Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
27 Desember 2012

Ditulis oleh
yasa sidik permana

Kategori :
Trekking - Mendaki Gunung, Trekking, - Berpetualang

0 Komentar

Curug Watu Jonggol, Komposisi Alami yang Sempurna

Posted on : 27 Desember 2012
Categories : Trekking - Mendaki Gunung, Trekking, - Berpetualang

Berada di Desa Wisata Nglinggo, Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta, Curug Watu Jonggol adalah pesona alam yang masih sangat alami dan berair jernih. Curug watu Jonggol terletak di gugusan pegunungan menoreh, akses untuk mencapai lokasi lumayan mudah, jalanan yang berkelok dan tanjakan yang cukup ekstrim dengan tebing dan jurang disetiap sisinya benar-benar memacu adrenalin kami.

Perjalanan saya mulai dari Yogyakarta dengan jarak tempuh sekira 42 km dengan rute Yogyakarta-Godean-Nanggulan-Pasar Dekso-Samigaluh-Pasar Plono, kemudian berbelok ke Desa Wisata Nglinggo, lalu menuju Grojogan Watu Jonggol. Sesampainya di Desa Pagerharjo biasanya kendaraan ditiitipkan dirumah penduduk, kami menitipkan sepeda motor di rumah salah satu penduduk. Kami pun berkenalan dengan tuan tumah tersebut dan dipersilahkan untuk mampir dulu, sekalian berbagi cerita tentang daerah Samigaluh dan keindahan alam dan keramahan penduduknya. Kami disuguhi teh hangat dengan gula aren, cara meminumnya pun sangat unik, berbeda ketika kita minum teh pada umunya, disini caranya adalah dengan meminum teh tawar dulu lalu mengunyah gula arennya agar menjadi teh manis. Proses penyampuran teh dan gula buan diaduk digelas, melainkan di dalam mulut kita.

Setelah menikmati suguhan dari penduduk setempat, kami pun menuju curug Watu Jonggol, letaknya tidak jauh. Setelah jalan diaspal sebentar, kami menyusuri jalan setapak dengan pemandangan indah, lebatnya semak dan pepohonan mengiringi langkah kami menuju watu jonggol. Pada awalnya jalan sudah disemen namun semakin ke bawah semakin alami sehingga langkah kaki harus benar-benar diperhatikan karena jarak antar anak tangga cukup tinggi dan benar-benar menguras tenaga.

Curug Watu Jonggol, Komposisi Alami yang Sempurna

Sebelum mencapai Curug Watu Jonggol kita bisa menikmati keindahan Curug dari atas dengan pemandangan indahnya. Setelah itu akan terlihat jembatan yang terbuat dari bambu dan gubug yang menjadi ciri khlas Curug Watu Jenggol. Jembatan yang terlihat rapuh namun cukup kokoh ini terlihat miring sehingga kami harus selalu memperhatikan langkah kami.

Curug Watu Jonggol, Komposisi Alami yang Sempurna

Curug Watu Jonggol, Komposisi Alami yang Sempurna

Dinginnya cuaca di Nglinggo membuat kami beristirahat sejenak di gubug kecil disamping curug, suara gemercik air yang jatuh membuat kami ingin menikmati segarnya air dari curug watu jonggol. Karena sesaat sebelum kami sampai dilokasi, desa ini baru saja diguyur hujan sehingga air dari curugnya pun berwarna kecoklatan, namun tidak membuat keindahan Curug ini berkurang.

Curug Watu Jonggol, Komposisi Alami yang Sempurna

Curug Watu Jonggol, Komposisi Alami yang Sempurna

Curug Watu Jonggol, Komposisi Alami yang Sempurna

Seperti kebanyakan wisatawan, kami pun tergoda segarnya air dari curug ini. Keindahan curug ini masih belum diketahui kebanyakan orang karena belum ada yang mengeskpose-nya karena akses jalan yang cukup jauh dari pusat kota dan medan yang dilalui cukup sulit dan menguras tenaga. Akan tetapi, inilah kelebihannya yaitu alam yang masih asri dan tidak ada sampah di sekitar area. Benar-benar masih alami. Volume air di curug ini tergantung curah hujan dan musim, jadi datanglah ketika musim hujan karena keindahan air terjun akan terpancar sempurna mulai dari hijaunya semak dan pepohonan bukit menoreh hingga derasnya air di curug.

Tag : Yogyakarta

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR