Beranda Cerita Negeriku Berita Acara Hubungi Kami Faq's

Login User

Berita

Beranda » Berita » Candi Borobudur Dibuka Bertahap untuk Kunjungan Wisatawan

Candi Borobudur Dibuka Bertahap untuk Kunjungan Wisatawan

Ditulis 22 Feb 2014 pukul 04:28 | Dilihat: 112

Candi Borobudur Dibuka Bertahap untuk Kunjungan Wisatawan

Setelah ditutup sejak 14 Februari 2014 akibat hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud, Candi Borobudur kembali dibuka untuk wisatawan mulai 19 Februari 2014. Meski telah menerima kunjungan namun aksesnya masih terbatas hingga zona II. Secara bertahap Candi Borobudur akan terus dibersihkan hingga ke seluruh kawasannya.

 

Direktur Operasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWCBPRB), Retno Hardiasiwi mengutarakan bahwa upaya pembersihan candi akan terus-menerus dilakukan sehingga secara berangsur pembukaan kawasan akan menuju Zona I sesuai koordinasi dengan BKB maupun BPCB Jateng maupun DIY. Pembersihan bangunan candi dan pelataran (zona I) maupuan Zona II sendiri dilakukan oleh personal BPCB Jateng dan DIY, serta relawan.

 

Sebelumnya, selama masa tanggap bencana hingga dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan dengan akses terbatas, pihak manajemen memberikan potongan tiket tanda masuk sebesar 30 persen dari harga normal. Hal itu berlaku bagi seluruh wisatawan yang berkunjung ke kawasan candi. Selain itu, pihak pengelola juga membagikan masker gratis kepada wisatawan untuk melindungi dari debu vulkanik Gunung Kelud.

 

Selama diguyur hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Situs Istana Ratu Boko tertutup abu tiga milimeter. Penanganannya candi dari abu vulkanik menggunakan standar tertentu agar tidak merusak batuan candi. Sekira 260 personel petugas dibekali berbagai peralatan pembersih agar tidak mengakibatkan kerusakan batuan candi. Pembersihan Candi Borobudur dari abu vulkanik menggunakan cara kering dimana itu membutuhkan waktu hingga 10 hari. Berikutnya pembersihan dilanjutkan dengan cara basah selama empat hari.

 

Berbeda dengan Candi Borobudur, untuk pembersihan Candi Prambanan diperkirakan memakan waktu lebih lama dan dilakukan dua tim, yaitu di pelataran candi dan bagian dalam candi. Pelataran candi dibersihkan dengan menyemprotkan air dari tangki. Sementara itu, petugas di bagian dalam membersihkan relief candi menggunakan peralatan khusus. Abu vulkanik yang menutup Candi Prambanan cukup tebal hingga lima centimeter dimana itu hampir menimpa seluruh bangunan candi yang ada di komplek tersebut

 

Pemeliharaan dan pemulihan kembali Candi Prambanan dimungkinkan memakan waktu hingga 2 bulan. Hal itu dikarenakan pembersihan relief candi perlu kehati-hatian dimana di candi pusat terdapat 16 candi besar yang memerlukan perawatan khusus. Dalam masa tersebut, wisatawan tidak diperkenankan memasuki area bagian dalam candi namun hanya diperbolehkan melihat dari luar pagar pembatas.

Link Terkait

 

 

Berikan Komentar Anda