Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:8717

Beranda » Ngada » Reba: Menikmati Suguhan Upacara Adat dalam Nuansa Rohani di Ngada

Reba: Menikmati Suguhan Upacara Adat dalam Nuansa Rohani di Ngada

 

Tinjauan

Kunjungan Anda ke Ngada layaknya tidak melewatkan untuk melihat langsung Upacara Adat Reba. Ritual adat yang menarik ini berlangsung setiap Desember atau awal tahun yaitu bulan Januari atau Februari dan digelar selama tiga hingga empat hari.

Anda dapat menyaksikan upacara adat ini di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi NTT, yang melibatkan beberapa kecamatan, yaitu Aimere, Bajawa, Mataloko, Jerebu`u dan So`a. Masing-masing kecamatan akan bergiliran menjadi tuan rumah setiap tahunnya.

Sehari sebelum perayaan dimulai akan dilaksanakan upacara pembukaan Reba (su`i uwi). Malamnya dilakukan acara makan dan minum bersama (ka maki Reba) sambil menunggu pagi. Pagi harinya, warga akan disediakan makanan dan minuman (Ngeta kau bhagi ngia, mami utu mogo).

Sebelum Upacara Adat Reba berupa upacara o uwi  yaitu tari-tarian dan nyanyian akan digelar misa inkulturasi di gereja pimpinan pater atau romo sebagai sebuah bentuk perpaduan adat tradisional dengan agama Katolik. Akan ada pula koor nyanyian gereja dengan menggunakan bahasa lokal Ngada.

Di luar gereja, penonton dan penari akan disodori satu dua gelas arak yang oleh masyarakat setempat dinamakan tua ara. Reba tidak sekadar pesta hura-hura tetapi wujud kegembiraan masyarakat dengan tetap menjaga nuansa rohani.

Upacara Adat Reba merupakan salah satu bentuk rasa syukur masyarakat Ngada terhadap leluhurnya. Ubi menjadi hidangan utama dalam upacara adat ini karena memang bagi masyarakat Ngada, ubi adalah sumber makanan yang tidak akan habis disediakan oleh bumi sehingga masyarakat Ngada tidak akan pernah mengalami rawan pangan.

Upacara Adat Reba digunakan untuk mengevaluasi segala hal tentang kehidupan bermasyarakat pada tahun sebelumnya yang telah dijalani masyarakat Ngada. Masyarakat meminta petunjuk kepada tokoh agama dan tokoh adat untuk dapat menjalani hidup lebih baik pada tahun yang baru.

Dapatkan pengalaman melihat langsung atraksi tarian dimana akan ada sau yaitu berupa pedang panjang yang digengggam penarinya bersama liukan tuba yaitu tongkat berhias bulu kambing yang berwarna putih. Pengiring penari akan menampilkan alat musik yang terbuat dari tempurung kelapa atau labu hutan. Alat musik ini begitu unik karena wadah resonansinya ditutupi kulit kambing dengan bagian tengah yang dilubangi. Penggeseknya berupa sebilah bambu yang diikat benang tenun dan digosok dengan lilin.

Di Ngada, Anda akan melihat beberapa desa tradisional yang secara tegas menampilkan bongkahan batu-batu berdiri seolah Anda ada berada di tengah-tengah masyarakat yang bertahan dari zaman batu. Masyarakat Ngada mengenal istilah Ngadhu dan Bhaga. Ngadhu melambangkan sosok leluhur laki-laki, dan Bhaga adalah sosok leluhur perempuan. Ada salah satu batu di kampong Bena, dimana batu berdiri yang dianggap sakral ialah ture.

Jadwal Reba dilaksanakan menurut penanggalan lokal sehingga tidak memiliki waktu yang tepat dalam kalendar masehi. Biasanya Reba diadakan di sekitar bulan :

  1. Desember awal diselenggarakan di Sada dan Doka, 25 kilometer arah selatan Bajawa.
  2. Januari dilaksanakan di Nage-Dariwali di Aimere, Wogo-Ratogesa di Golewa, Langa-Beja atau Beiposo-Wawowae di Bejawa.
  3. Februari dilaksanakan di Deru-Nenowea di Jerebuu, Mangulewa atau di Turekisa-Sobo di Golewa, dan juga di Gisi-Laba Golewa.
  4. Desember pertengahan di Bena – Tiworiwu, Aimere.

 

Untuk memastikan informasi waktu penyelenggaraan acara adat ini dan lokasinya maka disarankan Anda menghubungi pihak atau dinas berikut.

Kantor Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informatika
Jl. Ade Irma Suryani No. 1 Bajawa
+62 384 222 3785 (Attn: Kuncoro Adi)

Hotel Edelweiss
Jl. Ahmad Yani No. 76
+62 384 21763 / +62 85333 704455

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur
Jl. Raya El Tari II No. 72, Kupang 85227
Telp. +62 380 821540, 833650
Fax. +62 380 821540 

 

Transportasi

Dari ibukota Provinsi NTT yaitu Kupang  maka Anda dapat naik pesawat menuju Ende, yaitu sebuah kota di  Pulau Flores. Setiba di sana, lanjutkan perjalanan menuju Kota Ngada sekitar 61 km dengan naik minibus.

Soa pun memiliki airport kecil yang bernama Turulelo Airport sebagai landasan udara di Bajawa. Jaraknya 21 km dari pusat kota kecil Bajawa. Trans Nusa adalah satu-satunya penerbangan di landasan ini dan terbang 4 kali dalam seminggu ke Bajawa.

Alternatif lain yakni penerbangan menuju Maumere. Setelah mendarat di Bandara Frans Seda, Anda sebaiknya mengambil alternatif kendaraan sewa ke Bajawa. Bila Anda ingin menggunakan kendaraan umum, silakan lanjutkan perjalanan Anda dari Maumere ke Bajawa dengan minibus lewat stasiun bis di sebelah barat kota. Taxi atau ojek menuju terminal dapat diperoleh di bandara.

Bila Anda berada di Labuan Bajo, sangat direkomendasikan menyewa kendaraan daripada bis umum walaupun pilihan kembali di tangan Anda. Bajawa – Labuan Bajo dan Bajawa – Maumere jaraknya hampir sama. Bajawa berada tepat di tengah-tengah perjalanan antara Labuan Bajo dan Maumere(Him/Indonesia.travel)

Lihat dalam Peta

Reba: Menikmati Suguhan Upacara Adat dalam Nuansa Rohani di Ngada

Destinasi Terkait

Aktivitas Terkait

Desa Tradisional

Desa Tradisional Sebagai negara dengan lebih dari 350 kelompok etnik, keanekaragaman budaya Indonesia layak untuk  dijelajahi. Temukan kebudayaan unik and...

selengkapnya