Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (3 votes)
 

Dilihat:228238

Beranda » UBUD » Upacara Pembakaran Jenazah Paling Megah di Bali

Upacara Pembakaran Jenazah Paling Megah di Bali

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Bebek Bengil

    Dining experience in Ubud, was at Bebek Bengil, or more commonly known as Dirty Duck Diner in Ubud town.
  2. Ubud Crenation Ceremony

    Royal Cremation Ceremony (Pelebon) - Ubud, Bali, Indonesia
  3. Ubud Crenation Ceremony

    Royal Cremation Ceremony (Pelebon) - Ubud, Bali, Indonesia
  4. Ubud Ritual 6

  5. Preparation Before Pelebon 2010

    The Royal Cremation Tower to the Afterlife Completed: Peliatan is Full of Joy.
  6. Preparation Before Pelebon 2010

    Two Days before the Royal Cremation, The Court of Peliatan takes an energizing rest.
  7. Preparation Before Pelebon 2010

    After weeks of hectic preparations the royal court is slowing down and resting to prepare themselves for the upcoming busy days
  8. Preparation Before Pelebon 2010

    Puri of Peliatan, Ubud.
  9. Ubud Cremation Ceremony

    The lembu-royal cow sarcophagus-under the 300-year-old Banyan tree stood sheltered by a blue canvas.
  10. Preparation Before Pelebon 2010

    Outside the puri, the imposing bade – funeral platform - had attracted more and more spectators standing on both sides of the busy street.
  11. Preparation Before Pelebon 2010

    The day before, on Saturday, 30 October, a procession of women from all around Peliatan, carrying stacked offerings of fruits on their heads -- called Bantens -- walked gracefully through the Balinese terra cotta gates.
  12. Preparation Before Pelebon 2010 - the Statue

  13. Ubud

  14. Ubud

  15. Ubud

  16. Ubud

  17. Ubud

  18. Ubud

 

Tinjauan

Upacara pembakaran jenazah di Bali paling megah di dunia

Untuk masyarakat Bali, hanya melalui pembakaran jenazahlah jiwa dapat dilepaskan dari dunia sementara untuk mendapatkan kehidupan setelah kematian. Dan untuk menjalani ini beberapa upacara dan ritual harus diikuti, terutama ketika keturunan kerajaan meninggal. Pada kematian tubuh harus dibakar oleh api karena jiwa harus kembali pada lima elemen yang dikenal dengan Panca Maha Buta (bumi, angin, api, air dan eter)  hal ini bertujuan untuk mengirim jiwa pada kehidupan setelah kematian.

Hanya dengan mengikuti upacara dan ritual yang layak dan tepat, jiwa akan bebas dari tubuh untuk dilahirkan kembali dan akhirnya menggapai Moksa, kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi.

Upacara pembakaran jenazah di Bali mewah dan mahal. Lebih tinggi status seseorang, persiapan megah dan dekorasi yang dibutuhkan akan semakin tinggi. Oleh karena itu, jenazah Almarhum harus dikubur untuk beberapa saat sebelum keluarga dan masyarakat bisa mengumpulan dana yang cukup. Ini merupakan adat yang umum bagi masyarakat biasa untuk menunggu pembakaran jenazah seorang bangsawan atau pemuka agama yang nantinya digabung dalam ritual ngiring untuk pembakaran jenazah keluarga mereka jika diizinkan.

Beberapa hari sebelum hari pembakaran, jiwa Almarhum yang mengembara dipanggil untuk bersatu dengan tubuhnya, biasanya disimbolkan oleh patung orang, dibawa ke rumah untuk dimandikan berulang-ulang, dipersiapkan oleh anggota keluarga.

Pada malam pembakaran, para pendeta mempersembahkan persembahan pada kekuatan supranatural yang diminta untuk membuka jalan bagi jiwa, sementara para anggota keluarga berdoa untuk membebaskan jiwa Almarhum ke surga.

Hari berikutnya, jenazah dibawa ke alam terbuka dimana pembakaran diadakan, yang biasanya setelah matahari melewati titik puncaknya. Ketika semua tubuh sudah terbakar, anggota keluarga mengumpulkan debu-debu dan tulang Almarhum, dan kemudian patung orang yang meninggal tersebut dibawa dalam prosesi di laut atau sungai, kemudian debu dituangkan ke dalam air, kedalam perlindungan dewa laut.

Bulan-bulan atau tahun-tahun berikutnya setelah pembakaran, ketika dana sudah cukup terkumpul, akan ada upacara-upacara lagi untuk meyakinkan pemisahan jiwa yang sempurna dari ikatan keduniawian, bertujuan untuk melepaskan jiwa ke surga. Pada upacara terakhir disebut upacara nyagara-gunung, keluarga mengekpresikan terima kasih mereka pada dewa laut di candi-candi gunung dimana jiwa yang suci diabadikan di candi, untuk menunggu kelahiran kembali atau kebebasan dari lingkaran kelahiran kembali.

(Sumber: Periplus Guide to Bali ; dan Indonesian Heritage Books:  Religion and Ritual)

Lihat dalam Peta

Upacara Pembakaran Jenazah Paling Megah di Bali

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Berpetualang

Berpetualang Berparahu, trekking, berselancar, dan panjat tebing. Itu hanya sebagian petualangan mendebarkan yang ditawarkan di negeri ini. Dari arung jeram di...

selengkapnya