Beranda Kembali ke Indonesia.travel

Indonesia.travel Highlight: Tour de Singkarak 2014

NEWS DETAIL

Go Back

Tour de Singkarak 2014 Kenalkan Puncak Lawang Agam yang Menawan

posted_on 1 Jan 1970 00:00 | id_view 1547

Tour de Singkarak 2014 Kenalkan Puncak Lawang Agam yang Menawan

“Jika makan arai Pinang, makanlah dengan sirih yang hijau, jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau”.

 

Itulah petikan pantun dari Presiden Soekarno untuk memuji keindahan panorama alam Danau Maninjau. Nyatanya memang demikian, tempat ini begitu menawan dan memang sayang bila dilewatkan untuk tidak dikunjungi saat berada di Sumatera Barat. Puncak Lawang  sanggup membuat pengunjungnya betah berlama-lama menikmati lansekap alam yang indah dari Tanah Minang.

 

Puncak Lawang yang menjadi lokasi finish etape kempat TdS 2014 berlokasi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tempat di ketinggian 1.210 m dpl tersebut merupakan bukit untuk memandang panorama Danau Maninjau secara lengkap mulai dari tepian hingga ujung rentetan Bukit Barisan. Puncak Lawang juga seringdigunakan sebagai tempat diselenggarakannya kejuaraan paralayang internasional. Bahkan, banyak pihak menyebut bahwa Puncak Lawang merupakan lokasi paralayang terbaik di Asia Tenggara.

 

Di Puncak Lawang tersediapenginapan dan restauran, jugaberagam kegiatan outbone, susur sungai dan gua, hingga trekking ke hutan untuk melihat bunga raflesia atau menyambangi air terjun tujuh tingkat di bawah kaki Bukit Lawang. Untuk kulinernya ada kacang matur yang disangrai tanpa minyak, gula tebu (saka lawang) dengan rasa manisyang khas. Anda juga bisa mencicipi berbagai olahan labu di daerah ini seperti kolak dan cendol labu yang nikmat rasanya.

 

Puncak Lawang dapat ditempuh selama 4 jam berkendara melalui dari Kota Padang melewati Pariaman kemudian Lubuk Basung hingga memasuki Maninjau dan menaiki Kelok 44. Jalur lainnya dapat pula melalui Bukittinggi dilanjutkan ke Matur hingga menanjakke Puncak Lawang. 

 

Pebalap Iran Kembali Mendominasi

 

Setelah menempuh rute panjang, etape keempat Tour de Singkarak 2014benar-benar membuat pebalap merasakan tantangan cukup berat sejauh 165 km. Start dari Jam Gadang Bukittinggi pagi hari pada Selasa (10/6) dengan finish ke Puncak Lawang di Kabupaten Agam.

 

Jumlah pebalap yang turun dalam etape keempat ini sebanyak 104 riders dari 18 tim. Itu berkurang cukup banyak dibandingkan etape pertama dengan 144 pebalap. Dua etape berat yang dilalui sebelumnya rupanya telah membuat banyak pebalap berguguran. Etape keempat kali ini bersama etape kedelapan nanti disebut-sebut merupakan etape yang dapat memberikan pemenangnya menjuarai TdS 2014.

 

Di etape keempat, pebalap harus melahap rute tanjakan di Kelok 44 bahkan terus hingga di garis finish. Rute kali ini juga memiliki karakteristik lengkap mulai dari jalanan lurus, rolling, hingga titik King of Mountain (KOM) level 1 di Kelok 44.

 

Seperti etape sebelumnya, pebalap Iran kembali mendominasi. Rahim Emami dari Pishgaman Yazd (PKY) berhasil menjuarai etape ini dengan catatan waktu 04:28:15. Posisi kedua adalah Amir Zargari, dengan catatan waktu 04:28:31, kemudian posisi ketiga Ramin Mehrbaniazar dengan catatan waktu 4:28:44.

 

Dalam klasifikasi umum sementara,Amir Zargari (Pishgaman Yazd) masih memuncaki klasemen (Kaus Kuning) dengan total waktu 7 jam 51 menit 36 detik. Arvin Moazemi Godarzi (Pishgaman Yazd) menempati posisi kedua dengan 7.53.01, dan ketiga adalah Hossein Alizadeh (Tabriz Shahrdari Ranking) dengan 7.53.11. Untuk Kaus Polkadot (Raja Tanjakan), masih dikuasasi Ramin Mehrbaniazar (Pishgaman Yazd) 20 poin, Amir Zargari (Pishgaman Yazd) 11 poin, kemudian Arvin Moazemi Godarzi (Pishgaman Yazd) 11 poin.

 

Sementara itu, untuk Kaus Hijau (Raja Sprint) dikuasai Arvin Moazemi Godarzi (Pishgaman Yazd) dengan 15 poin, disusul Yousif Mohamed (Uni Emirat Arab) 12 poin, Sajjad Sabouri (Tabriz Petrochemical Team) 7 poin.Adapun, Kaus Merah Putih (pebalap Asia Tenggara) dikenakan Dadi Suryadi (Pegasus Continental Cycling Team) dengan total waktu 7.56.18, kemudian Boots Ryan Cayubit (7 Eleven) dengan total waktu 8.00.17, serta Bambang Suryadi (Timnas Indonesia) di posisi ketiga dengan 8.00.17.