Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
2.17/5 (3 votes)
 

Dilihat:178972

Beranda » Makassar: Dari Benteng Bersejarah menuju Kota Pelabuhan Modern

Makassar: Dari Benteng Bersejarah menuju Kota Pelabuhan Modern

Fixed Dimensions

Images with fixed dimensions
images/35x35/1.jpg
  1. Makassar

  2. Makassar

  3. Makassar

  4. Makassar

  5. Makassar

  6. Makassar

  7. Makassar

  8. Makassar

  9. Makassar

  10. Becak Makassar

  11. Makassar

  12. Benteng Rotterdam

  13. Benteng Rotterdam

  14. Makassar

  15. Makassar

  16. Makassar

  17. Makassar

  18. Masjid Amirul Mukminin, Pantai Losari, Sulawesi Selatan

  19. The City of Makassar

  20. Makassar

 

Tinjauan

Berganti nama dari Ujung Pandang  menjadi Makasar, kota terbesar di Indonesia bagian timur ini adalah gerbang ke Indonesia bagian timur sekaligus pintu menuju petualangan ke dataran tinggi Tana Toraja. Sebuah tempat dimana Anda dapat nikmati panorama dan keajaiban budaya menakjubkan masyarakatnya.

 

Makassar adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dan berada di tengah kepulauan Indon

Berganti nama dari Ujung Pandang  menjadi Makasar, kota terbesar di Indonesia bagian timur ini adalah gerbang ke Indonesia bagian timur sekaligus pintu menuju petualangan ke dataran tinggi Tana Toraja. Sebuah tempat dimana Anda dapat nikmati panorama dan keajaiban budaya menakjubkan masyarakatnya.

 

Makassar adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dan berada di tengah kepulauan Indonesia dengan penerbangan tersibuk di bagian timur. Bandar udara Sultan Hassanudin saat ini adalah bandara termodern di Indonesia dan menghubungkan para pelancong dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan serta sekitar Sulawesi sendiri. Sementara itu ke arah jauh di timur menjadi lanjutan penerbangan dari Maluku dan Papua.

 

Kapal kargo internasional dari berbagai negara berlabuh di pelabuhan yang sibuknya. Sedangkan di pelabuhan tradisional Paotere, kapal layar Bugis Pinisi dapat terlihat berjajar di dermaga siap memuat barang-barang dari tempat terdekat dan terjauh pulau, Anda juga akan melihat berbagai  perahu nelayan memancing dan memuat hasil tangkapan ikan, seperti pantorani, lepa-lepa, dan sandeq.

 

Terletak pada jalur perdagangan yang sibuk di sepanjang Selat Makasar, Makasar merupakan kota kosmopolitan yang sibuk. Di sini bercampurnya ras dan etnik China, Eropa, Jawa, Bali, Ambon dan yang lainya. Sejak abad ke-14 Makasar dikenal sebagai pelabuhan tersibuk dimana kapal-kapal dari China, India, dan Eropa melakukan perdagangan sutra, teh, dan keramik yang ditukar dengan cengkih, pala, dan mutiara dari Maluku. Di pelabuhan tersebut ditukar pula barang dagangan dengan emas dan hasil hutan dari sekitarnya.

 

Abad ke-16 Eropa menemukan jalur pelayaran ke pulau rempah-rempah yang mereka cari. Spanyol dan Portugis kemudian menjadikan Makasar pintu gerbang mereka yang penting untuk menyimpan rempah-rempah berharga tersebut sebelum dibawa ke Eropa.

 

Sementara itu, di semenanjung selatan Sulawesi, kelompok etnis Bugis, Makasar, dan Mandar yang terkenal sejak dahulu dengan kemahirannya berlayar dan membuat perahu telah mengembangkan kerajaan yang berhasil mendorong pedagangan, perikanan, serta pengolahan lahan pertanian. Begitu juga seni dan sastra diwariskan hingga sekarang. Salah satu yang terkenal adalah karya epos Bugis, I la Galigo, yaitu mahakarya yang telah diakui dalam sastra Bugis. Memiliki tarian yang anggun dimana penarinya mengenakan kostum sutra berwarna cerah dan asesoris hiasan gelang emas besar, kalung, dan mutiara.

 

Tahun 1667, melalui Perjanjian Bungaya, pedagang Belanda berhasil mengusir Portugis dan Spanyol dari Makasar untuk memonopoli pelabuhan. Bahkan Belanda melarang bangsa Eropa lain berdagang di Makasar. Belanda juga menghancurkan Benteng Ujung Pandang yang dibangun oleh Raja Gowa tahun 1545 kemudian menggantikannya dengan Benteng Rotterdam yang saat ini masih dapat Anda saksikan di Makasar. Sedangkan Raja Gowa diizinkan tinggal di Benteng Soba Opu.

 

Banyak bangsawan Makasar menolak patuh kepada Belanda akibatnya mereka meninggalkan kota dan tinggal di Kalimantan, Pulau Riau, Malaysia. Sultan Selangor dan Johor adalah keturunan Bugis dari Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.

 

Makasar memiliki taman bermain yang besar yang bernama Trans Studio sebagai taman bermain indoor terbesar ketiga di dunia. Untuk informasi lebih lanjut lihat: www.transstudioworld.com.

 

 

Makasar memiliki jalanan terbuka yang indah di Pantai Losari, ini adalah satu-satunya tempat di Indonesia dimana Anda dapat menyaksikan terbitnya Matahari yang indah sekaligus terbenamnya matahari yang spektakuler. Di Pantai Losari berderet hotel-hotel mewah dan saat malam menjelang maka dipenuhi dengan warung-warung makanan.

 

Saat ini Makasar juga menjadi kota pelajar dari bagian timur. Mereka berkumpul di sini untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi.

 

Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Acara Terkait

23-27

Apr 2014

Lihat Acara Lainnya

Akomodasi

Di Makasar tersedia banyak dan beragam hotel, untuk informasi lebih lanjut Klik: Cari Hotel

Di Makasar tersedia banyak dan beragam hotel, untuk informasi lebih lanjut Klik: Cari Hotel

Berbelanja

Untuk mendapatkan oleh-oleh dan berbelanja maka Anda dapat pergi ke Jalan Soma Opu. Di sini Anda dapat menemukan semua jenis kerajinan tangan seperti sutra, barang perhiasan dari benang emas dan perak yang sangat halus yang disebut Kendari perak dari Sulawesi, ukiran kayu dan souvenir dari Bali, mutiara dari Ambon dan Papua, serta manik-manik dari Kalimantan.

Untuk mendapatkan oleh-oleh dan berbelanja maka Anda dapat pergi ke Jalan Soma Opu. Di sini Anda dapat menemukan semua jenis kerajinan tangan seperti sutra, barang perhiasan dari benang emas dan perak yang sangat halus yang disebut Kendari perak dari Sulawesi, ukiran kayu dan souvenir dari Bali, mutiara dari Ambon dan Papua, serta manik-manik dari Kalimantan.

Berkeliling

Sebagai kota cosmopolitan yang besar, Makasar memiliki sejumlah taksi bagus yang tersedia di berbagai hotel-hotel dan pusat perbelanjaan. Alat transportasi lain seperti bemo dan becak cocok untuk Anda berkeliling santai.

Sebagai kota cosmopolitan yang besar, Makasar memiliki sejumlah taksi bagus yang tersedia di berbagai hotel-hotel dan pusat perbelanjaan. Alat transportasi lain seperti bemo dan becak cocok untuk Anda berkeliling santai.

Transportasi

Sebagai jalur penerbangan yang penting, Makassar dilayani banyak maskapai penerbangan Indonesia yang terbang dari kota-kota sibuk seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Makasar telah menjadi tujuan akhir atau bandara transit. Kebanyakan maskapai penerbangan terus ke Manado, Maluku, atau menuju ke Papua di bandara di Biak, Jayapura, Manokwari, Sorong, dan Merauke.


Maskapai penerbangan yang melayani

Sebagai jalur penerbangan yang penting, Makassar dilayani banyak maskapai penerbangan Indonesia yang terbang dari kota-kota sibuk seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Makasar telah menjadi tujuan akhir atau bandara transit. Kebanyakan maskapai penerbangan terus ke Manado, Maluku, atau menuju ke Papua di bandara di Biak, Jayapura, Manokwari, Sorong, dan Merauke.


Maskapai penerbangan yang melayani jalur penerbangan ke Makassar meliputi: Garuda Indonesia, Air Asia, Batavia Air, Lion Air, Mandala Airlines, Merpati dan Sriwijaya Air.
Maskapai kecil lainnya seperti Express Air melayani penerbangan antara Makassar dan Ternate, dan Jayapura.


Untuk informasi lebih lanjut dan rincian silakan sambangi laman berikut: www.hasanuddin-airport.com

Tampilkan Lebih

Kuliner

Seafood yang baru ditangkap dari laut diolah dalam beragam jenis masakan di sini. Tersedia masakan Cina dan masakan Sulawesi bagi setiap wisatawan. Restoran Surya Super Crab di Jalan Nusakambangan 16 adalah restoran terkenal menawarkan Anda kelezatan kepiting dan cumi-cuminya. Pengunjung dari berbagai kota seperti Jakarta berduyun-duyun membawa kepiting sebagai oleh-oleh dari sini.

 

Restor

Seafood yang baru ditangkap dari laut diolah dalam beragam jenis masakan di sini. Tersedia masakan Cina dan masakan Sulawesi bagi setiap wisatawan. Restoran Surya Super Crab di Jalan Nusakambangan 16 adalah restoran terkenal menawarkan Anda kelezatan kepiting dan cumi-cuminya. Pengunjung dari berbagai kota seperti Jakarta berduyun-duyun membawa kepiting sebagai oleh-oleh dari sini.

 

Restoran seafood terkenal yang lain adalah Bahari, Ratu Gurih, Turi, Imperial Star. Sedangkan untuk menikmati seafood bergaya Makasar cobalah Lae-lae. Ada banyak restoran kecil yang menyediakan barbeque special Makasar, seafood yang dikukus atau digoreng dan coto makasar.

Tampilkan Lebih

Kegiatan

Di Makasar Anda dapat menemukan sisa-sisa sejarah awal Kolonial Belanda di pulau-pulau di Indonesia. Abad ke-16 dan 17, Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda bersaing satu sama lain juga dengan kerajaan-kerajaan lokal untuk memperebutkan jalur perdagangan rempah-rempah yang berpusat di pulau rempah-rempah, yaitu Maluku.
Sekitar Makasar dapat Anda temukan pulau yang indah untuk berenang dan sno

Di Makasar Anda dapat menemukan sisa-sisa sejarah awal Kolonial Belanda di pulau-pulau di Indonesia. Abad ke-16 dan 17, Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda bersaing satu sama lain juga dengan kerajaan-kerajaan lokal untuk memperebutkan jalur perdagangan rempah-rempah yang berpusat di pulau rempah-rempah, yaitu Maluku.
Sekitar Makasar dapat Anda temukan pulau yang indah untuk berenang dan snorkling dan tidak jauh dari kota terdapat air terjun dan gua-gua prasejarah. Anda dapat mencicipi seafood dengan saus yang pedas atau berbelanja dan asesoris emas dan kalung mutiara.


Benteng Rotterdam
Benteng Rotterdam berada di dekat Pantai Losari, tempat bersejarah yang tidak boleh Anda lewatkan. Awalnya dinamai Benteng Ujung Pandang yang dibangun Raja Gowa ke-9, Imanurung Bonto Karaeng Lakiung tahun 1545. Akan tetapi, setelah kekalahan Gowa yang diikuti penandatanganan perjanjian Bungaya tahun 1667, Benteng Ujung Pandang ini kemudian diserahkan kepada Belanda. Laksamana Speelman membangun kembali dan mengokohkan benten tersebut kemudian diberi nama Benteng Rotterdam, sesuai dengan nama tempat kelahirannya sendiri.
Benteng Rotterdam berbentuk seperti penyu yang siap meluncur menuju laut. Sebuah simbol hewan bahwa Kerajaan Gowa yang berada di darat namun berkuasa di lautan juga. Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta yang memberontak melawan Belanda dalam Perang Jawa tahun 1825-1830 dipenjarakan bawah tanah Benteng Rotterdam. Ia tertangkap dengan cara licik kemudian diasingkan terlebih dahulu ke Manado lalu ke Makasar, tempat terakhir menghembuskan nafas tahun 1855. Kuburan Pangeran Diponegoro berada di Makasar. Saat ini, Benteng Rotterdam merupakan Museum La Galigo yang dipersembahkan untuk sejarah Sulawesi Selatan dan Makasar.     


Pantai Losari dan Pelabuhan Paotere
Pantai Losari membanggakan dirinya sebagai tempat untuk berkeliling pantai di jalanan terbuka dan pantai pesisir terpanjang di Indonesia. Di sini terdapat hotel-hotel berbintang yang menawarkan pemandangan menghadap ke laut yang indah. Menjelang malam hari, banyak pasangan yang datang ke sini untuk menikmati suasana romantis melihat matahari terbenam di laut.
Melewati ujung paling timur jalanan, Pantai Losari adalah pelabuhan Paotere untuk kapal-kapal tradisional dan perahu nelayan. Di sini Anda dapat melihat kapal layar Bugis Pinisi dan perahu lokal pantorani, lepa-lepa, serta perahu sandeq milik masyarakat Mandar yang diikat di tanggul sepanjang dermaga. Ke arah Utara ada pelabuhan Soekarno-Hatta dimana kapal-kapal besar mengangkut dan menurunkan muatannya.
Di kawasan penduduk China Anda dapat menemukan 4 klenteng tua dan yang paling penting adalah klenteng Tian Hou Gong atau klenteng Ratu Surga, dibangun awal abad ke-18 terletak di Jl. Sulawesi dan Jl. Serui. Di Jl. Sulawesi juga terdapat klenteng Long Sian Gong atau Klenteng Siluman Naga yang dibangun tahun 1868. Sedangkan di ujung Selatan jalanan Pantai Losari adalah kawasan Tanjung Bunga, lokasi Trans Studio.


Trans Studio
Inilah kebanggaan baru warga Makasar yaitu Trans Studio, seluas 20.000 m² dan 20 m tingginya. Taman bermain ini diresmikan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 9 September 2009. Trans Studio sendiri merupakan bagian dari proyek Trans Studio World, yang akan meliputi Trans Walk dan Rodeo Drive, Trans Studio dan Trans hotel. Proyek ini juga meliputi shopping mall, supermarket, hotel, kantor, pantai rekreasi, dan pemukiman. Taman Bermain Trans Studio memiliki 22 fitur dan wahana termasuk Studio Utama, Lost City, Magic Corner, Tsunami Island, dan Cartoon City. Banyak wahana yang diadopsi dari acara di Trans TV dan Trans 7 seperti Dunia Lain, Si Bolang, Jelajah, Ayun Ombak, dan Angin Beliung; sebagian lainnya diadopsi dari Universal Studio dan Disneyland di Amerika Serikat. Di sini juga terdapat wahana program simulasi beberapa stasiun televise seperti Trans TV dan Trans 7, juga acara TV lain di Indonesia. Salah satu wahana yang cukup unik adalah “Dunia Lain”, yaitu wahana rumah hantu yang berisi kuntilanak dan jailangkung.


Masjid Al-Markas Al-Islam
Masjid ini adalah salah satu masjid termegah di Indonesia dan terbesar di bagian tenggara Indonesia. Terletak di pusat kota, masjid ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektar. Bangunan arsitekturnya adalah perpaduan Islam, kebudayaan lokal, dan desain modern yang  merefleksikan kebanggaan dan identitas penduduk Makasar saat ini.


Pulau-pulau
Pulau-pulau indah yang menghadap ke kota Makasar ada 13 pulau yang semuanya dapat diakses perahu. Yang paling sering dikunjungi adalah Pulau Kayangan, Pulau Gusung, dan Pulau Samalona. Lautan yang mengitari pulau-pulau ini adalah habitat bagi kehidupan laut yang beragam, juga menjadi tempat yang sempurna untuk olah raga bawah laut seperti snorkeling atau diving. Informasi lebih lanjut dapat Anda temukan di Menyelam di pulau-pulau di Makasar.


Benteng Somba Opu Gowa
Terletak 7 km selatan kota Makasar tepatnya di muara sungai Jeneberang. Reruntuhan Benteng Somba Opu dulunya merupakan pertahanan kerajaan Gowa. Di sebelah reruntuhan terdapat taman dimana terdapat berbagai macam gaya rumah etnik Sulawesi Selatan. Festival tahunan Kebudayaan Sulawesi Selatan biasanya diadakan bulan Oktober di daerah ini.


Bantimurung: Air Terjun dan Kupu-Kupu
Cobalah Anda berjalan-jalanlah ke utara kota Makasar hingga tiba di Air Terjun Banimurung sekaligus merupakan taman arkeologi Leang-leang. Di sini terdapat gua-gua yang dihuni manusia prasejarah 8.000 sampai 3.000 tahun SM. Di dalam gua ini Anda dapat menemukan gambar prasejarah babirusa yang dulu dering diburu manusia prasejarah. Air terjun Bantimurung yang berjarak 45 km dari Makasar adalah air terjun besar yang mengagumkan, airnya jernih mengalir ke bawah sepanjang 12 m melalui tebing batu yang besar sampai kolam yang dalam di bawahnya. Pada akhir pekan, air terjun ini dipenuhi penduduk setempat, karenanya waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah saat hari-hari biasa.
Di sisi air terjun terdapat tangga yang terbuat dari besi yang membawa Anda ke sungai di atasnya dan dapat diarungi selama musim kemarau.  Di sini juga merupakan rumah bagi berbagai jenis kupu-kupu. Ahli binatang dan tumbuhan dari Inggris yaitu Alfred Wallace menemukan Papilio androcles, salah satu species kupu-kupu langka berukuran besar dan berekor wallet.

 

Tampilkan Lebih

Aktivitas Terkait

Diving & Snorkeling

Diving & Snorkeling Rumah bagi seperempat kehidupan laut dunia, Kepulauan Indonesia termahsyur akan diving kelas dunia dan keindahan bawah laut yang memukau. Selami dan...

selengkapnya