Di Gunung Makes, terhampar rerumputan hijau dilengkapi kaktus dengan bunga berwarna-warni. Kesunyian yang menawan ini lebih banyak disinggahi hewan ternak termasuk kuda untuk mengisi perutnya hingga kenyang. Padahal, tidak jauh dari hamparan rumput hijau tersebut berdiri sebuah benteng yang patut Anda kunjungi selama di Belu.
Wilayah berbukit kecil yang tidak ternama tersebut berlokasi di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT. Sebuah tempat di ketinggian yang sempurna untuk melototi indahnya Matahari terbenam dibonusi Pantai Motadikin menawan terbentang di hadapan.
Benteng Makes masih berdiri rapih dan terlihat terawat dengan mempertahankan kealamiannya. Di sini juga akan Anda lihat beberapa makam tua.
Dahulu bukit tersebut memiliki peran penting sebagai salah satu titik pertahanan sehingga didirikanlah sebuah benteng pertahanan. Tidak tanggung-tanggung benteng ini disusun 7 lapis pintu masuk dan lorong-lorong jalan keluarnya di belakang benteng.
Benteng Makes menurut cerita masyarakat setempat sudah ada sebelum penguasaan Portugis dan beberapa kali berpindah tangan sampai akhirnya dijaga oleh 3 pahlawan lokal dai 3 suku lokal yaitu suku Loos, suku Sri Gatal, dan suku Monesogo.
Juru kunci benteng ini bernama Andreas Malimanek (78 tahun). Beliau dapat bercerita kepada Anda kisal lain di balik benteng ini. Termasuk hal-hal bersifat mitologis-legendaris yang diyakini masyarakatnya. Masyarakat setempat juga masih memanfaatkan benteng ini untuk berdoa.