Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
5.00/5 (3 votes)
 

Dilihat:77118

Beranda » Kebun Raya Bogor: Kebun Buatan Terbaik Indonesia » Helaran Dongdang: Puncak Seren Taun Guru Bumi 2011 di Sindang barang

Helaran Dongdang: Puncak Seren Taun Guru Bumi 2011 di Sindang barang

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Bogor Botanical Garden

    Bogor Botanical Gardens is a heritage of indigenous wisdom that Indonesia continued from generation-to generation. At this location there are thousands of local plant species, including the world's largest flower, Rafflesia Arnoldi. Photo by Rieska Wulandari
  2. istanabogor1

  3. istanabogor2

  4. istanabogor3

  5. istanabogor4

  6. istanabogor5

  7. istanabogor7

  8. istanabogor9

  9. istanabogor10

  10. istanabogor11

  11. kebunbogor1

  12. kebunbogor2

  13. istanabogor3

  14. kebunbogor3

  15. kebunbogor4

  16. kebunbogor5

  17. kebunbogor6

  18. kebunbogor7

  19. kebunbogor8

 

Tinjauan

“Sebuah kemeriahan pasti terjadi yang membuat mereka mau menjalani jalur sempit bak semut beriring… ‘Kegilaan’ inilah yang menjadi puncak bagi masyarakat.”

Rumah Bali milik Pak Maki, salah satu tetua Kampung Budaya Sindang barang, di tepi Masjid Agung Sindang barang menjadi begitu meriah dan sesak oleh anggota panitia Seren Taun Guru Bumi 2011. Di depannya, sebuah panggung tempat digelarnya acara kebudayaan Sunda yang berlangsung selama seminggu penuh tak membuat suasana semakin hidmat, karena musik memecahkan suasana hingar bingar pagi itu, Minggu, 23 Januari 2011. Puncak acara akan segera dibuka oleh tetua, Sang Rama, yang sudah siap dengan air suci dari tujuh sumur suci yang memiliki keterkaitan dengan peninggalan-peninggalan bersejarah di lingkungan Sindang barang yang historis.

Setelah mensucikan hasil bumi yang disebut dongdang oleh air suci, barisan para petani dari penjuru perwakilan di kampung ini mulai mengarak hasil rekaannya yang disiapkan sejak semalam. Salah satu perwakilan dari Batu Karut bangga memperlihatkan karyanya. Selain hasil bumi, beberapa pasang sandal dipajang bersama padi, singkong, talas, pisang, cabai merah, sayuran, dan buah-buahan hasil panen. Masyarakat Sindang barang pun ternyata berkarya sebagai pembuat sandal sejak bertahun lalu. Dipajangnya sandal mengisyaratkan keinginan untuk terus meningkatkan produksinya di tahun mendatang.

Pembawa rengkong berdiri paling depan. Mereka memainkan rengkong, pikulan padi hasil panen yang disambungkan dengan tali sehingga bila digoyangkan ke kiri dan ke kanan menghasilkan suara seperti papan reyot berbunyi kencang. Karena terdiri dari beberapa orang yang memainkannya maka suara khas muncul tak seperti suara yang biasa kita dengar di manapun. Disusul kemudian oleh para gadis yang membawa air dari sumur suci yang sebelumnya dibukakan jalannya oleh pemain angklung gubrag yang terdiri dari ibu-ibu berpakaian tradisional Sunda yang sedianya dipakai khusus untuk pria.

Berbagai bentuk dongdang pun berbaris menunjukkan kebanggaan tiap kampung petani, meluncur menuju Kampung Budaya Sindang barang. Jalan sempit beraspal dan menaiki bukit harus dilalui. Hampir sejam arak-arakan itu tiba di depan lapangan Leuit RatnaInten, enam lumbung padi untuk mengawinkan padi, pare ayah dan pare ambu. Ratusan anggota masyarakat dari kampung sekitar hingga pengunjung dari Kota Bogor dan juga Jakarta serta kota-kota lainnya ikut berjalan hingga di Kampung Budaya Sindang barang. Sebuah kemeriahan pasti terjadi yang membuat mereka mau menjalani jalur sempit bak semut beriring.

Setelah berjajar rapih, padi dan beberapa hasil bumi dimasukkan ke dalam leuit RatnaInten. Terima kasih diucapkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki berupa hasil bumi yang mereka dapat. Tak lama, tetua dan perwakilan dari penguasa setempat memberikan sambutan, yang seolah tak menjadi begitu penting, karena masyarakat sudah tak sabar melakukan tabaruk, yaitu mengambil berkah dari upacara Seren Taun Guru Bumi ini. Tabaruk dilakukan dengan mengambil secuil apapun yang mereka dapatkan dari dongdang berisi hasil bumi yang tadi berbaris diusung. Seketika itu pun suasana bagai sebuah kemeriahan yang penuh ‘kegilaan’ dalam kesan yang baik, saat tiap orang tak berpikir siapa pun yang ia harus desak, kecuali secuil tabaruk di atas dongdang. Beberapa menit berlangsung dan kegembiraan serta suka cita berbinar seperti tawa dan senyum peserta setelahnya. ‘Kegilaan’ inilah yang menjadi puncak bagi masyarakat.

Sindang barang dapat Anda kunjungi setiap hari walau akhir pekan selalunya menjadi waktu paling tepat untuk bertemu wisatawan lainnya dari Jakarta, Bogor, dan kota sekitarnya. Temukan Jalan Raya Pancasan atau Jalan Raya Pancasan Atas menuju Jalan Cikaret yang diteruskan menjadi Jalan Raya Ciapus. Setelah melalui Lapangan Cibogel, arahkan kendaraan Anda seratus meter setelahnya ke kanan memasuki daerah Sindang barang yang agak padat penduduknya. Perjalanan masih sekitar 2km menuju persimpangan ke arah Kampung Budaya Sindang barang yang melepaskan diri dari keruwetan perkampungan sebelumnya. Sawah membentang segera Anda temukan lengkap dengan budaya yang menyelimutinya. Untuk Seren Taun berikutnya, siapkan diri Anda pada bulan Muharam kalender Islam untuk kemeriahan yang sama.

Tautan: www.kp-sindangbarang.com

Lihat dalam Peta

Helaran Dongdang: Puncak Seren Taun Guru Bumi 2011 di Sindang barang

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Taman Hiburan

Taman Hiburan Dari kebun binatang dan taman safari tempat binatang eksotis sampai taman hiburan dengan roller coaster yang dapat meningkatkan adrenalin, Indonesia...

selengkapnya