Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Pesona Wisata Bahari Kepulauan Derawan: Pangeran William pun Terpesona Karenanya

Pesona Wisata Bahari Kepulauan Derawan: Pangeran William pun Terpesona Karenanya

Ditulis 23 Sep 2013 pukul 23:22 | Dilihat: 4000

Pesona Wisata Bahari Kepulauan Derawan: Pangeran William pun Terpesona Karenanya

Salah satu cara menikmati suasana surga tropis di Derawan adalah Anda cukup duduk di dermaga kayunya ditemani secangkir kopi dan kudapan. Memandang lembayung yang merona di ufuk barat ketika langit biru perlahan pudar itu hanya pelengkapnya saja sebelum malam datang dan Anda terjun ke bawah airnya untuk bertemu biota yang menawan penuh warna.

 

 

Kepulauan Derawan merupakan wilayah konservasi laut sekaligus tujuan wisata bahari yang dapat disandingkan dengan Bunaken, Sabang, Pulau Komodo, dan Raja Ampat. Kawasan seluas tidak kurang dari 1,27 juta hektar ini memiliki setidaknya 31 pulau yang tersebar dimana yang paling terkenal adalah Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban.

 

Kepulauan Derawan merupakan surga tropis sempurna dengan bawah lautnya yang dihuni beragam hewan luar biasa seperti kura-kura raksasa, lumba-lumba, ikan pari, duyung, barakuda, serta ubur-ubur. Di sini bersarang pula penyu sisik dimana wisatawan dapat menyaksikannya langsung saat bertelur di pasir atau berenang bersamanya ke laut bersama kura-kura.

 

Pangeran William yang merupakan anak tertua Pangeran Charles pernah mengunjungi Pulau Maratua pada 2011 dan menghabiskan waktu selama dua minggu untuk menikmati keindahan pantai dan menyelam di bawah lautnya. Di pulau seluas 2.282,46 hektare itu dikelilingi lokasi menyelam yang indah dan hanya perlu diselami mulai dari dua meter. Pulau Maratua juga menjadi tempat makan dan bertelur penyu yang biasanya bermigrasi 25 tahun sekali lalu kembali lagi. Di tempat lain penyu biasanya singgah untuk bertelur atau makan namun di Maratua keduanya.

 

Wisatawan juga akan terpukau saat menyambangi Pulau Kakaban. Di pulau ini sejumlah air laut terperangkap membentuk danau air laut (laguna) yang indah. Danau air asin seperti itu hanya ada dua di dunia, yakni Pulau Kakaban dan Kepulauan Micronesia di Samudra Pasifik bagian tenggara. Hal paling menarik di dalam danau tersebut berdiam empat jenis ubur-ubur yang tak menyengat dimana salah satunya berbentuk kotak seukuran ujung jari telunjuk. Ciri khas ubur-ubur di Kakaban adalah berenang terbalik dan bila tersentuh tidak menimbulkan gatal. Wisatawan dapat berenang dengan ubur-ubur tersebut namun tidak diizinkan menyentuh dan mengangkatnya ke permukaan.

 

 

Di Pulau Derawan sendiri yang kini dikembangkan menjadi desa wisata bersama Pulau Sangalaki telah terdapat beberapa cottage dan juga homestay penduduk. Pulau yang dapat dikelilingi sekira satu jam itu memiliki pesisir pantai yang indah dengan lokasi titik menyelam atau snorkeling yang tidak jauh dari pesisirnya. Di pulau ini juga ada penyu hijau (Chelonia mydas) yang mudah terlihat di pinggir pantai bahkan memungkinkan diberi makan. Saat masa liburan sekolah, Lebaran, dan tahun baru, Pulau Derawan ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan juga provinsi lain.

 

Baru-baru ini Festival Derawan 2013 selesai digelar yang menghadirkan beragam acara tersebar di beberapa pulaunya terutama di Berau dan Tanjung Batu. Beberapa kegiatan festival itu berupa pameran produk lokal, pagelaran seni budaya dan hiburan, lomba fotografi bawah laut, lomba perahu, lomba memancing, seminar, dan acara bahari lainnya. Festival yang baru mula pertama digelar ini diharapkan menjadi awal bagi Kepulauan Derawan agar lebih dikenal sebagai tujuan wisata bahari dunia di Kalimantan Timur.

 

Photo courtesy: Saifanah dan Murni Amalia

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda