Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
19 November 2012

Ditulis oleh
Timothy Wirjo Pawiro

Kategori :
Budaya - Bangunan Bersejarah

0 Komentar

Satu hari di kota Solo ...

Posted on : 19 November 2012
Categories : Budaya - Bangunan Bersejarah

Misalnya Anda hanya punya waktu satu hari saja untuk menjelajah kota Solo, kira-kira mau ke mana saja?


Beberapa waktu lalu, saya sempat pergi ke Solo untuk 3 hari 2 malam saja tetapi kami hanya punya waktu satu hari saja untuk menjelajah Kota Solo karena di hari yang lain kami akan melihat tempat lain. Kebetulan tempat penginapan kami dekat dengan Jalan Slamet Riyadi sehingga dengan mudah menjelajah satu jalanan itu saja.

Satu hari di kota Solo ...


Oh iya, Jalan Slamet Riyadi itu merupakan salah satu jalan yang terkenal di Solo. Ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi di sekitarannya. Selain itu, trotoar di jalan Slamet Riyadi cukup besar, jadi berjalan pun rasanya nyaman. Pertama, tempat yang kami singgahi adalah Taman Sriwedari. Sebenarnya tidak terlalu banyak yang dilihat di sini selain ada beberapa toko souvenir yang menjual mainan daerah.


Berikutnya kami pun beranjak ke Museum Radya Pustaka yang ternyata merupakan museum tertua di Indonesia. Di dalam museum, terdapat beberapa ruangan. Ada ruangan yang diperuntukkan untuk koleksi keris, lalu ada juga yang untuk wayang kulit, gamelan, dan sebagainya. Di dalam museum ini juga terdapat replika beberapa bangunan terkenal di Solo dan sekitarnya, mulai dari Sangga Juwana, Makam Imogiri, dan Masjid Demak. Selesai melihat bagian dalam museum, ternyata di bagian taman belakang ada koleksi beberapa patung dan arca. Apabila berkunjung ke museum ini perlu diingat kalau hari Jumat tutupnya lebih awal, yaitu pukul 11:30, sedangkan hari lainnya tutup pukul 14:30 (hari Senin dan hari libur museum tutup).

Satu hari di kota Solo ...

Satu hari di kota Solo ...

Satu hari di kota Solo ...

Satu hari di kota Solo ...

Selesai melihat-lihat museum, kami pun pindah ke tempat berikutnya yaitu Batik Danar Hadi atau House of Danar Hadi. Sebenarnya tempat ini seperti semacam kompleks karena di dalamnya ada showroom dimana kita bisa membeli bahan kain batik atau pakaian batik yang sudah jadi. Ada juga Soga Restaurant and Lounge dan ada museum batiknya juga. Memang kami ke sini karena tertarik untuk mengunjungi museum batiknya. Ternyata koleksi batik di museumnya banyak juga dan berasal dari beberapa tempat. Ada juga lho batik yang gambarnya karakter kartun seperti Hanzel and Gratel, dan Snow White. Sayang di dalam museum tidak diperbolehkan ambil foto, jadi ya lewat deh. Akan tetapi, hal yang menarik adalah bagian terakhir dari tur di museum batiknya, karena kami mengunjungi tempat pembuatan batik. Di sini kita bisa melihat bagaimana cara pembuatan batik dari awal hingga akhirnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, dan waktunya makan siang deh. Di dekat Batik Danar Hadi ada restoran Italia, namanya O Solo Mio. Ke Solo kok makan makanan Italia? Ya tidak apa-apa deh, namanya juga lagi berpetualang, mencoba makanan apa saja. Setelah makan siang, saya kemudian menghubungi teman saya yang tinggal di Solo, siapa tahu bisa diantar ke tempat yang lain dan benar kok, dia memang mau mengantar kami ke tempat yang lain tapi masih di seputaran jalan Slamet Riyadi. Ya tidak apa-apa sih, karena memang kami ingin ke PGS alias Pasar Grosir Solo, lumayan borong batik nieh di sini. Harganya murah-murah, dan waktu itu, model yang lagi in ya model batik dengan logo klub sepak bola ya.


Lokasi PGS itu dekat dengan Keraton Kasunanan. Jadi tinggal naik becak saja ke kompleks keraton, karena kalau jalan, sebenarnya bisa akan tetapi ya lumayan jauh. Sampai di depan Keraton, ternyata Keratonnya sudah tutup. Yah sayang banget nih. Sudah sampai di depannya padahal. Ya sudah, masih ada satu Keraton lagi yang bisa dikunjungi nantinya tetapi sebelum ke sana kami memutuskan untuk melihat Kampung Batik Kauman, ini masih dengan becak yang sama. Dari Kampung Batik Kauman ke Keraton Mangkunegaran ternyata jaraknya lumayan jauh, untung naik becak, dan ini sekali lagi masih becak yang sama ya.


Sampai di Keraton Mangkunegaran, kami mencoba masuk ke dalam kompleksnya. Di dalam ada lapangan cukup luas dan sering dipakai untuk main bola warga sekitar. Di samping kanan ada bangunan tua bertuliskan ‘Kavallerie – Artillerie’ maksudnya mungkin gudang persenjataan.


Kami pun jalan lurus ke depan menuju pintu gerbang yang sepertinya sudah ditutup. Apakah keraton ini sudah tutup juga ya? Sampai di depan pintu gerbangnya, longok kiri kanan, dan memang sudah tutup. Ah, apakah kesorean ya? Jadi dalam sehari ini, kami belum berhasil mengunjungi dua Keraton di Solo, walau keesokannya kami menyempatkan untuk mengunjungi Keraton Kasunanan dan berhasil masuk! Jadi kalau mau mengunjungi Keraton, disarankan di pagi hari saja.


Alhasil, kami pun balik ke tempat penginapan untuk istirahat sebentar, mandi, dan makan malam di Soga Restaurant and Lounge sebelum akhirnya kami menutup hari itu dengan menonton wayang orang Sriwedari di Taman Sriwedari. Jadi ini kegiatan kami selama satu hari di Kota Solo, kalau kalian bagaimana?

Tag : Solo Surakarta

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR