Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Air Terjun Tiu Pupus Gangga, Lombok

Posted on : 2 Januari 2013
Categories : Trekking - Ekotour - Mendaki Gunung, Trekking, - Berpetualang

Ketika saya dan teman memilih untuk melihat air terjun di Lombok maka yang ada di pikiran hanya air terjun yang terkenal saat ini, yaitu Sendang Gile dan Tiu Kelep. Keduanya berada di Taman Nasional Gunung Rinjani, Senaru, Lombok Utara. Akan tetapi, yang tidak saya ketahui adalah Lombok juga punya beberapa air terjun selain keduanya itu.

Saya baru mengetahui ketika orang yang mengantarkan kami, Faiz, membawa kami ke daerah bernama Gangga. Saya tidak begitu mengetahui apa yang akan dilihat di Gangga tapi kemudian melihat papan petunjuk yang sangat sederhana bertuliskan ‘Tiu Pupus Waterfall This Way.’ Ah, ternyata kami akan melihat air terjun ini terlebih dahulu.

Air Terjun Tiu Pupus Gangga, Lombok

Lokasi dari air terjun Tiu Pupus memang harus dicapai dengan jalan kaki. Setelah memarkirkan mobil di satu area di dekat rumah penduduk, kami berjalan di samping sungai kecil, sampai akhirnya kami menemui jembatan kecil dan bangunan rumah di sampingnya. “Aah, itu dia air terjunnya’.

Dari jauh memang sudah terlihat air terjunnya tetapi kurang sesuai dengan gambaran saya. Hal yang ada di benak air terjun itu mestinya deras dan volume airnya juga besar. Akan tetapi, yang ini sedikit kecil atau mungkin karena belum musim hujan? Hal yang saya suka dari area air terjun ini adalah kolam airnya berasal dari air terjun Tiu Kelep. Kenapa bisa membentuk sebuah kolam? Kalau saya lihat, memang kolam ini dibuat secara sengaja, di mana dibangun tembok kecil dari batu-batuan sehingga airnya tidak langsung mengalir ke bawah.

Air Terjun Tiu Pupus Gangga, Lombok

Sayang kami tidak membawa pakaian ganti, jadi kami tidak bisa bermain air di kolam tersebut. Kami hanya mengambil banyak foto di area ini, sebelum akhirnya kami meninggalkan tempat ini untuk pergi ke tempat berikutnya.

“Habis ini ke mana ya, kak?”, tanya saya kepada Faiz. “Habis ini kita ke air terjun Gangga’, jawabnya. Jadi ternyata selain Tiu Kelep, ada lagi air terjun di wilayah Gangga ini. Lokasinya bisa dibilang lumayan dekat dengan air terjun Tiu Kelep.

Air Terjun Tiu Pupus Gangga, Lombok

Setelah melewati jalan besar, ketika sudah dekat dengan lokasi air terjun, kami melewati jalan yang cukup untuk satu mobil saja. Di samping kami ada sawah-sawah, dan warga setempat yang sedang memanen hasil dari sawah tersebut.

Kami pun parkir di satu area di dekat rumah penduduk yang bentuknya masih tradisional yang atapnya dari jerami. Di situ sudah ada warga setempat yang salah satunya menjadi tour guide kami di sini, namanya Madi.

Air terjun Gangga ini merupakan air terjun yang bertingkat tinga dan sesuai namanya maka kami pun berjalan naik ke atas untuk menuju tingkat pertama dari air terjun Gangga ini. Jalanan ke atas ini sudah disemen dengan baik, jadi memungkinkan untuk lebih mudah naik turunnya.

Air terjun tingkat pertama ini ternyata lokasinya di sebelah bendungan kecil, jadi untuk menuju ke air terjun itu mesti ‘melangkahi’ bendungan itu terlebih dahulu. Air terjun itu sepertinya meluncur dari atas bukit berbatu ke bawah. Walaupun tampak kecil, tapi alirannya bisa dikatakan lumayan deras. Sembari foto-foto di depan air terjun, ternyata dari atas ini pemandangannya juga indah.

Kalau di tingkatan pertama untuk mencapai air terjun kami harus melewati bendungan maka di tingkatan kedua ini kami harus menyebrangi kolam kecil dengan berjalan di atas bambu dan memanjat sedikit ke atas untuk melihat tingkatan kedua. Ternyata yang tingkatan kedua jauh lebih bagus dari yang pertama. Di tingkatan yang kedua ini, airnya mengalir tidak hanya dari satu bagian saja tapi beberapa bagian dari bukit berbatu yang banyak ditumbuhi daun-daun itu. Sama seperti air terjun Tiu Kelep; di bawah air terjun tingkat kedua ini terbentuk kolam karena memang airnya ‘dicegah’ untuk tidak langsung mengalir ke bawah dengan dibuat tembok dari batu-batuan. Saya langsung membayangkan diri saya melompat ke kolam itu dan bermain-main di bawah air terjun. Pasti rasanya menyenangkan sekali.

Pada tingkatan yang terakhir, kami harus turun ke bagian bawah dari bukitnya. Turunnya memang lumayan jauh untuk sampai ke bawah. Sesampainya di bawah, kami berjalan di samping aliran sungai kecil dan di antara bukit yang menjulang tinggi.

Ketika asyik memfoto-foto sekitar saya; saya tidak sadar kalau yang lain sudah berada di dekat lubang dari satu sisi bukit itu. Dari lubang itu keluar air yang lumayan deras. “Wah, jangan-jangan di balik lubang itu ada air terjunnya?” tanya saya dalam hati dan ternyata memang benar.

Untuk naik ke atas dan memasuki lubang itu, kami harus memanjat semacam batang pohon, yang sudah dipahat pinggirnya untuk tempat pijakan kaki. Walau naiknya agak sedikit hati-hati tetapi sesampainya di atas, rasanya lagi-lagi saya ingin menceburkan diri ke dalam kolam di bawah air terjun itu. Akan tetapi, ya sudah lah. Nanti pada kunjungan berikutnya ke sini, pasti saya akan membawa pakaian ganti!

Tag : Lombok

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR