Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
10 Oktober 2012

Ditulis oleh
Yani Miranti

Kategori :
Diving & Snorkeling

0 Komentar

Jatuh Cinta dengan Kepulauan Karimunjawa

Posted on : 10 Oktober 2012
Categories : Diving & Snorkeling

Rasa penasaran dan ingin tahu akan keindahan Karimunjawa membuatku dan serombongan teman-teman meninggalkan Jakarta. Sedikit mencari tahu ada apa sih di Karimunjawa, ternyata Karimunjawa termasuk kawasan taman nasional wisata bawah laut. Karimunjawa merupakan kepulauan yang terdiri dari 27 pulau di Laut Jawa, Indonesia, sekira 80 kilometer barat laut dari Jepara. Sementara jarak Semarang-Karimunjawa sekira 60 mil laut.

Pulau utama di kawasan Kepulauan Karimunjawa bernama Karimun seluas 2.700 ha. Karimunjawa adalah salah satu tempat terbaik untuk para pencari pulau. Ini adalah pengalaman pertamaku dalam menjelajah pulau, 1 tahun lalu bersama dengan salah satu kelompok pecinta traveling.

Pesona alam Karimunjawa serta keindahan bawah lautnya ramai sekali di bicarakan di dunia maya, banyak para pecinta blue of Indonesia ingin berangkat langsung untuk membuktikan keindahannya, termasuk aku dan teman-temanku. Keindahan taman bawah laut Karimunjawa yang membuatku tertarik untuk melakukan perjalan ini. Dapat dikatakan, pantai dan laut Karimunjawa-lah, cikal bakal dari kecintaanku terhadap pantai dan laut-laut di indonesia, sejak saat itu kaki ini selalu melangkah dan aku selalu haus akan keindahan pantai-pantai serta laut indonesia.

Perjalanan ke Kepulauan Karimunjawa

Kami memutuskan untuk berangkat menggunakan bus dari Jakarta menuju Semarang. Kami berangkat dari Jakarta sore hari dan sampai di Semarang sekitar subuh. untuk mencapai Kepulauan Karimunjawa bisa di tempuh melalui 2 jalur: melalui Semarang atau Jepara. Masing-masing tempat transit di kedua jalur tersebut mempunyai daya tarik wisata kota tersendiri.

Sedikit informasi, apabila memilih jalur Jepara, perjalanan menuju Karimunjawa menggunakan ferry Muria dengan waktu tempuh sedikit lebih lama, yaitu sekira 6 jam perjalanan. Bagi yang mabuk laut, siapkan stamina Anda dan obat anti mabuk sebagai antisipasi. Kapal ferry ini berangkat pagi dari Jepara sekira pukul 9; tarifnya relatif lebih murah, yaitu sekira 30-40rb untuk kelas ekonomi.

Pada perjalanan kali ini, kami memutuskan memilih jalur via Semarang dengan alasan agar kami dapat menumpang kapal cepat Kartini. Perjalanan menggunakan kapal cepat ini hanya memakan waktu 4 jam. Jadwal keberangkatan kapal Kartini juga sekitar pukul 9 pagi. Sementara untuk harganya, jumlahnya masih bisa diterima untuk para backpacker, yaitu sekira 70-150rb untuk kelas bisnis.

Karena bus yang kami tumpangi dari Jakarta sape di Semarang subuh, kami bisa berkeliling jelajah wisata kota tua Semarang. Kami mengunjungi Lawang Sewu, Gereja Blenduk dan tak lupa menyempatkan wisata kuliner dengan mencicip bakmi jawa sebagai menu sarapan pagi.

Eksplorasi Kepulauan Karimunjawa

Selamat datang di Karimunjawa, begitu lah tulisan yang tertera di gerbang masuk kepulauan ini. Sungguh senangnya hati ini saat perjalanan yang telah lama aku impikan dapat terlaksana juga.

Berbagai macam tempat penginapan tersedia di Kepulauan Karimunjawa. Sebagian besar berupa homestay di rumah-rumah penduduk dengan harga yang cukup terjangkau: sekira Rp70.000-200.000,-. Harga tersebut juga tergantung fasilitas yang disediakan mulai dari pilihan kamar dengan kipas angin atau AC, kamar mandi di dalam atau terpisah, dan lainnya. Para backpacker tidak perlu khawatir, semua biaya yang kita keluarkan akan sesuai dengan keindahan yang dapat dinikmati di Karimunjawa.

Kami memutuskan untuk menginap di wisma terapung. Wisma terapung adalah salah satu fasilitas penginapan yang ada di Karimunjawa yang cukup unik. Wisma ini terdiri dari beberapa kamar yang bisa di tempati 2-3 orang. Tarif menginap di wisma apung per malamnya adalah Rp100.000,--200.000,-. Untuk urusan makan, kami sudah serahkan kepada pengelola wisma apung, hidangan laut tentunya jadi menu utama seharga Rp12.500-Rp15.000,- sekali makan. Di tengah-tengah wisma terapung terdapat sebuah kolam penangkaran hiu. Hiunya banyak sekali. Selain hiu, terlihat pula penyu, bintang laut, dan nemo juga (clown fish).

Tanpa menunggu aba-aba, begitu selesai menyimpan atau membongkan barang bawaan, aku langsung menceburkan diri dan berenang bersama hiu yang jinak serta nemo (clown fish) yang menggemaskan. Akhirnya aku dapat melihat secara langsung bentuk ikan yang fenomenal dari sebuah film. Apabila ingin menginap di wisma apung, dapat menghubungi Pak Joko di 081325110999.

Hari pertama kami langsung mengekplorasi atau hoping island di sekitaran Karimunjawa. Cuaca sangat mendukung, langit biru berpadu dengan laut biru adalah pemandangan yang menyejukkan mata. Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Cemara Kecil dan Cemara Besar. Di sepanjang pantai pulau ini memang terdapat pohon–pohon yang berbentuk seperti cemara. Di pulau tersebut, kami tak melewatkan kegiatan snorkeling. Terumbu-terumbu karang yang masih sangat terjaga keindahannya banyak kami temui di sana.

Setelah puas melihat taman bawah laut, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat keindahan Matahari terbenam di Pulau Tanjung Gelam. Di pulau ini, terdapat batu-batu besar di sekeliling pantainya. Batu-batuan di sini memang tidak sebesar batuan di Belitong, namun begitu keindahannya tak kalah cantik. Pantai Tanjung Gelam berpasir putih dan lautnya bersih sekali. Cocok sekali untuk menikmati keindahan sore sambil menunggu senja dan terbenamnya Matahari, seolah tertelan oleh laut. Matahari tenggelam di Tanjung Gelam memang cantik sekali.

Hari kedua kami menuju Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar. Di pulau ini juga dapat ditemui penangkaran hiu. Jadi bagi Anda yang ingin uji andrenalin dapat saja berenang bersama hiu tersebut. Selain itu, keindahan bawah lautnya adalah rumah bagi berbagai jenis ikan hias dengan warna-warninya yang menarik. Sungguh sebuah pengalaman tak terlupakan berenang dikelilingi ikan-ikan yang cantik.

Puas bermain dengan ikan-ikan, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Gosong. Dinamakan Pulau Gosong karena di pulau ini jika air laut surut maka akan timbul pulau kecil berpasir putih dengan luas hanya 3/4 meter. Tidak ada pohon atau apapun di atas gosong ini. Percayalah, ini merupakan tempat yang bagus untuk berpose dengan gaya melompat atau berpose ala putri duyung terdampar.

Di kepulauan Karimunjawa, pulau-pulau wajib yang harus di kunjungi ketika hoping island adalah Pulau Cemara Kecil/Besar, Pulau Tanjung Gelam, Pulau Menjangan Kecil/Besar, Pulau Gosong. Bagaimana tidak jika di sekitar pulau-pulau tersebut taman bawah lautnya luarbiasa cantik; inilah salah satu alasan utama para wisatawan berkunjung ke Kepulauan Karimunjawa, yaitu untuk menyaksikan keindahan bawah lautnya melalui snorkeling, diving dan berenang.

Selamat Tinggal Karimunjawa

Berat rasanya kaki ini meninggalkan Kepulauan Karimunjawa. Suasana alam dengan angin sepoi-sepoi membuatku betah disini. Ketika membuka jendela kamar, hamparan lautan biru di depan mata membentang. Saat mengalihkan pandangan ke bawah, tampak ikan-ikan cantik berenang dengan asiknya menggoda aku untuk bermain bersama mereka. Pesona laut Karimunjawa membuatku jatuh cinta padanya; kondisi alam yang jauh dari hiruk pikuk membuatku merasa seolah sedang berada di pulau pribadi. Bagi para pecinta belanja, disini dapat ditemukan berbagai macam souvenir bertemakan laut, mulai dari kaos, gantungan kunci, dll.

Tak terasa masa liburanku harus berakhir. Kapal Kartini yang kami tumpangi meninggalkan Karimunjawa pada siang hari dan sampai di Semarang pada sore hari. Kami lagi-lagi memilih Semarang sebagai tempat transit karena Semarang terkenal dengan wisata kuliner dan wisata belanjanya. Oleh karenanya, kami memborong sejumlah oleh-oleh khas Semarang, seperti bandeng presto untuk orang- orang tersayang.

Perjalanan ini adalah pengalaman yang luar biasa untukku, aku akan terus melangkahkan kaki ini untuk melihat pantai-pantai indah lainnya di Indonesia. Aku ingin menyaksikan sendiri keindahan yang ada di Nusantara dan bukan lagi sebatas mendengar cerita dari teman atau pun hanya sekedar menonton tayangan di televisi.

Tips yang paling penting adalah carilah waktu yang tepat untuk mengunjungi Kepulaan Karimunjawa. Pastikan jika berkunjung kesana pada musim panas atau kemarau karena jika musim hujan pastinya kurang menyenangkan. Pastikan juga saat berangkat ombak Laut Jawa sedang bersahabat karena apabila ombak tinggi maka dipastikan kapal-kapal tidak akan bisa berangkat/ beroperasi ke Kepulauan Karimunjawa. Kami mengunjungi Karimunjawa dengan kondisi cuaca yang sempurna tepat pada bulan April 2011 yang lalu.

Happy traveling.

Tag : Karimunjawa , Pesta Lomban: Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Karimunjawa, Bermain Bersama Hiu dan Penyu di Taman Nasional Karimunjawa

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR