Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
4.70/5 (10 votes)
 

Dilihat:176729

Beranda » Yogyakarta » Jamu Jawa Tradisional: Manfaat dan Khasiat yang Diwariskan Turun-Temurun

Jamu Jawa Tradisional: Manfaat dan Khasiat yang Diwariskan Turun-Temurun

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Malioboro

  2. Coklat Monggo Jogja

  3. Yogyakarta

    An old gate
  4. Yogyakarta

  5. Yogyakarta

  6. Yogyakarta

  7. Yogyakarta

  8. Yogyakarta

  9. Yogyakarta

  10. Yogyakarta

  11. Yogyakarta

  12. Yogyakarta

  13. Yogyakarta

  14. Yogyakarta

  15. Yogyakarta

  16. Yogyakarta

  17. Yogyakarta

  18. Yogyakarta

  19. Yogyakarta

  20. Yogyakarta

  21. Yogyakarta

 

Tinjauan

Orang Jawa seperti juga di banyak daerah di negeri ini sejak dahulu gemar meracik tumbuhan untuk beragam kegunaan terutamanya kesehatan, pengobatan, dan perawatan tubuh. Mereka mengambil secara alami apa yang telah alam sediakan berupa rimpang, dedaunan, kulit, batang dan buah untuk kemudian dijadikan racikan jamu berkhasiat.

 

Tradisi mengolah sumber alam dari tumbuhan tersebut merupakan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun dari nenek moyang dan tetap dipertahankan hingga sekarang. Tidak jarang penjual jamu gendong masih bisa kita lihat di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota lainnya.

 

Jamu identik dari rasa pahitnya sehingga perlu tambahan campuran jahe dan kayu manis,madu, atau anggur sebagai pemanisnya. Seringkali pula jamu ditambahi kuning telur ayam kampung untuk khasiat tertentu.Khasiat jamu sangatlah beragam bergantung pada jenis racikan bahannya.Lebih banyak jamu dimanfaatkan untuk merawat kecantikan dan kesehatan dari luar maupun dalam. Jamu juga dikenal tidak beracun dan tanpa efek samping, khasiatnya telah teruji oleh waktu.

 

Untuk mengetahui bahan dan manfaat jamu, berikut ini ulasan singkatnya.

 

Pegal linu

Pegal linu biasanya terjadi di daerah leher, punggung, lengan, kaki dan pundak. Umumnya disebabkan oleh kekakuan otot. Untuk menangani ini, minumlah jamu hasil racikan dari kencur, jahe, adas dan cengkeh sebanyak 2 kali dalam seminggu.

 

Melancarkan saluran napas

Jamu juga sering dimanfaatkan untuk kesehatan saluran napas, pencernaan dan persendian. Bahan yang digunakan adalah temugiring, kunyit, kencur, temulawak dan cengkeh.

 

Anti radang dan antioksidan

Jamu sudah diteliti khasiatnya sebagai anti radang, antioksidan dan penghilang rasa sakit. Untuk menemukan khasiat itu, minumlah jamu dari racikan rimpang kunyit, buah asam dan ditambah dengan madu. Jamu dikonsumsi 3 kali seminggu.

 

Mengatasi bau badan dan mencegah keputihan

Bakteri yang menyebabkan bau badan tidak sedap dapat diusir oleh jamu. Caranya dengan meminum jamu dari asam, daun sirih dan delima putih. Senyawa tannin yang terdapat pada delima putih dapat bekerja sebagai astringensia, baik pula untuk mencegah keputihan.

 

Perawatan pasca menopause

Perempuan yang sudah berusia lanjut akan mengalami menopause atau berhentinya siklus menstruasi. Dari sinilah perempuan rentan terhadap masalah kesehatan karena hilangnya estrogen. Untuk melakukan perawatan pasca menopuse, minumlah jamu yang terbuat dari adas, kapulaga, delima putih, kunyit dan temulawak.

 

Menemukan Warung Jamu Tradisional di Sukoharjo dan Yogyakarta

Saat ini memang penjual jamu jawa tradisional asli tidak sebanyak dahulu. Dominannya jamu kemasan lebih banyak tersedia di berbagai toko atau apotek. Biasanya merk yang umum dikenal adalah dari Air Mancur, Nyonya Meneer atau Djamu Djago.

 

Kabupaten Sukoharjo di Jawa Tengah merupakan sentra penjualan jamu tradisional yang cukup terkenal di Indonesia. Di Bulakrejo, Sukoharjo bahkan berdiri patung Jamu Gendong (seorang petani dan seorang penjual jamu gendong) sebagai representasi daerah itu merupakansentra jamu tradisional. Begitu pun di daerah Nguter dimana terkenal sebagai daerah asal penjual jamu gendong yang memasarkan jamu tradisional hingga ke berbagai kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Surabaya.

 

Apabila Anda sedang berada di Yogyakarta maka dapat menyambangi penjual dan pelayan jamu tradisional di Jalan Solo KM 9 Karang Ploso Maguwoharjo Depok,Sleman. Ada juga di Jalan Brigjen Katamso atau di sekitar Pasar Serangan,Jalan Wates, dan Pasar Beringhardjo.

 

Warung khusus penjual jamu tradisional tersebut biasanya mengolah jamu sepenuhnya dari bahan alami. Di tempat itu terkadang juga menyediakan ragam produk jamu untuk penyakit tertentu. Jamu olahan yang mereka sediakan berupa jamu perasan, jamu godog (rebus), serta aneka macam rempah. Tersedia pula jasa pijat dan konsultasi warung jamu tradisional jawa asli.

 

Di Yogyakarta memang tersedia cukup banyak penjual  jamu tradisional. Bahkan, ada yang khusus untuk anak-anak atau biasa disebut jamu cekok. Jenis tersebut biasanya untuk meningkatkan nafsu makan anak dan alternatif bagi multivitamin kemasan.Jamu cekok kedainya adadi Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta dimana telah dikelola oleh generasi kelima sejak tahun 1875. (Laras-Him | www.indonesia.travel)


Sumber foto

Acara Terkait

26-30

Nov 2014

Lihat dalam Peta

Jamu Jawa Tradisional: Manfaat dan Khasiat yang Diwariskan Turun-Temurun

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Berjalan-jalan

Berjalan-jalan Berjalan-jalan selama setengah hari atau sehari penuh di hari libur atau diantara acara konferensi selalu menjadi pengantar yang indah dalam tujuan...

selengkapnya