Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Curug Cipendok: Wujud Kealamian Alam Hayati di Banyumas

Posted on : 3 Januari 2013
Categories : Mendaki Gunung, Trekking, - Trekking - Berpetualang - Berjalan-jalan

Curug Cipendok adalah wisata alam yang terletak di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Karang Tengah-Cilongok. Dari kota Purwokerto hanya berjarak 15km ke arah barat. Curug ini terletak di kawasan hutan kaki Gunung Slamet. Curung yang memiliki ketinggian mencapai 90 m ini sering dikunjungi penikmat alam. Aksesnya cukup mudah ditempuh, dimana sarana transportasi dan fasilitas yang tersedia lumayan memadai. Suasana perbukitan menyajikan beragam hayati tropis terpampang di sepanjang jalan sesaat memasuki kawasan hutan. Kesepian dan ketenangan tempat ini sangat cocok untuk merehatkan kita setelah menjalani rutinitas sehari-hari.

Curug Cipendok: Wujud Kealamian Alam Hayati di Banyumas

Untuk masuk ke curug ini tiketnya sebesar Rp6.000,- per orang dengan tambahan parkir Rp1.000 untuk motor dan Rp2.000 untuk mobil. Dari pintu masuk kira-kira berjarak 1 km lagi untuk mencapai tempat parkiran wisata ini. Parkirannya cukup lebar dan rapi. Tengoklah ke semua sisi, hutan belantara dengan tumbuhan hijaunya siap menyejukkan mata kita dengan tidak jenuhnya untuk menikmati aura tempat ini.

Meninggalkan tempat parkir, kita akan menyusuri jalan setapak sepanjang 500 m yang terbuat dari susunan batu-batu. Naik turun untuk sampai ke sana sedikit membutuhkan tenaga. Pertama, kita akan melewati warung kecil yang menjual makanan. Sudah barang tentu, mendoan adalah salah satu makanan yang dijual sebagai makanan khas Banyumas. Berjalan terus, ada sebongkah batu besar di sini dan juga taman kecil yang berguna untuk tempat beristirahat. Ada ayunan, perosotan,tempat sampah dan tempat duduknya juga.

Curug Cipendok: Wujud Kealamian Alam Hayati di Banyumas

Lanjut menjejaki jalanan setapak yang menurun. Kicauan burung, suara binatang hutan dan juga kabut di sisi kanan yang menyelimuti pepohonan, di sinilah kita akan merasakan sensasi alamnya. Semakin dekat ke curug ini, suara gemericik air pun semakin terdengar. Diperlukan kehati-hatian ketika kita menuruni jalanan ini. Terus menurun, akhirnya Cipendok pun menampakkan wujudnya. Lumayan tinggi dan cantik parasnya. Turun dari atas sisi bukit mengalir deras menabrak apapun yang ada di bawahnya. Airnya berjatuhan kemana-mana, bahkan dari tempat kita berdiri pun pasti akan terkena cipratan airnya yang terbawa angin. Airnya yang dingin, batuan besar pegunungan banyak tersusun acak, udara sejuk menambah kesenduan curug ini.

Curug Cipendok: Wujud Kealamian Alam Hayati di Banyumas

Menurut cerita dahulu setelah Perang Dipenogoro, kawasan hutan curug ini dijadikan areal perkebunan dengan kerja rodi oleh Pemerintah Hindia Belanda yang dipimpin Raden Ranusentika. Ketika itu ia mengalami keanehan yaitu setelah hutan belantara ditebang tetapi keesokan harinya pepohonan tumbuh lagi dan terjadi berulang kali. Hingga akhirnya Raden bertapa dan memohon petunjuk kepada Tuhan agar diberikan kemudahan namun tetap saja keanehan itu ada. Sampailah ia memancing di curug ini akibat gundahnya, tak disangka kailnya mendapatkan pendok atau cincin warangka keris kuning keemasan. Ketika didekatkan, Raden Ranusentika melihat banyaknya mahluk halus di sekitar curug ini yang dianggap menganggu pekerjaannya di lereng Gunung Slamet tersebut. Lalu ia pun bertemu dengan mahluk berupa peri bernama Dewi Masinten Putri Sudhem yang akhirnya membantu Raden Ranusentika membuka lahan perkebunan sampai berhasil. Dan imbalnya peri itu diboyong ke Kadipaten Ajibarang dijadikan sebagai selir oleh Raden. Akhirnya air terjun ini dinamakan Cipendok atas usul seorang kepala pekerja sesuai dengan apa yang dialami oleh Raden Ranusentika.

Curug Cipendok: Wujud Kealamian Alam Hayati di Banyumas

Oleh karena itu, hingga sekarang dianggap wajar aura mistis kadang sedikit menghambar melihat sepinya tempat kawasan ini. Harunya yang jauh dari hingar-bingar menjadikan tempat ini cocok untuk melepas penat sekedar mendapatkan ketenangan batin. Betah untuk tidak berlalu namun kabut tebal pun semakin menggelapkan curug ini.

Tag : Gereja Blendug: Gereja Tertua di Jawa Tengah yang Menawan, Sungai Serayu

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR