Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » APEC Terus Menguat dan Diperhitungkan: 7 Titik Strategis KTT APEC 2013

APEC Terus Menguat dan Diperhitungkan: 7 Titik Strategis KTT APEC 2013

Ditulis 7 Oct 2013 pukul 15:07 | Dilihat: 4242

APEC Terus Menguat dan Diperhitungkan: 7 Titik Strategis KTT APEC 2013

APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) atau Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik telah berdiri sejak 1989 di Canberra, Australia. Tujuan pembentukannya adalah demi mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas antarnegara di Asia Pasifik. Kriteria keanggotaan APEC lebih kepada ekonomi terpisah dibandingkan dengan negara terpisah. Sebagai hasilnya, dalam menyebut anggotanya, APEC menggunakan istilah ekonomi anggota, bukan negara anggota.

 

Saat ini APEC memiliki 21 anggota dimana disebut ‘anggota’ karena mereka yang terlibat di dalamnya merupakan forum dari entitas ‘ekonomi’ dan ‘bukan negara’ mengingat masuknya Hong Kong (China) dan Taiwan dalam APEC. Anggota APEC dalam lingkar Pasifik meliputi 21 ekonomi anggota, yaitu: Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Chile, China, Hong Kong-China, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru, Selandia Baru, Singapura, Chinese Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Hal menarik adalah mayoritas anggota APEC merupakan negara yang memiliki garis pantai menghadap ke Samudra Pasifik.

 

 

Pertemuan ekonomi anggota APEC bekerja untuk membangun kebijakan anti-proteksionis antaranggotanya dengan mengurangi tarif dan menghilangkan penghalang bagi perdagangan bebas. Tidak ada perjanjian yang harus ditandatangani dalam pertemuan APEC karena diikat melalui konsensus dan kerjasama yang mengacu pada Bogor Goals yang disepakati pada 1994. Saat itu, ditetapkan bahwa forum ini demi menciptakan perdagangan bebas dan terbuka serta meningkatkan investasi asing di negara anggota pada 2010 untuk negara ekonomi maju, dan pada 2020 untuk negara ekonomi berkembang.

 

Hingga kini KTT APEC diadakan rutin setiap tahun di negara anggotanya yang terdiri dari 21 anggota yang mewakili 41 persen populasi global, 49 persen perdagangan internasional, dan 56 persen PDB dunia. APEC bukanlah suatu pakta ataupun komunitas perekonomian kawasan tetapi merupakan arena dialog dan kerja sama perekonomian yang tidak mengikat namun berlandaskan komitmen bersama ekonomi anggotanya. Keberadaan APEC sebagai satu kekuatan dan potensi ekonomi dunia terus menguat dan diperhitungkan dunia.

 

 

7 Titik Strategis KTT APEC 2013

 

"Kami baru saja menyelesaikan 21th APEC Economic Leaders Meeting yang saya pimpin. Saya senang untuk mengatakan bahwa forum ini berhasil dan memang sangat produktif. Dalam dua hari, kita bahas secara menyeluruh tema sentral APEC 2013:  Resilient Asia-Pacific, Engine of Global Growth. Setelah musyawarah  intensif, kami sepakat pada tujuh titik strategis,"


 

 

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC),  pada Selasa (8/10) menyampaikan konferensi pers terkait hasil pertemuan pemimpin ekonomi anggota APEC. Ada tujuh kesepakatan yang telah dihasilkan dari seluruh rangkaian kegiatan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) sepanjang 2013 dimana puncaknya di akhiri  dengan APEC Economic Leader Meeting ke-21 di Nusa Dua, Bali.

 

Pertama, disepakati untuk melipatgandakan upaya mencapai Bogor Goals pada 2020. Semua anggota  harus terus memperoleh hasil dari kerjasama APEC. Sejalan dengan komitmen ini, sepakat mengambil langkah lebih lanjut dalam memberdayakan, menarik dan membuka kesempatan bagi semua pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam proses APEC.

 

Kedua, disepakati untuk meningkatkan perdagangan intra APEC atau perdagangan intra daerah, termasuk memfasilitasi perdagangan, pembangunan kapasitas, dan fungsi dari sistem perdagangan multilateral. Sistem perdagangan multilateral merupakan pengakuan bahwa promosi  kerjasama perdagangan intra APEC membawa manfaat konkret untuk anggota ekonomi APEC. Dalam hal ini, telah disepakati deklarasi yang mendukung sistem perdagangan multilateral dan memastikan keberhasilan pada WTO Ministerial Conference di Bali Desember 2013.

 

Ketiga, sepakat  mempercepat  people-to-people connectivity, terutama konektivitas melalui pengembangan dan investasi di bidang infrastruktur. Konektivitas dapat membantu mengurangi biaya produksi dan transportasi, memperkuat rantai pasokan regional, dan meningkatkan iklim usaha di daerah. Pada saat yang sama, pembangunan infrastruktur dan konektivitas akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dan menjamin keamanan kerja.

 

Keempat, menegaskan kembali komitmen untuk mencapai kekuatan yang  seimbang dan  pertumbuhan global yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam proses ini, disepakati  memfasilitasi Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM), pemuda, dan perempuan pengusaha. UMKM  adalah tulang punggung perekonomian.

 

Kelima, mengingat kelangkaan sumber daya, disepakati untuk secara regional bekerjasama  meningkatkan pangan, energi, dan keamanan air. Upaya ini  ditujukan untuk menanggapi tantangan pertumbuhan penduduk dan dampak negatif perubahan iklim.

 

Keenam, disepakati untuk memastikan sinergi APEC dan saling melengkapi dengan proses multilateral dan regional lainnya, seperti East Asia Summit dan G20. Hal ini penting karena dunia ditandai dengan beberapa arsitektur kemitraan ekonomi .

 

Ketujuh, disepakati  kerjasama erat dengan sektor bisnis melalui ABAC  untuk mencapai tujuan perdagangan dan investasi yang bebas terbuka. Kolaborasi akan menghasilkan situasi menang-menang, terutama pada saat ekonomi global belum sepenuhnya pulih.

 

 

 

China Jadi Tuan Rumah APEC 2014

 

Dengan selesainya APEC 2013, Indonesia kemudian menyerahkan keketuaan APEC kepada China untuk menjadi tuan rumah pada APEC 2014. Berikutnya Beijing akan menjadi tempat penyelenggaraan APEC tahun depan. Selain Beijing, wilayah adminsitratif Hong Kong juga didaulat menjadi tuan rumah pertemuan Menteri Keuangan APEC pada September 2014.

 

 

 

Rangkaian putaran KTT APEC 2014 akan meliputi forum APEC CEO Summit, forum APEC Dewan Penasihat Bisnis (ABAC), forum China-APEC, forum APEC untuk Usaha Kecil dan Menengah, Forum APEC untuk Pengusaha Muda, serta forum diskusi bersama menteri sektor terkait dan juga pengusaha.

 

Pada APEC CEO Summit tahun ini, delegasi China merupakan yang terbesar dengan jumlah 200 orang dari 1200 pemimpin bisnis yang hadir. Pemerintah China menjamin fasilitas perhelatan APEC tahun depan akan berstandar internasional serupa dengan Indonesia.

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda