Di Museum Bahari Ende dapat Anda nikmati sekitar 22.000 benda koleksi bukti kekayaan laut Nusantara terutama sekitaran Nusa Tenggara. Hingga kini ada 1.000 jenis spesies karang dan 300 spesias ikan dapat Anda amati di museum ini. Ruangan museumnya lengkap dengan aneka koleksi laut yang tertata. Berbagai koleksi itu ada yang sudah jarang ditemukan dan bahkan tidak ditemukan lagi karena punah.
Meskipun ruangannya tidak begitu besar sehingga benda koleksinya nampak berhimpitan akibat jumlah koleksi terus bertambah namun wisatawan mancanegara yang mengunjungi sudah ada dari 30 negara. Dalam daftar tamu museum, tertera nama pengunjung dan asal negara mereka yaitu: Australia, Amerika, Belanda, Belgia, California, Kanada, Cekoslowakia, Denmark, Finlandia, Hongaria, India, Israel, Irlandia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea, Luxermburg, Mexico, Norwegia, Polandia, Philipina, Perancis, Rusia, Afrika Utara, Swedia, Spanyol, Skotlandia, hingga Taiwan. Bila wisatawan dari berbagai negara saja mengunjungi museum ini maka mengapa tidak Anda mengunjunginya segera!
Koleksi di Museum Bahari Ende dapat dikatakan yang terlengkap di Indonesia. Diantaranya adalah: pisces (ikan), crustacea (udang, kepiting, dan lobster), mollusca (kerang laut), enchinodermata (teripang bulu babi), reptilia laut (penyu laut), mamalia (ikan paus), hingga algae (rumput laut yang sudah diolah). Pelajar di Ende telah menjadikan museum ini sebagai sarana pendidikan dan menanamkan kesadaran untuk menjaga, melindungi, memelihara dan melestarikan lingkungan laut.
Museum Bahari Ende resmi berdiri sejak 14 Agustus 1996 yang digagas, didirikan, dan dikelola oleh Pater Gabriel Goran,SVD. Karena keciantaannya kepada laut membuat Pater Gabriel mulai mengoleksi kekayaan laut Nusantara sejak tahun 1981. Awal tahun 1996 ia mengajukan pendirian museum ini kepada Pemda Ende dan mendapat tanggapan positif dukungan.