Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
19 November 2012

Ditulis oleh
Natalya Christina

Kategori :
Trekking - Berpetualang - Berjalan-jalan

0 Komentar

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Posted on : 19 November 2012
Categories : Trekking - Berpetualang - Berjalan-jalan

Berawal dari rasa penasaran karena membaca dan mendengar cerita orang mengenai Dieng alhasil akhir bulan kemarin berhasil megumpulan orang untuk pergi ke sana.

Untuk menuju Dieng sebenarnya tidaklah sulit karena banyak kendaraan umum dengan tujuan Wonosobo dapat membantu kita tiba ke Dieng. Akan tetapi, berhubung yang ikut lumayan cukup banyak sekitar 20 orang maka kami menyewa satu bus khusus. Selain dengan itu lebih nyaman juga lebih leluasa.

Meeting point di Plaza Semanggi karena memang berada di tengah-tengah kota dan parkir bus juga nyaman. Pukul 7 malam tepat bus berangkat. Perjalanan menuju Wonosobo itu memakan waktu kurang lebih 12-13 jam, beuhhh.. bisa terbayangkan capeknya. Kalo mau repot sedikit bisa naik kereta ke Yogyakarta lalu lanjut travel atau sewa mobil 3 jam menuju Dieng. Selama perjalanan bus ajrut-ajrutan terus, loncat ke sana loncat sini, hihi.., maaf-maaf buat yang duduk paling belakang untung ga nyungsep yaa. Sepertinya karena kondisi aspal yang berlubang dan tidak rata sehingga bus yang berjalan cepat seringkali lompat lompat.

Sampai di Wonosobo menunggu sebentar untuk lanjut ke Dieng. Dengan kendaraan yang sudah dipesan jauh-jauh hari kepada guide, ternyata benar kata orang-orang Dieng tuh negeri di atas awan, karena untuk tiba ke tempat tersebut kita harus melalui jalan berkelok kelok dan semakin tinggi jalanan lebih kecil ditambah kiri kanan jurang.

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Lokasi pertama yang dituju yaitu Telaga Warna, itu lho danau yang terkenal dengan 7 warnanya. Sayang sungguh sayang kita datang saat musim kemarau masih melanda jadi sebagian air telaga kering tetapi jauh di ujung sana warna air telaga yang masih ada indah berwarna hijau tosca bercampur kebiruan. Pemandangan sekitar yang serba hijau benar-benar bikin hati dan mata adem!

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Puas berfoto di telaga lanjut melihat gua dan sebelumnya juga sempat melihat patung Gajah Emas yang di belakangnya terdapat batu tulis Semar (tokoh pewayangan). Gua pertama yang kami sambangi yaitu Gua Jaran (hmmm ga tau deh apa artinya). Gua ini semakin masuk ke dalam maka semakin menyempit. Katanya bentuk goa ini pun sedikit aneh (kenapa aneh?), silahkan datang sendiri dan lihat seperti apa bentuknya!

Gua selanjutnya adalah Gua Semar di sini katanya kalo kita minta sesuatu dengan keyakinan penuh maka akan terkabul, hmmm... goa ini dikunci dan untuk masuk ke dalam perlu ritual dan kudu minta ijin sama kuncen tetapi buat yang berani silakan uji nyali Anda untuk masuk ke dalam. GOA terakhir adalah Gua Pengantin atau Caving Couple yang kami sambangi.

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Makan siang hari itu merupakan kami menyantap makanan khas Dieng yaitu Mie Ongklok dan Sate Sapi yang rasanya yaa gitu deh ga terlalu suka tetapi berhubung lapar langsung habis. O’ya yang paling enak adalah gorengan tempenya plus sambel dieng, mantap surmantap.

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau


Puas makan, kami langsung ke yang merupakan rumah besar berwarna pink dengan ornamen di dalamnya pun serba pink. Itu termasuk warna seprei, bed cover, sarung bantal, guling, hingga sofa and cet temboknya. 1 kamar muat untuk 3 orang dengan kamar mandi di dalam dan tersedia air hangat. Pas buka sendal and injek ubin brrr dingin sekali.

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Perjalanan dilanjutkan dengan wisata candi, letaknya tidak terlalu jauh dari penginapan. Terdapat beberapa candi kecil di Dieng, di antaranya Candi Arjuna, Bima, dan lainnya. Terhampat lapangan rumput hijau berlatar gunung uang indah.

Sore hari acara bebas karena tadi sempet lihat penjual es cendol durian jadi akhirnya mampirlah disitu. Hmm... ternyata durian di Dieng lumayan enak kok, untuk jajanan untuk bakso rasanya biasa, sate juga biasa karena daging kambingnya alot, martabak manis juga biasa, martabak telor tidak jauh berbeda seperti di Jakarta.

Kami sempat juga menikmati sunrise attack di Gunung Sikunir tetapi karena musim kemarau maka kabut di gunung menjadi tebal dan aneh bin ajaib ga begitu dingin ternyata lebih dingin daripada di Dieng. Penanjakan Gunung Sikunir termasuk biasa saja, memang cukup melelahkan buat yang jarang berolah raga tetapi mudah untuk dilalui meski harus berhati-hati karena kanannya jurang. Sekira 3/4 jalan kita melihat Matahari mulai muncul. Pemandangan dari atas Gunung Sikunir sangat indah.

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Lelah mengejar Matahari akhirnya kami pun kembali ke penginapan untuk sarapan. Setelah membereskan barang berikutnya menjelajah Kawah Sikidang. Hmm... panoramanya kurang lebih sama seperti Kawah Domas di Tangkuban Parahu, hanya saja kawah disini lebih berbahaya karena airnya berombak dan bergemuruh. Beberapa saat lalu sempet ditutup karena mengeluarkan asap beracun.

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Fun and Happy Hiking ke Dieng Plateau

Acara perjalanan kami pun ditutup dengan makan siang dan naik perahu di Telaga Menjer yaitu merupakan danau terluas di Wonosobo. Kami pun akhirnya pulang kembali ke Jakarta.

Pesan: Jangan lupa belanja oleh-oleh seperti pepaya carica, kopi dieng, terong belanda, dan tentu aja cabe dieng!


Tag : Dataran Tinggi Dieng

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR