Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (1 votes)
 

Dilihat:29224

Beranda » Jembatan Ampera

Jembatan Ampera

 

Tinjauan

Jembatan Ampera dibangun pada bulan April 1962, setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Soekarno. Pada awalnya, panjang jembatan ini 1.177 meter dan lebar 22 meter disebut jembatan Bung Karno. Secara resmi dibuka pada tanggal 30 September 1965 oleh Let. Jendral Ahmad Yani. Namun, setelah kekacauan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno berdegung kuat, jembatan itu berganti nam

Jembatan Ampera dibangun pada bulan April 1962, setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Soekarno. Pada awalnya, panjang jembatan ini 1.177 meter dan lebar 22 meter disebut jembatan Bung Karno. Secara resmi dibuka pada tanggal 30 September 1965 oleh Let. Jendral Ahmad Yani. Namun, setelah kekacauan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno berdegung kuat, jembatan itu berganti nama menjadi Jembatan Ampera. Bagaimanapun warga Palembang lebih suka menyebutnya "Proyek Musi".

944 ton bagian jembatan ini bisa diangkat ke atas dan ke bawah sekitar 10 meter per menit. Jembatan ini memiliki dua menara yang bisa diangkat sepanjang 63 meter. Jarak antara dua menara adalah 75 meter. Kedua menara tersebut memiliki dua pendulum, dengan berat sekitar 500 ton masing-masing.

Bila bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan lebar 60 meter dan lebar maksimum 44,50 meter bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Dan ketika bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal yang bisa lewat di bawah jembatan hanya sembilan meter di atas permukaan air. Sayangnya, pada saat ini, jembatan tidak dapat diangkat untuk alasan keamanan.

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Akomodasi

Sangat mudah untuk menemukan hotel di Palembang. Anda dapat menemukan hotel berbintang atau penginapan sepanjang jalan Kapten A Rivai, Sudirman, R Sukamto, Veteran, dan jalan-jalan POM IX.

Sangat mudah untuk menemukan hotel di Palembang. Anda dapat menemukan hotel berbintang atau penginapan sepanjang jalan Kapten A Rivai, Sudirman, R Sukamto, Veteran, dan jalan-jalan POM IX.

Tips

Jika Anda ingin melihat Jembatan Ampera lebih dekat, jangan menggunakan kendaraan bermotor karena jika Anda berhenti di tengah jembatan, polisi akan memberikan tilang pada Anda.

Jika Anda ingin melihat Jembatan Ampera lebih dekat, jangan menggunakan kendaraan bermotor karena jika Anda berhenti di tengah jembatan, polisi akan memberikan tilang pada Anda.

Berbelanja

Untuk membeli suvenir, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 50 meter dari Jembatan Ampera di mana Anda dapat menemukan sebuah pasar yang menjual berbagai jenis makanan lokal dan suvenir seperti buah dan songket (kain tenunan). Pasar ini disebut Pasar 16 llir. Sekitar tiga kilometer dari sana, Anda bisa menemukan pusat Songket dan 50 meter dari sana, Anda bisa menemukan pusat lekeur (ukiran).

Untuk membeli suvenir, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 50 meter dari Jembatan Ampera di mana Anda dapat menemukan sebuah pasar yang menjual berbagai jenis makanan lokal dan suvenir seperti buah dan songket (kain tenunan). Pasar ini disebut Pasar 16 llir. Sekitar tiga kilometer dari sana, Anda bisa menemukan pusat Songket dan 50 meter dari sana, Anda bisa menemukan pusat lekeur (ukiran).

Berkeliling

Cara terbaik untuk mengunjungi Jembatan Ampera adalah dengan berjalan kaki sehingga Anda bisa merasakan tiupan angin dari Sungai Musi.

Cara terbaik untuk mengunjungi Jembatan Ampera adalah dengan berjalan kaki sehingga Anda bisa merasakan tiupan angin dari Sungai Musi.

Transportasi

Jembatan Ampera terletak di Palembang. Anda bisa menuju kota dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di jalan Tanjung Api-Api. Bandara ini adalah bandar udara internasional yang dapat diakses dari Malaysia, Singapura, Cina, dan Thailand. Untuk menuju ke Sungai Musi, Anda dapat naik taksi atau mobil sewaan dari bandara. Jarak antara bandara dan pusat kota sekitar 6 km.

Di pusat kota, ada sembilan a

Jembatan Ampera terletak di Palembang. Anda bisa menuju kota dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di jalan Tanjung Api-Api. Bandara ini adalah bandar udara internasional yang dapat diakses dari Malaysia, Singapura, Cina, dan Thailand. Untuk menuju ke Sungai Musi, Anda dapat naik taksi atau mobil sewaan dari bandara. Jarak antara bandara dan pusat kota sekitar 6 km.

Di pusat kota, ada sembilan angkutan umum dan tujuh bus kota dari berbagai tujuan yang dapat membawa Anda ke Ampera. Anda hanya perlu membayar Rp1, 500 - Rp5, 000 saja.

Tampilkan Lebih

Kuliner

Anda tidak akan menemukan kesulitan untuk menemukan makanan lokal di sini. Tak jauh dari Masjid Agung Palembang, Anda dapat menikmati makanan tradisional Palembang seperti empek-empek panggang dan kerupuk dengan harga mulai dari Rp1.500 sampai Rp22.200 per potong, tergantung di mana Anda makan. Selain itu, ada juga warung menjual es belimbing. Warung Ujuk  ini adalah satu-satunya warung yang

Anda tidak akan menemukan kesulitan untuk menemukan makanan lokal di sini. Tak jauh dari Masjid Agung Palembang, Anda dapat menikmati makanan tradisional Palembang seperti empek-empek panggang dan kerupuk dengan harga mulai dari Rp1.500 sampai Rp22.200 per potong, tergantung di mana Anda makan. Selain itu, ada juga warung menjual es belimbing. Warung Ujuk  ini adalah satu-satunya warung yang menjual es belimbing.

Di Sungai Musi, ada restoran terapung di mana Anda bisa makan sambil melihat Jembatan Ampera.

Tampilkan Lebih

Kegiatan

Jembatan Ampera adalah salah satu ikon Palembang. Oleh karena itu, Anda bisa mengambil gambar dengan latar belakang jembatan Ampera sebagai latar belakang sambil menikmati jembatan dari Sungai Musi.

Jembatan Ampera adalah salah satu ikon Palembang. Oleh karena itu, Anda bisa mengambil gambar dengan latar belakang jembatan Ampera sebagai latar belakang sambil menikmati jembatan dari Sungai Musi.

Aktivitas Terkait

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah Banyak keajaiban bangunan tua dunia dapat ditemukan di Indonesia. Mulai dari candi sampai puing-puing istana zaman dahulu kala, mulai dari sisa-sisa...

selengkapnya