Beranda Kembali ke Indonesia.travel

Indonesia.travel Highlight: Tour de Singkarak 2014

NEWS DETAIL

Go Back

Amir Zargari Juarai Tour de Singkarak 2014: Lancar dan Gemilang Pelaksanaanya

posted_on 1 Jan 1970 00:00 | id_view 1403

Amir Zargari Juarai Tour de Singkarak 2014: Lancar dan Gemilang Pelaksanaanya

Amir Zargari pebalap dari tim Pishgaman Yadz  (Iran) berhasil menjadi juara umum ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2014 pada Minggu (15/6). Rute akhir tersebut ditutup dalam etape sembilan dari Pantai Carocok di Painan, Pesisir Selatan menuju Kota Padang, ibukota Sumatera Barat dengan memutarinya sebanyak 5 kali.

 

 

 

Amir Zargari mengulang suksesnya menjuarai Tour de Singkarak yang pernah diraih pada 2011 saat bergabung bersama Azad University. Tahun ini total catatan waktu Amir untuk menyelesaikan balapan dengan jarak tempuh 1.250 kilometer dalam sembilan etape adalah 28.31.48. Amir berhasil mengalahkan 130 pebalap dari 18 tim dalam tour selama sembilan hari tersebut.

 

Uniknya adalah sebuah keistimewaan karena Amir Zargari meraih juara TdS 2014 ni dengan tidak pernah menjadijuara satudari sembilan etape yang dilombakan. Prestasi terbaik pebalap berusia 34 tahun ini adalah menjadi peringkat dua pada etape empat dari Bukittinggi menuju Agam dan pada etape delapan dari Sawahlunto menuju Solok Selatan, serta peringkat tiga di etape dua dari Pasaman menuju Pasaman Barat.

 

Dalam etape terakhir kesembilan, Amir tidak berhasil menjadi juara namun catatan waktunya masih tidak tergeser oleh pebalap lain sehingga otomatis menjadi juara TdS 2014. Juara etape sembilan adalah pebalap dari tim Avanti Racing Team Australia, yaitu Brenton Jones dengan catatan waktu 2.43.12.

 

Untuk hasil klasifikasi akhir lainnya dalam Tour de Singkarak 2014, predikat Raja Tanjakan (polkadot jersey) diraih pebalap dari Pishgaman Yazd Iran, Ramin Mehrbaniazar dengan 40 poin. Sedangkan Raja Sprin (green jersey) direbut oleh pebalap 7 Eleven Filipina, Cris Joven dengan 35 poin.

 

Dalam kategori tim terbaik, Pishgaman Iran menjadi tim tercepat dengan total raihan waktu 85 jm 37 menit 28 detik. Mereka menyisihkan tim Iran lainnya, Tabriz Shahdari Rangking dan Team 7 Eleven Roadbike dengan gap waktu 24 menit 10 detik dan 55 menit 52 detik.

 

Tour de Singkarak 2014 sendiri telah menyajikan rute balapan yang menantang. Ajang ini begitu ketat dan seru dalam persaingannya dimana karakteristik lintasan balap menjadi penyebab tidak adanya dominasi dari satu pebalap.

 

Tour de Singkarak 2014  sendiri terselenggara dengan lancar dan gemilang. Hal ini berkat kerjasama erat berbagai pihak, yaitu:Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota di Sumatera Barat, dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).

 

Kesuksesan tersebut seperti diutarakan oleh Brian Cookson selaku President of International Cycling Union (UCI) bahwa Tour de Singkarak sangat diminati banyak pebalap dan penontonnya. President of Commissaire Panel TdS 2014, Peter Tomlinsen senada mengutarakan kepada Indonesia Travel bahwa ajang balap sepeda ini gemilang digelar. Ia mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskannya termasuk pihak keamanan yang sangat membantu memberikan ruang rute yang aman dilalui pebalap.

 

Dalam penyelenggaraanya di tahun keenam ini Tour de Singkarak telah membuahkan dampak positif di berbagai bidang terutama mempromosikan Sumatera Barat ke mancanegara. Event ini juga memacu pembangunan infrastruktur daerah serta membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi. Secara bertahap kegiatan TdS melahirkan dampak berantai efek ekonomi, diantaranya tumbuhnya perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, dan  tujuan wisata.

 

 

Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, mega event sport tourism ini juga telah memberi dampak positif beragam usaha ekonomi kreatif di sekitar wilayah yang dilalui rute lomba. Selain itu, Saat lomba ini dilangsungkan, jumlah berita yang muncul terkait TdS dan potensi pariwisata Sumatera Barat sangat besar karena mediayang meliput (115 awak media) datang dari berbagaikategori termasuk televisi, radio, media massa cetak dan juga online. 

 

Beberapa pebalap mengutarakan kepada Indonesia Travel bahwa TdS akan selalu dikenal dengan Kelok 44, Kelok 9, dan tanjakan mematikan di Bukit Sileh. Selain itu, bagi para pebalap mereka sangat senang bisa menyaksikan keindahan alam Sumatera Barat, seperti saat melalui Danau Singkarak, Danau Kembar, Lembah Harau, Danau Maninjau dan Puncak Lawang, Jam Gadang Bukittinggi, Sawahlunto, Istano Basa Pagaruyung, dan lainnya.

 

 

Peserta lomba juga terkesan dengan keramahan orang Indonesia serta sajian kuliner khas Minang yang lezat. Hal ini seperti diutarakan Amir Zargari kepada Indonesia Travel bahwa ia amat terkesan dengan keramahan warga Sumatera Barat dan tentunya sangat berharap kembali mengikuti ajang ini tahun depan.

 

"Saya sudah empat kali mengikuti ajang ini dengan tim yang berbeda. Tentu senang bisa kembali mengulang hasil seperti tiga tahun lalu. Saya pasti akan kembali apapun yang terjadi," ujarnya.

 

Rencananya pelaksanaan Tour de Singkarak 2015 akan berlangsung pada 19-27 September 2014. Ada tiga kandidat yang akan menjadi tuan rumah pembukanya, yaitu: Pesisir Selatan, Agam, dan Padang Panjang. Perubahan jadwal TdS tahun depan juga diarahkan terkait persiapan daerah penyelenggara dan untuk menambah peserta dari luar negeri, khususnya negara  Eropa agar dapat memberikan pesaing bagi tim asal Iran yang senantiasa mendominasi selama hampir 6 tahun penyelenggaraan.