Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Green Offroad Lembata 2013 Ajang Kenalkan Wisata Petualangan Pulau Lembata

Green Offroad Lembata 2013 Ajang Kenalkan Wisata Petualangan Pulau Lembata

Ditulis 27 Oct 2013 pukul 15:12 | Dilihat: 963

Green Offroad Lembata 2013 Ajang Kenalkan Wisata Petualangan Pulau Lembata

Green Offroad Lembata 2013 telah membuktikan bahwa kegiatan olahraga (otomotif) yang dikawinkan dengan pariwisata (petualangan alam) dapat berjalan dengan ideal. Acara yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lembata tersebut berlangsung di Pulau Lembata pada 19 Oktober hingga 2 November 2013 dengan menghadirkan serangkaian kegiatan.

 

Lomba offroad sendiri berlangsung pada Selasa (22/10) dengan menggunakan lintasan Black Stone Circuit di perbukitan nan indah Wolor Pass. Tempat yang menghadap ke Teluk Lewoleba itu menampilkan panorama juntaian gunung, bukit, dan garis pantai yang menawan. Lansekap alam nan elok tersebut bak permadani hijau yang terhampar dibingkai laut biru berkilauan dengan bonus Matahari terbenam di tepian barat horizon.

 

Lintasan lomba Green Offroad Lembata meliputi tiga bagian, yaitu: Speed Offroad, Extreme Offroad dan Adventure Offroad. Masing-masing lintasan memiliki jalur tantangan yang berbeda meliputi turunan terjal berbatu, tanjakan, kubangan, hingga halang rintang berupa bebatuan besar. Circuit tersebut dirancang oleh Rony Sukarsono dari IOF Bali dan memakan waktu tiga hari untuk membangunnya.

 

Setiap peserta lomba yang meliputi pengemudi bersama mitranya dituntut memiliki kecakapan mengendalikan kendaraan khusus (4x4 WD) agar tidak keluar dari lintasan offroad dan tentunya menjadi yang tercepat berdasarkan torehan waktu. Menaklukkan lintasan offroad tentunya perlu teknik khususnya pengereman dengan mesin (engine brake) serta penggunaan low-range gear ratio 4x4. Sebelum lomba, peserta juga dituntut memastikan kendaraan dalam kondisi siap dengan perbekalan dan peralatan lengkap.

 

Mengendarai mobil di medan off-road memang sangatlah berbeda dengan mengendarainya sehari-hari. Mengemudi kendaraan offroad lebih banyak bersentuhan dengan teknik dan pemahaman dimana pengemudi harus mampu melihat dan menganalisis medan di hadapan kendaraannya. Otomatis dengan kondisi tersebut seakan sang pengemudi harus menyatu dengan kendaraannya. Oleh karena itu, kegiatan offroad tepat dianggap sebagai kegiatan yang memadukan antara keterampilan dan seni.

 

Seperti dipaparkan Rony Sukarsono, bahwa kegiatan offroad sudah banyak diminati di Tanah Air. Hampir setiap provinsi memiliki komunitas dan perkumpulannya. Kegiatan off-road sendiri secara harfiah adalah mengendarai kendaraan di luar jalan raya, termasuk di dalamnya jalan tanah, lumpur, pasir, sungai, atau batuan yang masih dalam kondisi apa adanya.

 

Dalam kejuaran Green Offroad Lembata ini, untuk kategori Extreme Ofroad juara pertama diraih oleh Aming Cham diikuti Alexander Jong yang keduanya dari Timor Leste. Posisi ketiga diraih oleh Johny Pol yang mewakili lembata. Di kategori Speed Offroad, Aming Cham dan Alexander Jong kembali meraih posisi pertama dan kedua diikuti Johny Pol. Hal mengharukan terjadi setelah pembagian hadiah bagi pemenang dimana masing-masing pemenang lomba dari Timor Leste menyisihkan uang hadiah untuk disumbangkan ke desa wisata Leuwayan, Desa Wisata Lewolein , dan Desa Wisata Pasir Putih Mingar. Uang total yang disumbangkan senilai Rp 45 juta dan rencananya akan dibelikan peralatan sekolah dan pendukung pariwisata.

 

Peserta offroad dari Timor Leste diwakili oleh Sekjen Kementerian Pemuda dan Olahraga Timor Leste sekaligus Ketua FATIL Timor Leste Anisceto Barlelo mengutarakan kepada Indonesia Travel bahwa keikutsertaan mereka mengikuti kejuaraan ini merupakan jalan pembuka kerja sama antara Timor Leste dengan Kabupaten Lembata. Selain itu, menjalin kegiatan Green Offroad Lembata 2013 ini juga sebagai ajang menambah pengalaman bertanding bagi offroader negaranya. Bukan itu saja, kegiatan Green Offroad Lembata ini juga membuka peluang kerja sama dalam bidang lain terutama pariwisata dan industri perikanan. Selama ini hasil tangkapan ikan nelayan Lembata banyak yang sudah masuk Timor Leste.

 

Ke depan offroader Timor Leste ini berharap dapat kembali mengikuti lomba serupa tahun depan dan juga akan mengundang offroader Lembata dan Kupang dalam kejuaraan serupa di negaranya. Selain itu dimungkinkan pula kerja sama pariwisata terjalin untuk mendatangkan wisatawan internasional baik masuk ke Lembata maupun Timor Leste melalui penyelenggaraan event offroader internasional. Itu karena kondisi alam di Lembata dan Timor Leste dianggap serupa dan ideal untuk dapat menjadi lokasi kegiatan offroad dan wisata petualangan yang kian banyak digemari kalangan muda.

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda