Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Anjungan Indonesia Memikat di Reiselivemessen 2014

Anjungan Indonesia Memikat di Reiselivemessen 2014

Ditulis 15 Jan 2014 pukul 14:02 | Dilihat: 640

Anjungan Indonesia Memikat di Reiselivemessen 2014

Indonesia berhasil memikat pengunjung dalam sebuah pameran travel dan wisata terbesar di Norwegia, yaitu Reiselivsmessen 2014. Dalam acara yang digelar di Telenor Arena pada 10-12 Januari 2014 itu,  Indonesia menampilkan anjungan dengan konsep eco-tourism dan sustainable creative industries dilengkapi dengan desain multimedia dan pertunjukan budaya Nusantara.

 

Anjungan Indonesia dinilai sebagai salah satu anjungan yang paling menarik perhatian pengunjung dengan mencapai angka tidak kurang 47.000 orang. Keunikan anjungan Indonesia adalah rancangan materi pameran berisi produk dan brosur yang dilengkapi film dan multimedia. Pengunjung mengakses bahan promosi tersebut dengan menonton film dan mencarinya menggunakan perangkat iPad dan Galaxy tab. Sejumlah pengunjung bahkan menyatakan saat memasuki anjungan Indonesia memberikan pengalaman berbeda. Anjungan yang dikelilingi panel 3D bergambar hutan dan keanekaragaman fauna membawa seolah membawa pengunjung tengah berada di hutan belantara Sumatera atau Kalimantan.

 

Tidak hanya itu, pertunjukan musik tradisional dan budaya Nusantara juga mendapat sambutan meriah pengunjung. Medley lagu daerah seperti “Soleram”, “Injit-injit Semut”, “Sajojo”, dan “Apuse” ditampilkan dengan apik penuh keceriaan oleh kelompok masyarakat Indonesia pimpinan Valentino Malaihollo. Selain itu, tarian merak dan belibis serta musik tradisional yang dimainkan masyarakat Indonesia yang tinggal di Oslo juga turut meriahkan anjungan Indonesia.

 

Dengan daya tarik dan atraksi di anjungan Indonesia tersebut maka pengunjung tidak hanya tertarik untuk mulai merencanakan liburannya ke Nusantara tetapi juga menyempatkan diri melihat dan membeli produk kreatif hasil hutan yang dipamerkan. Dua produk hasil hutan, yaitu kopi arabika mace dari Papua dan coklat dari Sulawesi Selatan mendapat tempat tersediri di kalangan pengunjung karena sesuai dengan lidah orang Norwegia. Warga Norwegia sendiri merupakan peminum kopi berkualitas terbanyak nomor dua di dunia dan penggemar coklat dengan rata-rata 5 kg per tahun per orang.

 

Indonesia sendiri mengangkat potensi eco-tourism dan industri kreatif dalam Reiselivemessen 2014 ini. Hal itu karena memang ajang tersebut bertemakan “Conserving Life, Enriching Culture, and Empowering Communities”. Dengan konsep tersebut, Indonesia ingin menarik minat wisatawan Norwegia yang identik dengan kecintaannya terhadap alam. Indonesia ingin menunjukkan kepada publik Norwegia bahwa mereka dapat mendukung pelestarian hutan Indonesia melalui konsumsi sustainable non-timber forest product yang dihasilkan masyarakat di Indonesia.

 

Reiselivemessen merupakan pameran wisata tahunan di Norwegia yang diikuti lebih dari 115 negara dengan 600 anjungan. Masing-masing negara mempromosikan beraneka ragam paket wisata dan budayanya. Masyarakat Norwegia adalah pasar wisatawan potensial karena termasuk berpendapatan per kapita tertinggi di dunia dan sering melakukan perjalanan wisata.

 

 

 

 

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda