Beranda Kembali ke Indonesia.travel

Indonesia.travel Highlight: Tour de Singkarak 2013

NEWS DETAIL

Go Back

Keindahan Danau Singkarak Menutup Rangkaian Etape Terakhir Tour de Singkarak 2011

posted_on 1 Jan 1970 07:00 | id_view 472

Keindahan Danau Singkarak Menutup Rangkaian Etape Terakhir Tour de Singkarak 2011

Kombinasi warna biru cakrawala dipadu renyahnya sinar Matahari memantul di Danau Singkarak yang indah. Tempat ini menjadi lokasi sempurna untuk mengakhiri lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2011 yang sudah berlangsung selama 7 hari. Tour de Singkarak (TdS) 2011 ditutup resmi oleh Dirjen Pemasaran Kemenbudpar, Sapta Nirwandar di Danau Singkarak, Sumani, Singkarak, Sumatera Barat.

7 etape yang digelar dalam TdS  2011 akhirnya diakhiri di dermaga Danau Singkarak yang sudah penuh sesak oleh masyarakat yang antusias ingin menonton. Tempat ini seakan ingin mentasbihkan diri sebagai ikon dan cikal bakal digelarnya lomba internasional balap sepeda yang digagas pemerintah daerah Sumatera Barat.

Acara penutupan Tour de Singkarak membuat antrean kendaraan panjang yang melintas di kawasan tersebut. Ruas jalan lintas Sumatera Solok-Padang Panjang mengalami kemacetan sepanjang lebih dari 1 km dari dua arah berlawanan. Sebelumnya pun selama 2 jam jalur tersebut ditutup karena akan dilewati para pembalap yang beradu cepat mencapai garis finish.

Tour de Singkarak merupakan mega event promosi pariwisata yang digandengkan dengan olahraga sepeda berkelas intenasional. Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar menyatakan kepada Indonesia.travel, “Event Tour de Singkarak akan kembali digelar tahun depan dengan mengambil beberapa evaluasi penyelenggaraan tahun ini”. Event gabungan ini akan terus ditingkatkan agar dapat sejajar dengan Tour de France dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian dan sektor pariwisata Sumatera Barat.

Sapta menambahkan juga harapannya agar pariwisata dan ekonomi di Sumatera Barat dapat berkembang karena penyelenggaraan TdS 2011 ini. Diharapkan pemerintah kabupaten maupun kota ke depan dapat meningkatkan sarana dan prasarana pendukung seperti akomodasi penginapan. Hal ini mengingat keterbatasan kamar hotel sehingga peserta TDS 2011 hanya bisa menginap di tiga kota yang menjadi tempat finish, yaitu Padang, Bukittinggi dan Sawahlunto. Dengan tersedianya akomodasi maka nantinya peserta Tour de Singkarak dapat menginap untuk menikmati keindahan alam di tempat yang disinggahi dari tiap etapenya.

Tour de Singkarak telah menyibakkan kepada dunia tentang keindahan dan keajaiban yang tersembunyi dari Padang sampai ke Danau Singkarak. Sapta Nirwandar menyebutkan bahwa peserta dari luar negeri mengidentikkan keindahan Sumatera Barat seperti Swiss yang hijau karena memiliki bentang alam yang indah seperti gunung yang menjulang tinggi, lembah hijau yang subur, serta sawah-sawah yang terhampar menawan di pedesaan dan perbukitan, hanya saja di tempat ini tidak ada salju.

Tour De Singkarak 2011 yang masuk dalam agenda tahunan Uni Cycliste Internationale (UCI) juga telah didukung promosinya ke seluruh dunia. Keindahan alam Sumatera Barat secara langsung telah diliput oleh 70 media dari dalam dan luar negeri meliputi jurnalis dan fotografer dari media cetak, online, radio, serta tv. Peliput luar negeri salah satunya adalah media dari Jepang, Malaysia, Hongkong, juga secara khusus diliput tevelisi Eropa Eurosport.

Ketua Konsultan Tour de Singkarak yaitu Amaury Sport Organization (ASO) Robin Cassuto menyatakan kepada Indonesia.travel bahwa event tahunan TdS berpotensi untuk di tingkatkan lagi menjadi event bergengsi di dunia. Cassuto terkesan dengan sambutan masyarakat yang sangat antusias di setiap rute yang dilalui TdS 2011. Menurutnya selain Tour de France maka Tour de Singkarak termasuk peringkat teratas sebagai event yang mendapat sambutan masyarakat yang paling meriah.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebutkan bahwa event ini ke depan dapat dilalui oleh seluruh kabupaten kota yang ada di Sumbar, “Kami akui semua daerah sangat antusias dengan pelaksanaan TDS ini, jadi untuk ke depannya kami akan melakukan evaluasi agar pelaksanaanya lebih matang lagi,” ujar mantan anggota DPR RI itu.

 

Amir Zargari Juara Tour de Singkarak 2011

Pembalap Amir Zargari dari Iran berhasil menjadi juara umum Tour de Singkarak 2011 meski ia tidak merebut gelar juara pada etape terakhir 7B dari Danau Kembar ke Danau Singkarak sejauh 70 km.

Sebagai juara umum Amir mencatat waktu total tercepat 17 jam 52 menit 01 detik. Peringkat kedua ditempati Rahim Emami (17,52:01 detik), disusul Golakhour Pourseyedi (17:53:43 detik). Tahun lalu Amir menempati peringkat ketiga setelah rekan senegaranya Ghader Misbani dan Hossein Askari dari Tim Tabriz Petrochimical yang absen tahun ini.

Amir yang hobi membaca dan bermain voli disela-sela latihannya menuturkan kepada Indonesia.travel bahwa ia akan berupaya mempertahankan gelar juaranya ini di tahun depan. Selain itu ia juga menyarankan pembalap sepeda potensial dari Indonesia harus lebih banyak jam terbang dengan mengikuti beragam event intenasional.

Dalam Tour de Singkarak 2011, pembalap Iran mendominasi lomba termasuk meraih gelar raja tanjakan dalam etape secara keseluruhan. Kategori ini direbut Golakhour Pourseyedi di posisi pertama dengan total 45 poin dikuti rekan satu timnya yaitu Rahim Emami dan Amir Zargari.

Dominasi pembalap asal Iran tersebut sekaligus menempatkan mereka sebagai tim terbaik dengan total catatan waktu 53:37:46 detik, terpaut 32:55 detik dari Team Hongkong China di posisi kedua kemudian posisi ketiga adalah Prima Utama Pelatnas Sea Games yang terpaut 36:05 detik.

Dalam kategori pembalap nasional juara direbut atlet pelatnas SEA Games Tim Prima Utama yaitu Agung Alisyahbana dengan catatan waktu 18:04,39 detik. Disusul di posisi kedua adalah Hari Fitrianto dengan catatan waktu 1805,24 detik, dan ketiga pembalap veteran Indonesia berusia 38 tahun yaitu Tonton Susanto dengan catatan waktu 18:07:33 detik.

Dalam kategori juara sprinter diraih pebalap Terengganu Pro-Asian Cycling, Chan Jae Jang dengan 18 points, terpaut 10 points dari pebalap Indonesia Herwin Jaya di posisi kedua, serta Projo Waseno yang menempati posisi ketiga dengan 7 poin.

Berikut ini rincian juara keseluruhan Tour de Singkarak 2011.

Juara pembalap tercepat yang menjadi juara umum (yellow jersey) :

1.    Amir Zargari  (17:52:01 detik) dari tim Azad University Iran

2.    Rahim Emami  (17:52:17 detik) dari tim Azad University Iran

3.    Golakhour Pourseyedi  (17:53:43 detik) dari tim Azad University Iran

Juara pembalap Indonesia tercepat (red and white jersey) :

1.    Agung Alisyahbana (18:04:39 detik) dari tim Prima Utama Pelatnas SEA Games

2.    Hari Fitrianto (18:05:24 detik) dari tim Prima Utama Pelatnas SEA Games

3.    Tonton Susanto (18:073:33 detik) dari tim Prima Utama Pelatnas SEA Games

Juara pembalap juara sprinter (green jersey) :

1.    Chan Jae Jang  (18 point) dari tim Terengganu Pro-Asia Racing Team

2.    Herwin Jaya (8 points) dari tim Poligon Sweet Nice Surabaya

3.    Projo Waseno (7 points) dari tim United Bike Kencana  Malang

Juara pembalap raja tanjakan (polka dot jersey) :

1.    Golakhour Pourseyedi (45 points) dari tim Azad Univercity Iran

2.    Rahim Emami (44 point) dari tim IUA Azad Univercity Iran

3.    Amir Zargari (43 point)dari tim IUA Azad Univercity Iran

Tim terbaik TdS 2011:

1.    Azad Univercity Iran (53:37:46 detik)

2.    Team Hongkong China (54:10:41 detik)

3.    Prima Utama-Pelatnas Sea Games (54:13:51 detik)

 

Tour de Singkarak 2011 telah melewati jalur-jalur menantang mengelilingi Provinsi Sumatera Barat. Menyibak keindahan alam dan keunikan budaya yang dilewati rute balapan ini, yaitu Padang, Pariaman, Bukittinggi, Lembah Harau, Payakumbuh, Sawahlunto, Padang Panjang, dan Solok.

Mega event ini berhasil menguak betapa menawannya Sumatera barat dalam setiap lekuk lembah yang subur permai, gunung yang menjulang berbaris-baris, sawah yang berjenjang dan terhampar luas, serta danau yang membentang memantulkan kilauan sinar Matahari. Siapapun dipersilakan datang kembali ke Tour de Singkarak di Sumatera Barat tahun depan untuk mencicipi keindahan alamnya, keunikan budaya, dan kelezatan kulinernya.