Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Destinasi di Indonesia

Harap Login untuk voting
0.00/5 (0 votes)
 

Dilihat:19455

Beranda » Gunung Tambora » Desa Calabai: Keramahan dan Kemolekan Alam di Kaki Gunung Tambora

Desa Calabai: Keramahan dan Kemolekan Alam di Kaki Gunung Tambora

 

Tinjauan

Sebelum Anda menjejakkan kaki di Gunung Tambora, Pulau Satonda, atau Pulau Moyo di Sumbawa, sempatkanlah untuk singgah dan bermalam di Desa Calabai. Desa kecil ini menjadi salah satu jalur masuk ke tiga destinasi tersebut tepatnya berada di ujung utara Semenanjung Gunung Tambora. Apabila Gunung Tambora terkenal dengan kedahsyatan letusannya yang mendunia dan menyuguhkan wisata menantang nyali maka Desa Calabai adalah tempat yang nyaman untuk beristirahat dan relaksasi demi mengumpulkan stamina sebelum menaklukkan Tambora. Desa Calabai memang tidak memiliki pesona semenakjubkan kaldera Tambora yang mendunia itu tetapi desa cantik ini memiliki cara sendiri untuk memberi Anda kenangan dan pengalaman penuh kesan.

 

Berkunjung ke Pulau Satonda mungkin akan membuat Anda merasa melakukan perjalanan lintas waktu saat mengunjungi danau air asinnya yang konon serupa danau purba. Nah, mengunjungi Calabai mungkin adalah waktunya menikmati kekinian dengan cara yang berbeda (dapat juga mendekati “purba”) mengingat listrik dibatasi aksesnya di desa ini. Sementara berkunjung ke Pulau Moyo mungkin akan membuat Anda berbangga karena telah pula menginjakkan kaki di tempat yang pernah dikunjungi orang-orang kelas dunia (seperti Putri Diana). Desa Calabai yang asri ini menawarkan kesederhaan nuansa desa dengan keramahan penduduk dan alam yang penuh kejutan.

 

Desa Calabai letaknya tersembunyi dari jalan utama; tidak saja bermakna literal tersembunyi (baca: terpencil), tapi juga dapat berarti tersisih dari peradaban modern. Bentuk ketersisihan itu terlihat jelas dari fakta bahwa di desa ini akses listrik dibatasi, yaitu mulai dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Mungkin kondisi ini menyebalkan Anda yang tidak siap hidup sejenak tanpa listrik namun di sisi lain inilah kesempatan untuk mengekplorasi kegiatan menarik apa yang tidak membutuhkan listrik tapi tetap menyenangkan untuk dilakukan. Perlu diingat pula bahwa sinyal ponsel pun adalah kemewahan yang sulit di dapat di sana. Oleh karenanya, mengunjungi dan singgah di desa kecil nan terpencil dan yang memiliki akses listrik terbatas ini akan memberikan sebuah pengalaman yang berbeda bagi Anda terutama yang biasa hidup di perkotaan. Bagi yang biasa hidup di pedesaan mungkin desa ini akan membuat Anda seolah merasa berada di rumah atau terasa kampung halaman di masa lalu.

 

Meski tidak ada listrik saat siang hari, Desa Calabai yang terpencil ini  adalah desa yang hangat dan indah.  Salah satu keunggulan Desa Calabai adalah bahwa desa ini memiliki keindahan alam di kaki Gunung Tambora yang gagah dan hijau subur. Letaknya yang berhadapan langsung dengan hamparan laut lepas yang mengagumkan pemandangannya adalah kelebihan lain yang akan membuat Anda mungkin tak terlalu mempermasalahkan ketiadaan listrik. Keramahan penduduk daerah yang mendiami sebuah kawasan yang indah dan memesona akan memberikan kesan yang hangat dan menyenangkan sebelum (atau sesudah) kelelahan menjelajahi Gunung Tambora, Pulau Satonda, atau pun Pulau Moyo. Menjelajahi sudut-sudut Calabai sambil berinteraksi dengan penduduknya yang ramah selayaknya dapat menjadi kenangan yang mengesankan.

 

Mandi di sumur dengan menimba air sebelumnya mungkin dapat menjadi pengalaman yang membanggakan, paling tidak Anda merasakan air hasil timba sendiri. Apabila ingin berenang bebas, hamparan pantai yang molek sebagaimana kolam renang raksasa siap pula menyambut Anda. Ada sebuah anjungan di salah satu titik di pesisir pantai Desa Calabai. Dari sana, pemandangan Matahari tenggelam yang perlahan menyulap langit yang sebiru laut berubah warna kuning keemasan tampak sungguh mengagumkan. Keheningan alam dibalut pemandangan memesona di depan mata kiranya akan dapat menjadi momen mahal yang mungkin tak sembarangan dapat dinikmati setiap orang dan tak dapat dibeli di toko manapun.

 

Tak hanya itu, hamparan laut Desa Calabai yang memesona adalah juga sumber mata pencaharian para penduduknya. Ya, sebagian penduduk berprofesi sebagai nelayan. Anda dapat mengikuti dan menyaksikan langsung para nelayan menangkap ikan dengan cara yang mungkin tak pernah terbayangkan. Sebagian nelayan menangkap beragam jenis ikan dengan cara memanah ikan sambil menyelam. Cara menangkap ikan seperti ini bukan tidak membutuhkan keahlian. Saat malam menjelang, kegiatan lain yang dapat Anda nikmati di desa ini adalah ikut berlayar bersama kapal nelayan dan memancing beragam jenis ikan laut. Menikmati ikan bakar hasil pancingan sendiri bersama teman-teman adalah hal sederhana namun menyenangkan yang lain yang juga dapat menambah daftar kenangan di Desa Calabai.

 

Desa ini memang bukanlah tempat untuk membeli kemewahan modern. Desa Calabai adalah tempat sederhana yang menawarkan kemewahan dalam bentuk kesederhanaan desa terpencil itu sendiri.

 

Desa Calabai yang juga dikenal sebagai desa kecil penghasil kayu berjarak tempuh sekira 8 jam dari Sumbawa Besar. Apabila Anda datang dari Bima, perjalanan menuju desa ini akan memakan waktu sekira 6 jam. Sementara dari Dompu, hanya sekira 5 jam perjalanan berkendara. Terdapat bus jurusan Dompu-Calabai yang hanya berangkat dua kali dalam sehari, yaitu setiap pukul 6 pagi dan pukul 2 siang. Selain menggunakan bus, Anda dapat juga mencarter mobil dengan tarif sekira Rp300.000-400.000,- per hari untuk sampai pada sebuah kesederhanan dan kemolekan alam bernuansa asli pedesaan. 

Acara Terkait

27-06

Oct 2014

Lihat Acara Lainnya

Lihat dalam Peta

Desa Calabai: Keramahan dan Kemolekan Alam di Kaki Gunung Tambora

Destinasi Terkait

Cari

Aktivitas Terkait

Mendaki Gunung, Trekking, dan Ekotour

Mendaki Gunung, Trekking, dan Ekotour Puaskan hasrat berpetualang Anda dengan  melakukan perjalanan ke beberapa alam Indonesia yang kasar dan liar. Dari trekking dan menyaksikan...

selengkapnya