yang berbentuk lingkaran (circular), Kaldera Gunung Raung mempunya dimensi luasan sekitar 750 m x 2,250 m dan masih selalu mengeluarkan asap dan semburan api.

Ada dua jalur yang bisa ditempuh dari Desa Ranu Pane menuju Mahameru. Tetapi kedua jalur tersebut akan bertemu di Ranu Kumbolo. 

  • Jalur Pendakian Gunung Raung via Kalibaru (Puncak Sejati).
  • Jalur Pendakian Gunung Raung via Sumber Waringin (Puncak Bayangan).

Peta Dua Jalur Pendakian Gunung Raung


Jalur Pendakian Via Kalibaru (Puncak Sejati)

Gunung Raung jalur kalibaru merupakan jalur pendakian terekstrim di Pulau Jawa, dimana diperlukan waktu pendakian normal selama 6 hari yang tentunay diperlukan juga fisik dan mental yang bagus serta peralatan khusus dan teknik pemanjatan untuk menggapai puncak sejatinya.Berikut ini adalah jalur pendakian dan pos yang akan dilewati untuk mencapai Puncak Sejatinya: Basecamp Rumah Pak Suto,– Pos1 Dimulai dari Basecamp/rumah Pak Suto akan berjalan sejauh 5600 m, melewati perkebunan penduduk yang mayoritas adalah perkebunan kopi, dan sekitar 2,5 jam kemudian akan tiba di Pos 1(ditandai dengan sebuah rumah bekas di tengah kebun kopi milik Pak Sunarya). Di sebelah kiri jalur Pos 1 ini ada jalur menuju sungai yang merupakan sumber air terakhir di jalur pendakian ini, disini diharapakan setiap pendaki untuk mengisi perbekalan air sebelum melanjutkan pendakian, dimana minimal setiap pendaki harus membawa 10 liter air. Apabila ingin mempersingkat waktu dan efektifitas tenaga maka untuk menuju Pos 1 dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan ojek dari basecamp dengan harga Rp. 10.000,- sampai dengan Rp. 15.000,-/Orang. Pos 1 ini terletak pada ketinggian 980mdpl. Pos 1 – Pos 2 Dari Pos 1 berjalan akan berjalan melewati batas perkebunan dan hutan, kemudian mulai memasuki hutan yang lebar namun lebat dengan pepohonan dimana terdapat banyak pohon dan semak berduri, jalan yang dilalui belum banyak menanjak dan cenderung melipir menyisiri hutan.Diperlukan waktu normal selama kurang lebih 4 jam untuk menempuh jarak dari Pos 1 menuju Pos 2 sejauh 4130 meter. Pos 2 ini merupakan tempat camp yang terluas selama jalur pendakian dan pendaki dapat bermalam disini. Pos 2 ini terletak pada ketinggian 1431 mdpl. Pos 2 – Pos 3 Dimulai dari Pos 2 inilah para pendaki akan mulai melalui track menanjak mengikuti punggungan dan tidak lagi melipir. Track yang dilalui cukup sempit dimana di sebelah kirinya adalah jurang. Diperlukan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai Pos 3, di pos 3 ini terletak persis di tengah jalur pendakian namun agak luas dan dapat mendirikan camp dengan 2 tenda.Camp 3 terletak pada ketinggian 1656mdpl. Pos3 – Pos 4 Lepas dari pos 3 pendakian dimulai dengan melalui jalan landai, kemudian akan melewati turunan sebelum berpindah punggungan dan melalui jalan menanjak yang cukup panjang. Setelah kurang lebih 2 jam akan tiba di Pos 4, sebuah tanah lapang yang sempit namun dapat digunakan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian. Pos 4 terletak pada ketinggian 1855 mdpl. Pos 4 – Pos5 Pendakian pada rute ini masih tetap dalam satu punggungan namun track yang dilalui semakin terjal dan rapat dimana banyak terdapat pohon berduri(disarankan selama pendakian menggunakan pakaian lengan panjang), bila hujan jalur ini akan menjadi sangat licin. Waktu yang diperlukan untuk melalui rute ini adalah selama lebih kurang 45 menit. Pos 5 ini tidak terlalu luas namun sedikit di bawah pos 5 juga terdapat tempat yang cukup luas untuk beristirahat dan biasanya di area pos 5 ini digunakan untuk tempat beristirahat makan siang sebelum melanjutkan pendakian. pos 5 terletak pada ketinggian 2115 mdpl. Pos 5 – Pos 6 Setelah beristirahat di pos 5 bersiaplah kita untuk melanjutkan pendakian yang semakin berat dimana jalurnya semakin terjal serta tipis dimana kanan-kiri jurang untuk itulah diharapkan berhati-hati saat melintasi rute ini. Rute ini tidak terlalu lama karena hanya sekitar 30 menit akan tiba di camp 6/Pos 3. Di pos 6 ini terdapat area camp yang berundak – undak sebanyak 3 undakan dan dapat digunakan untuk tempat bermalam. pos 6 terletak pada ketinggian 2285 mdpl. Pos 6 – Pos 7 Pendakian pada rute ini semakin berat dimana akan semakin mendekati puncak Gunung Wates, yang tentunya tracknya semakin terjal, jalur pendakiannya pun semakin terbuka dan udara semakin dingin diiringi angin yang semakin kencang dank abut tipis yang mulai turun menutupi jalur pendakian.Setelah sekitar 45 menit kita akan tiba di pos 7, yang merupakan camp di area terbuka, sebuah dataran yang cukup luas dan terbuka, dapat mendirikan 3 tenda. Di pos 7 ini kita dapat menikmati pemandangan negeri di atas awan yang sangat indah, dimana di depan terdapat puncak gunung wates, sebelah kiri dan kanan kita dapat melihat berjajar punggungan serta lembahan, dari kejauhan juga mulai tampak puncak raung yang berbentuk bebatuan, apabila malam dan kondisi cerah pemandangan bintang-bintang yang bertebaran di langit yang memancarkan sinarnya serta gemerlap lampu-lampu di perkotaan yang tampak dari kejauhan akan menjadi pemandangan yang dapat kita nikmati di malam hari, di pos 7 ini pun mulai terdapat bunga edelweisss yang apabila mekar menjadi pemandangan indah bagi kita. Kondisi di pos 7 ini tanahnya rawan longsor dan juga udara dingin serta angin yang berhembus kencang dikarenakan areanya yang sangat terbuka, untuk itulah agar berhati-hati jika ingin bermalam di pos 7 ini. pos 7 terletak pada ketinggian 2541 mdpl. Pos 7 – Pos 8 Perjalanan dari pos 7 menuju pos 8 diawali dengan melewati punggungan terakhir menuju puncak gunung wates selama sekitar 45 menit, sementara itu jalurnya cukup terjal dan rapat oleh pohon berduri. Dari puncak gunung Wates pendakian dilajutkan dengan melipiri punggungan yang sangat tipis dengan bibir jurang yang sangat membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian. Setelah berjalan melipir kita akan mulai melalui track menanjak dimana mulai terdapat vegetasi khas puncak gunung. Total waktu menuju pos 8 ini adalah sekitar 2 jam perjalanan normal.pos 8 terletak pada ketinggian 2876 mdpl. Pos 8 – Pos 9 Inilah rute terakhir yang harus dilalui sebelum mencapai puncak gunung raung, pada rute ini jalurnya semakin terjal, mulai banyak bunga edelweiss, vegetasinya pun semakin jarang dan pepohonan tua yang menjadi ciri khas sebelum puncak gunung. Setelah berjalan sekitar 1 jam barulah kita tiba di pos 9 yang merupakan camp terakhir yang dapat kita gunakan untuk beristirahat, di pos 9 ini merupakan batas vegetasi sebelum melewati bebatuan untuk mencapai puncak raung. Pos 9 terletak pada ketinggian 3023 mdpl. Pos 9 – Puncak Raung Dari pos 9 yang merupakan batas vegetasi selanjutnya kita berjalan selam lebih kurang 10 menit dan akan tiba di puncak semu gunung raung 3154mdpl, tak jarang puncak ini juga dinamakan puncak kalibaru sebagai mana jalur pendakian ini. Di atas puncak gunung raung inilah kita kembali dapat menikmati keindahan negeri di atas awan, dimana dapat memandangi indahan awan yang serasa begitu dekat dan sejajar dengan kita, dari kejauhan tampak menjulang deretan punggungan gunung argopuro dan semeru, sementara pada arah sebaliknya dapat memandangi laut dan pulau Bali di seberang sana, selain itu di depan kita telah tampak jalur menuju puncak sejati yang sangat menantang, bebatuan dengan kanan kiri jurang dalam yang cukup memacu adrenalin kita sebelum menapakinya, dan yang tidak kalah juga adalah pemandangan puncak 17 yang berbentuk piramida yang seoleh mengundang kita untuk segera mencapai puncaknya. Puncak Raung – Puncak Sejati Gunung Raung Inilah rute pendakian terakhir dan juga terekstrim yang harus kita lalui untuk mencapai puncak sejati. Dimulai dari puncak raung kita berjalan turun melipiri bibir jurang lalu mengikuti sebuah jalan landai dan akan tiba di titik ekstrim yang pertama. Di titik ini kita harus melipir tebing bebatuan dimana di sebelah kanan adalah jurang sedalam 50 meter, untuk itulah di titik ekstrim pertama ini kita memasang jalur pemanjatan kurang lebih 5 meter, di jalur telah terpasang 1 buah hanger, 1 bolt dan di titik anchor atasnya terdapat pasak besi yang telah tertanam, dapat digunakan sebagai anchor utama. Setelah melewati titik ekstrim 1 kita terus bejalan menanjak menuju puncak 17/piramida,sampai pada titik ekstrim yang kedua yaitu 10 meter sebelum puncak 17. Disini kita kembali harus membuat jalur pemanjatan, dimana leader melakukan artificial climb selajutnya setibanya di puncak 17 memasang fix rope untuk dilalui orang selanjutnya dengan teknik jumaring. Selanjutnya perndakian dilakukan dengan melipir dan menuruni bibir jurang yang tipis sekali, disini merupakan titik ekstrim ketiga yang juga harus dipasangi pengaman bisa dengan menggunakan tali kernmantel ataupun dengan membentangkan webbing sejauh kurang lebih 10 meter. Selepas dari titik ekstrim ketiga ini kita terus berjalan agak landai menelusuri jalan setapak yang sangat tipis sekali dengan kanan kiri jurang sedalam 50 meter. Akhirnya tibalah kita di titik ekstrim yang keempat/terakhir dimana kita harus memasang jalur untuk menuruni tebing 15 meter dan menggunakan teknik rappelling untuk mencapai ke bawah. Sesampainya di bawah kita masih harus melanjutkan perjalanan, agak berjalan menurun ke bawah kita tiba di sebuah tempat lapang dan teduh yang biasanya digunakan untuk tempat beristirahat sebelum melalui tantangan terakhir yaitu mencapai puncak tusuk gigi(bentuknya menyerupai tusuk gigi) dan puncak sejati. Dari tempat istirahat ini perjalanan kembali menanjak dengan tingkat kemiringan yang cukup terjal dimana jalur yang harus dilalui adalah batuan lepas dan berpasir yang apabila diinjak rawan sekali untuk longsor, untuk itulah diperlukan kehati-hatian dan menjaga jarak antar pendaki selama melewati track ini agar apabila longsor batuan lepas tersebut tidak membahayakan pendaki di bawahnya. Setelah mengakhiri tanjakan pada track bebatuan ini tibalah kita di puncak tusuk gigi yang tedapat banyak bebatuan besar,setelah itu dari puncak tusuk gigi kita melipir ke belakang dan kemudian berjalan agak menanjak sekitar 100 meter tibalah kita di tempat yang menjadi tujuan akhir dari pendakian ini, ya itulah PUNCAK SEJATI GUNUNG RAUNG 3344 MDPL, ditandai dengan sebuah triangulasi dan plang puncak sejati serta pemandangan sebuah kawah besar yang masih aktif yang setiap saat mengeluarkan asapnya.

Jalur Pendakian Via Sumber Waringin


Pondok motor Inilah shelter pertama, biasanya ada beberapa menawarkan jasa ojek ke tempat ini. Lumayan, kita bisa hemat waktu. Karena dari basecamp ke pndok ini kalau jalan kaki kita membutuhkan energy dan waktu untuk menempuh kurang lebih 8 Km, dan biasanya di tembuh sekitar 4 jam. Dan ingat! Tidak ada sumber air di gunung raung kecuali di basecamp!  Pondok Sumur Shelter berikutnya, biasanya di gunakan untuk istirahat sejenak. Dari sekitar 6 jam perjalanan dari pondok motor. Disini tempatnya tidak begitu luas cuma cukup untuk 2 tenda saja.  Pondok Tonyok Sekitar 2 jam perjalanan dari pondok sumur. Tempat ini lumayan luas, cukup untuk 4 tenda, tapi penulis mengabaikan tempat ini untuk tempat bermalam atau mendirikan tenda, karena alasan memperpendek jangkauan dari camp ke puncak.  Pondok Demit Inilah tempat paling efisien untuk mendirikan camp. Ciri tempat ini adalah pohon kembar berdekatan, yang di bawahnya kita bisa mendirikan tenda, tapi cuma cukup 2 tenda saja. Dari sini biasanya dengan metode summit attack untuk pergi ke puncak. Jadi barang dan logistic kita tinggal di camp, dan melanjutkan perjalanan ke puncak. Hal ini di pilih oleh penulis karena sangat efisien, dan pendakian akan lebih ringan tanpa membawa beban. Biasanya summit attack di mulai jam 3 pagi, karena dari pondok demit ke puncak dibutuhkan waktu 2 jam, jadi kita masih bisa menikmati sunrise di puncak gunung raung.  Pondok Mayit Saat kita summit attack, pasti melewati shelter ini. Ini merupakan tempat yang sangat lapang, tapi sayangnya tempatnya agak miring. Disini kita bisa mendirikan lebih dari delapan tenda.  Pondok Angin Ini adalah satu-satunya shelter yang memiliki tempat tang benar-benar terbuka, disini kita merasa di ketinggian, karena pandangn yang luas dan tanpa terhalang oleh pohon-pohon yang lebat.  In Memoriam Deden Hidayat Ini merupakan batar vegetasi di gunung raung, di tempat ini terdapat prasasti in memoriam deden hidayat, adalah seorang pendaki yang tewas di gunung raung. Dari sini perjalan ke puncak mempunyai medan yang terjal dan berbatu cadas sampai mengantarkan kita di bibir kawah.  Puncak Raung Untuk menuju kepuncak di butuhkan nyali yang agak memadai, soalnya jalur ke puncak kita diwajibkan berjalan di bibir kawah yang membuat kaki kita kadang merinding. Untuk kesana silahkan ambil jalur ke kiri / ke timur dengan medan yang memang menanjak. Dan pilihlah jalur yang paling aman. Ingat! Keselamatan anda tidak bisa di beli di apotek manapun!  Suggested camp Untuk pendakian jalur sumber waringin, Bondowoso, penulis menyarankan untuk menggunakan pondok demit atau atasnya untuk camp. Ini disarankan jika piknikers mendaki dengan satu kali bermalam saja.  Puncak Puncak gunung raung adalah salah satu dataran tertinggi di bibir kawah. Yang sebenarnya puncak yang kita daki dari jalur ini adalah titik tertinggi kedua. Puncak tertinggi pertama tidak bisa di akses dari jalur ini. Jika ingin ke puncak tertingginya maka piknikers harus mendaki via jalur selatan yaitu jalur kalibaru di Banyuwangi.
44
Tour & Travel Package / Wisat Murah di Malang PIN BB 7D143CDF
« Last post by andri23 on April 20, 2015, 11:41:28 AM »
Percayakan liburan Anda bersama kami Nahwa Tour karena kami akan membuat waktu liburan Anda menjadi berkesan dan tidak akan dapat dilupakan keindahannya.Kenapa Memilih Kami?
Kami berpengalaman dalam mempersiapkan kebutuhan liburan Anda.
Anggota Tim yang kompak, solutif, informatif dan bersahabat.
Sarana dan Prasarana yang terstandarisasi untuk liburan Anda.
Kami mendokumentasikan momen-momen liburan Anda bersama keluarga atau teman.untuk info lebih jelasnya lagi silahkan kunjungi situs ini segera
http://nahwatour.com/
45
East Nusa Tenggara / How to get to Alor Island
« Last post by Alordivers on April 17, 2015, 11:21:52 PM »
Practical information and prices for your diving trip to Alor, Indonesia. We manage your domestic flights and transfers so you can relax and focus on diving.

Alor is easy to access: two airlines connect Alor to Kupang many times a week (Lion Air - www.lionair.co.id and Trans Nusa - www.transnusa.co.id). Kupang itself is daily connected to all major Indonesian cities and has international flights to Darwin and Dili (see FLIGHT MAP under) twice a week.



Read More : http://www.alor-divers.com/info-diving-indonesia.html
46
Aceh / Re: Pulau Weh: Discover the Hidden Beauty of Underwater
« Last post by Alordivers on April 17, 2015, 11:12:17 PM »
hidden beauty of under water absolutely true. never been scuba diving there, but by the reference i read and it's such beautiful dive site.
47
South Sumatra / Re: Tourist attractions in Palembang and around, please.
« Last post by Alordivers on April 17, 2015, 11:07:25 PM »
the suggest from gilicatsanur was good. it's really help me to explore south sumatra :)
48
Banten / Re: Angkringan Sego Kucing
« Last post by andalus on April 16, 2015, 12:17:17 PM »
enak nih sego kucing  :D
49
East Java / Re: The Official Website about East Java Tourism
« Last post by andreas95 on April 16, 2015, 05:57:01 AM »
Welcome to Jember ,

Jember is one of the regencies located in the eastern part of the province of East Java which has great tourism potential. Geographically it borders the Indonesian ocean in the south. Jember has beautiful views along the beach. In the northern and eastern part of Jember there are mountain ranges where spectacular waterfalls can be found. Jember is also famous for its plantations. Therefore many foreign tourists are interested in the agro tourism available in Jember.



More info visit :
http://jember.eastjava.com
50
Community FAQ / Solar eclipse 2016 in Indonesia
« Last post by powell on April 15, 2015, 08:11:45 PM »
I have seen a cruise advertised on a uk website http://www.small-cruise-ships.com/ for a crusie to see the solar eclipse in 2016. Is there another way to see this eclipse in Indonesia?
Pages: 1 ... 3 4 [5] 6 7 ... 10