Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
11 Juni 2013

Ditulis oleh
Marischka Prudence

Kategori :
Diving & Snorkeling - Ekotour

1 Komentar

Bertemu Pelikan di Ngurtafur

Posted on : 11 Juni 2013
Categories : Diving & Snorkeling - Ekotour

Ingat cerita cerita jaman dahulu dimana burung pelikan membawa bungkusan kain berisi bayi? Seumur hidup saya belum pernah melihat pelikan, hanya di televisi, film, dan tentunya gambaran pelikan membawa bayi yang sering saya lihat di cerita cerita dahulu.


Bertemu puluhan pelikan sama sekali tidak terbayang saat saya menuju pantai Ngurtafur saat #BarondaMaluku. Dengan penuh semangat Mad mempromosikan Ngurtafur dari sebelum kami tiba di Pulau Kei. Ngurtafur memang cukup jauh, tidak cukup satu penerbangan dari Jakarta. Kami harus menuju ke Ambon dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Bandara Dumatubun di Langgur, Maluku Tenggara.
Kepulauan Kei terdiri dari gugusan pulau di antara Laut Seram, Laut Banda dan Laut Arafuru. Ada dua pulau utama, yaitu Pulau Kei Besar dan Pulau Kei Kecil. Pulau Kei Kecil terkenal di antara turis asing karena Pantai Pasir Panjang yang memiliki pasir pantai terhalus di Asia. Namun pesona pantai Kei tidak hanya di dua pulau utama ini. Mad, inisiator#BarondaMaluku meyakinkan kami untuk mengunjungi Ngurtafur, "A must visit" menurutnya.

Pelikan berkumpul di Ngurtafur
Pelikan berkumpul di Ngurtafur
Cuaca cukup mendung saat saya dan teman teman menyebrang dari Pelabuhan Debut di Pulau Kei Kecil. Dari pelabuhan ini kami menyewa kapal motor dan bergerak menuju Ngurtafur. Setelah sekitar 30 menit kami mulai melihat bentangan pasir putih berupa gundukan pasir yang memanjang, seolah pulau sendiri yang terdiri dari pasir putih. Namun yang mengejutkan adalah pulau itu sedang ramai, hampir seratus pelikan sedang asik bersantai di Ngurtafur!
Pelikan adalah jenis burung yang bermigrasi. Jenis yang kami temukan di Ngurtafur adalah jenis Australian Pelican, terlihat dari warna hitam di sebagian sayap mereka. Jenis ini biasa bertelur di area Australia dan Papua Nugini, namun melakukan rute migrasi dari Australia ke New Zealand, Kepulauan Solomon, Fiji dan Wallacea. Nah di rute Wallacea inilah kami beruntung menemukan sekumpulan pelikan ini bersantai. Area Maluku termasuk dalam area berbentuk hampir segitiga yang meliputi sulawesi, lombok, NTB, NTT hingga Maluku dan masuk dalam rute migrasi mereka.

Pantai penuh pelikan
Pantai penuh pelikan
Saya dan Mad pelan pelan mendekati pelikan pelikan itu :)
Saya dan Mad pelan pelan mendekati pelikan pelikan itu :)
Beberapa kali kami mencoba mendekati dan pelikan pelikan ini tampak mulai gelisah dan menjauh, cara terbaik mendekati mereka adalah sambil berenang di tepian sehingga mereka tidak menyadari kedatangan kami. Namun di saat saat terakhir saya dan teman teman menikmati berlari ke arah mereka dan pelikan pelikan itu mulai terbang serempak,a beautiful sight, maaf ya pelikan :)

Bertemu pelikan kami anggap bonus, jangan berharap dapat selalu menemukan mereka di Ngurtafur karena binatang ini selalu bermigrasi. Namun tanpa pelikan pun Ngurtafur adalah tempat yang simply beautiful, Ngurtafur adalah pantai dengan perpanjangan bentangan gosong pantai yang menyatu dengan Pulau Warbal di Kepulauan Kei.
Di saat air pasang, sebagian "garis" yang menghubungkan ke Pulau Warbal terendam, membuat Ngurtafur seakan pulau sendiri yang hanya berupa gundukan pasir putih. Ada pula area yang hanya terendam sekitar dua sentimeter saja dan memanjang, membuat anda berasa berjalan di atas air putih yang memanjang.Simply stunning, simply beautiful, plus the pelicans.. a perfect trip!
@marischkaprue-not brought to the world by the pelicans

NOTES:
  • Untuk menuju ke Kepulauan Kei, ambil penerbangan dari Ambon menuju ke Tual dengan lama tempuh sekitar 1,5 jam.
  • Untuk menuju ke Ngurtafur sewa kapal motor dari Pelabuhan Debut, harga sewa satu kapal (kapasitas 15 orang) sekitar 700 ribu hingga 1 juta PP (diantar, ditunggu saat bersantai di Ngurtafur, dan diantar kembali ke Pelabuhan)
  • Bawa makanan karena tidak ada warung di sekitar area Ngurtafur
  • Pilihan penginapan: Homestay Evalin di area Pantai Ngurbloat, Ngilngof; Philips homestay di area Pantai Ngursamadan di Ohoililir, Coaster Cottage di area Pantai Ngursamadan di Ohoililir.
  • Rekomendasi saya ambil di Coaster Cottage karena langsung di depan area pantai. Harga menginap di Coaster Cottage: Coaster 2 (area bangunan baru) Rp. 200.000,- per malam, Villa 2 dan Villa 3 Rp. 150.000,-per malam. Jika ingin makanan disediakan lengkap (breakfast, lunch, dinner) biayanya Rp. 100.000,- per orang. Booking melalui Bob +6281343472978 atau email ke bob.azyz@yahoo.co.id
  • #BarondaMaluku adalah project untuk mempromosikan potensi pariwisata Maluku, ada banyak keindahan dari Maluku yang akan terus kami share usai menelisik keindahan Maluku, lihat lebih lengkap disini.
  • Thanks to Kementrian Pariwisata yang fully support project #BarondaMalukudan tentunya Mad Alkatiri, nyong Ambon yang jadi inisiator #BarondaMaluku

Tag : Festival Seni Budaya Maluku Utara, Bambu Gila: Tarian Mistis Dari Maluku, Pukul Manyapu : Tradisi Seru yang Dinanti di Maluku Tengah

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR