Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:66312

Beranda » Gunung Merapi: Menikmati Keindahan Alam yang Tertidur » Desa Wisata Kinahrejo dan Mbah Marijan di Kaki Gunung Merapi

Desa Wisata Kinahrejo dan Mbah Marijan di Kaki Gunung Merapi

 

Tinjauan

Ketika Anda hendak mendaki Gunung Merapi, bisa jadi akan melewati sebuah desa yang menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana letusan Gunung Merapi tahun 2010. Desa itu bernama Desa Kinahrejo dan lokasinya persis berada di bawah kaki Gunung Merapi. Desa itu kini ramai dikunjungi wisatawan karena memang menjadi pintu gerbang atau jalur paling mudah untuk memulai pendakian ke Gunung Merapi.

 

Kini Desa Kinahrejo ditinggali penduduk yang menjadikan Gunung Merapi sebagai penompang hidup mereka. Bukan tanpa alasan, itu karena tanah di sekitar Gunung Merapi terbilang subur untuk bercocok tanam. Kesuburan tanah tersebut berasal dari abu vulkanik yang banyak mengandung mineral. Tidak hanya itu, desa ini juga memiliki tujuh mata air dan atraksi budaya terkenal yang dikenal dengan nama Labuhan.

 

Desa Kinahrejo tidak bisa dilepaskan dari seorang sosok fenomenal ‘kuncen-nya’ Gunung Merapi, yaitu Raden Ngabehi Surakso Hargo atau yang lebih dikenal dengan Mbah Marijan yang lahir dan besar di Desa Kinahrejo pada 5 Februari 1927. Ia merupakan juru kunci Gunung Merapi sejak tahun 1982 dan harus berakhir pada 2010 karena turut menjadi salah satu korban erupsi Gunung Merapi. Mbah Marijan dimakamkan di Srumen, Glagaharjo atau sekitar 5 km dari Desa Kinahrejo.

 

Ketenaran Mbah Marijan sebagai sosok juru kunci Gunung Merapi bahkan mengantarkannya menjadi bintang iklan sebuah produk minuman. Penampilannya dalam iklan tersebut merupakan pencitraan dari sosoknya yang pemberani. Tidak hanya itu, nyatanya ia memang tokoh berpengaruh di Desa Kinahrejo. Ketika terjadi erupsi Gunung Merapi, penduduk Kinahrejo tidak akan beranjak untuk mengungsi jika belum diperintahkan Mbah Marijan. Walaupun beliau sudah tiada namun sosoknya akan terus melekat dengan keberadaan Gunung Merapi dan Desa Kinahrejo. Tahun 2011 lalu Mbah Marijan menerima penghargaan Anugerah Budaya dari Pemerintahan Provinsi DIY kerena upayanya melestarikan adat dan tradisi yang ada di sekitar Gunung Merapi.

 

Kondisi alam di sekitar Desa Kinahrejo sebelum terjadinya letusan dasyat Gunung Merapi begitu asri, subur dan hijau. Akan tetapi, berubah setelah kemarahan Wedus Gembel (Baca: julukan untuk awan panas yang meluncur dari Gunung Merapi) pada 26 Oktober 2010 lalu. Pemandangan alam yang hijau dan rumah-rumah penduduk sekejap berubah tinggal puing-puing rumah yang hampir hangus terbakar. Pemandangan tandus, berantakan, sunyi, dan debu tebal menutupi hampir seluruh kawasan Desa Kinahrejo. 

 

Walaupun kini kondisi Desa Kinareja tidak seindah dahulu tetapi justru keberadaanya telah menarik banyak wisatawan yang ingin menyaksikan bagaimana dasyatnya erupsi Gunung Merapi saat itu. Anda masih dapat menyaksikan sisa-sisa awan panas yang dahulu suhunya mencapai hampir 600º Celcius dan kini menutupi hampir semua kawasan Kinahrejo.

 

Apabila Anda pergi ke desa ini pagi hari sekali maka dapat menyaksikan indahnya Matahari terbit dari kejauhan dan menciptakan pemandangan luar biasa di sekitar Desa Kinahreja. Di siang harinya, sebelum Anda memulai pendakian ke Gunung Merapi, berhentilah sejenak untuk menyaksikan indahnya pemandangan Kota Yogyakarta dari kejauhan. Bagi Anda yang tidak ingin mendaki Gunung Merapi maka bisa menyaksikan indahnya gunung tersebut dari Desa Kinahrejo. Apabila Anda hendak berkeliling Desa Kinahrejo atau sekitarnya, terdapat motor yang siap mengantar Anda.

 

Di Desa Kinahrejo terdapat Warung Kinah yang dahulu semasa erupsi digunakan sebagai dapur umum bagi pengungsi. Ada juga Pondok kenang-kenangan yaitu pusat informasi Napak Tilas Kinahrejo sekaligus tempat penjualan beragam kenang-kenangan buatan warga Kinahrejo. Di sini Anda dapat membeli stiker, kaus, payung, buku, foto, dan lain yang bertema Gunung merapi. Perlu diketahui bahwa sebagian hasil penjualannya souvenir tersebut akan dikumpulkan untuk membiayai pembangunan kembali Dusun Kinahrejo Baru.

 

Sempatkan untuk berbincang-bincang dengan masyarakat yang masih tinggal di desa ini. Mereka akan bercerita dan berbagi kisah pilu tentang bencana Gunung Merapi, bukan untuk menguak kembali kisah sedih tetapi sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan hidup yang masih dimiliki dan berbuat baik terhadap sesama. 

Acara Terkait

15-16

Nov 2014

Lihat Acara Lainnya

Lihat dalam Peta

Desa Wisata Kinahrejo dan Mbah Marijan di Kaki Gunung Merapi

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Mendaki Gunung, Trekking, dan Ekotour

Mendaki Gunung, Trekking, dan Ekotour Puaskan hasrat berpetualang Anda dengan melakukan petualangan ke banyak alam memukau di negeri ini. Pilihan dari menjelajahi hutang dengan ...

selengkapnya