Beranda Kembali ke Indonesia.travel

Indonesia.travel Highlight: Tour de Singkarak 2014

NEWS DETAIL

Go Back

Etape Lima TdS 2014 Bawa Pebalap Hampiri Danau Singkarak

posted_on 1 Jan 1970 00:00 | id_view 2203

Etape Lima TdS 2014 Bawa Pebalap Hampiri Danau Singkarak

Pertarungan balap sepeda Tour de Singkarak 2014 semakin seru di etape kelima. Start lomba bermula dari Kantor Bupati Payakumbuh menuju ke Danau Singkarak di Kabupaten Solok. Dalam etape kelima ini, para pebalap menyusuri lintasan yang cenderung datar dengan dua titik sprint di Payakumbuh (km 17,5) dan di Jalan Sukarno-Hatta Batu Sangkar (km 69,5). Rute yang dilalui ini dinilai ideal bagi pebalap spesialasi sprint, berbeda dibandingkan etape sebelumnya yang didominasi tanjakan atau titik King of Mountain (KOM).

 

 

Pebalap sepeda asal Spanyol, Oscar Pujol Munoz, berhasil menjuarai etape kali ini dengan catatan waktu 2 jam 23 menit 42 detik. Juara TdS 2012 tersebut mengalahkan pebalap Tim Nasional Indonesia, Hari Fitrianto di posisi kedua dan pebalap Team 7 Eleven Road Bike Philippines, Edgar Nohales Nieto di posisi ketiga.

 

Dalam klasemen umum hingga etape lima masih dikuasai pebalap asal Iran. Posisi pertama dan kedua dipegang Amir Zargari dan Rahim Emami yang keduanya dari dari tim Pishgaman Yazd Iran kemudian Hossein Alizadeh kokoh di posisi ketiga.Dalam klasifikasi pebalap Asia Tenggara, Dadi Suryadi dari tim Pegasus Continental Cycling berhasil mempertahankan dominasinya. Menguntitnya ada dua pebalap, yakni Bambang Suryadi dari Tim Nasional Indonesia dan Ryan Boots Cayubit asal tim 7 Eleven Road Bike Filipina.



 

Kemenangan Pujol ini seakan bentuk pembalasan atas kekalahannya di etape-etape sebelumnya dimana para pebalap Iran selalu berhasil mengalahkannya di medan tanjakan. Kendati tampil sebagai yang tercepat di Etape 5, posisi Pujol di klasemen umum sementara belum berubah. Pebalap asal Spanyol itu masih menempati peringkat 8 klasemen umum sementara dengan waktu akumulatif, 14 jam 51 menit 33 detik. Dengan kemenangan ini Pujol masih berkesempatan mengumpulkan poin untuk menyodok ke peringkat atas klasmen.



Danau Singkarak dijadikan nama event balap sepeda ini bukan tanpa alasan karena danau terbesar kedua di Indonesia ini (129.70 kilometer persegi) memang memiliki daya tarik menawan. Wisatawan dapat menghabiskan waktu di Singkarak dengan beragam kegiatan seperti berjalan-jalan, paralayang, parasailing, berenang, memancing, ataupun bermain kano.

Keindahan Danau Singkarak sudah tersebar sejak 1905 saat seorang naturalis bernama Ernst Haeckel mengenalkannya dalam sebuah buku biology. Ernst Haeckel terkesima dengan indahnya panorama danau nan cantik ini sehingga ia pun seakan tak tahan untuk menuangkannya pada sebuah gambar lukis.

 

 

Di Danau Singkarak hidup lebih dari 19 jenis ikan dan yang istimewanya adalah ikan bilih (Mystacoleucus padangensis). Ikan tersebut sulit dibudidayakan di luar Singkarak dan bila dipaksakan pun rasanya akan berbeda, bahkan sekalipun dengan dibudidayakan dalam jala terapung yang ada di Danau Singkarak. Olahan ikan bilih biasanya digoreng kering atau dicocol dengan sambal hijau. Pastikan Anda membeli oleh-oleh ikan bilih yang telah digoreng kering dalam bungkusan untuk dibawa pulang.



Danau Singakrak mudah dicapai karena di pinggir jalanan berkelok antara Kabupaten Tanah Datar dan Solok. Untuk berkunjung ke Danau Singkarak Anda dapat menempuh jalan darat sekira 2 jam dari Kota Padang. Lokasi untuk menikmati panorama Singakrak dapat memilih antara Kenagarian Kacang, Paninggahan, Malalo, atau Pitalah. Apabila Anda datang dari arah Kabupaten Tanah Datar maka dapat menuju Panorama Payorapuih di Kecamatan Batipuh yang menyuguhkan pemandangan Danau Singkarak berlatar Gunung Merapi dan Bukit Patah Gigi.