Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » 9 Destinasi Wisata Meraih Citra Pesona Wisata (Cipta Award) 2013

9 Destinasi Wisata Meraih Citra Pesona Wisata (Cipta Award) 2013

Ditulis 29 Oct 2013 pukul 18:30 | Dilihat: 2179

9 Destinasi Wisata Meraih Citra Pesona Wisata (Cipta Award) 2013

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menganugerahkan Citra Pesona Wisata (Cipta Award) 2013 untuk 9 daya tarik wisata di Nusantara. Kesembilan daya tarik wisata ini terpilih setelah melalui seleksi ketat dari total 144 daya tarik wisata dari seluruh Indonesia.

 

Pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan plakat disertai uang tunai sebesar Rp25 juta untuk pengembangan destinasi wisata tersebut. Kesembilan daya tarik wisata yang dimaksud adalah berikut ini.

 

  • Pura Ulun Danu Bratan di Bali, Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD.
  • Agrowisata Hutan Mangrove Lagoi di Riau, Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh BUMS
  • Pulau Kakaban di Kalimantan Timur, Daya Tarik Wisata Alam yang dikelola oleh LSM, masyarakat atau perseorangan
  • Benteng Vredeburg di Yogyakarta, Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD
  • The Blanco Renaissance Museum di Bali, Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh BUMS
  • Desa Wisata Panglipuran di Bali, Daya Tarik Wisata Budaya yang dikelola oleh LSM, masyarakat atau perseorangan
  • Owabong di Jawa Tengah, Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD
  • Kampung Sampireun di Jawa Barat, Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh BUMS skala kecil.
  • Jatim Park 1, Jawa Timur, Daya Tarik Wisata Buatan yang dikelola oleh BUMS skala besar.

 

 

Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim, mengutarakan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi terhadap pengelolaan daerah wisata agar terus berkelanjutan dan kian dikenal dunia serta bertaraf internasional. Penilaian tidak hanya didasarkan pada  keindahan destinasi wisata tapi lebih menekankan pada pengelolaan kawasan sehingga memberi efek positif dan dapat menjadi daerah wisata yang berkelanjutan.

 

Tim Juri, Yuana Marjuka, mengatakan terdapat 14 parameter berkelanjutan yang dijadikan dasar penilaian dalam arti lingkungan, ekonomi, dan budaya. Dari hasil penjurian, sebanyak 144 daya tarik wisata usulan dari seluruh provinsi disaring lagi dan terpilih 41 destinasi yang berhak masuk dalam penilaian oleh tim juri.

 

Berdasarkan hasil penilaian juri, terpilih 27 daya tarik wisata yang layak untuk penilaian lapangan yang terbagi dalam 9 kategori. Kategori dibedakan berdasarkan jenis wisata dan pihak pengelola. Dari masing-masing kategori terpilih 3 kandidat, yang kemudian disaring kembali hingga terpilih pemenang dari tiap kategori.

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda