Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
23 November 2011

Ditulis oleh
Ultimo Paradiso

Kategori :
Bangunan Bersejarah

0 Komentar

Menyusuri Gua Jepang di Bukittingi

Posted on : 23 November 2011
Categories : Bangunan Bersejarah

Udara dingin dan panorama indah di perbukitan Ngarai Sianok ditambah juga hijaunya tanaman yang sejuk membuat Bukittinggi menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi. Ada beberapa tempat wisata di kabupaten yang pernah menjadi ibu kota negara Indonesia ini kala perang masih berkecamuk. Salah satunya adalah Lubang Japang atau Gua Jepang yang masih berada di areal pusat kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Jika Anda berkunjung ke Bukittinggi jangan lupa untuk mengunjungi Gua Jepang yang sarat dengan nilai sejarah.Gua Jepang adalah bukti sejarah pendudukan Jepang yang masih tersisa hingga sekarang. Lubang gunung yang berdinding batu keras ini panjangnya puluhan meter. Dengan rongga berbentuk setengah lingkaran rata-rata tingginya sekitar dua meter itu kecuali beberapa rongga yang memaksa para pengunjung membungkuk untuk melewatinya.

Gua ini dulunya memiliki fungsi strategis bagi serdadu Jepang. Lorong masuknya sangat dalam dan panjang. Ada sekitar 128 anak tangga untuk turun ke bawah sebelum akhirnya pengunjung melewati ruang demi ruang Gua Jepang itu.

Laksana ‘rumah semut tanah’, pengunjung akan melewati beberapa lorong gua yang bercabang-cabang. Memang tak begitu rumit bagi yang mengetahui gua ini tapi buat orang yang belum pernah melintasinya lumayan membingungkan. Saat di dalam, pengunjung tak akan bisa membedakan antara pagi, siang, atau malam. Lorong-lorong diberi penerangan lampu neon.

Gua ini panjang 1,5 kilometer, sekarang hanya sekitar 750 meter. Gua Jepang terbagi dalam beberapa kamar. Mulai dari lorong untuk rapat, tempat makan, hingga kamar tahanan. Ada 12 barak militer, 12 tempat tidur, 6 buah ruang amunisi, 2 ruang makan romusha, dan 1 ruang sidang. Yang unik adalah, karena lorong gua ini punya beberapa saluran untuk ke atas tanah, beberapa lorong dipakai sebagai lorong penyergapan dan pengintaian bagi penduduk Indonesia yang kebetulan melintasi daerah itu.

Ada sebuah lubang yang dijadikan untuk pembuangan korban yang jelas telah berupa mayat. Lubang ini sudah diperkecil dengan semen agar tak berbahaya buat pengunjung. Kabarnya, dulu, di lubang ini pernah ada orang luar negeri yang jatuh terperosok, Lumayan menyeramkan. Bila seseorang terperosok masuk lubang, ia akan langsung ke bibir jurang Ngarai Sianok, dan kemudian menghilang untuk selamanya.

Gua yang ditemukan tahun 1942 hingga 1945 ini dulunya berisi banyak orang dari berbagai kepulauan di Indonesia yang menjadi tahanan. Untuk menjaga kerahasiaan gua pada masa itu, orang Indonesia yang pernah datang akan dibungkam selamanya agar tak ada yang bisa bercerita atau bersaksi.

Gua yang diresmikan sebagai objek wisata pada 11 Maret 1986 itu, terdapat taman Panorama yang selain berupa tempat yang rindang juga tempat bercengkerama. Taman yang merupakan bagian dari areal Ngarai Sianok ini dihiasi pepohonan. Kera-kera liar kerap muncul untuk mendapatkan makanan dari pengunjung. (Ultimo Paradiso)

Tag : Ngarai Sianok , Bukittinggi, Jam Gadang , Danau Maninjau yang Menyegarkan , Batang Palupuh

 

TULIS KOMENTAR