Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
24 November 2011

Ditulis oleh
Ultimo Paradiso

Kategori :
Berpetualang

0 Komentar

Eksotisme Alam dengan Untaian Sejarah di Morotai

Posted on : 24 November 2011
Categories : Berpetualang

Pulau Morotai merupakan sebuah pulau sekaligus kabupaten definitif baru yang terletak di Kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku, Indonesia. Pulau ini berada di Propinsi Maluku Utara yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik menjadikan Morotai pulau paling utara di Indonesia.

Pulau Morotai mempunyai alam yang sangat indah terutama pantai-pantainya. Hamparan pasir putih di setiap pantainya dan juga kehidupan masyarakatnya yang menarik, termasuk tentu saja makanan khas Halmahera menjadikan Morotai tempat yang asyik untuk dikunjungi.

Posisinya yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik, menjadikan Pulau Morotai sebagai kawasan yang sunyi. Akan tetapi, kesunyian tersebut seketika berubah ketika Jenderal MacArthur, Panglima Divisi VII AS, memboyong pasukannya dan para sekutunya ke pulau tersebut pada masa Perang Dunia (PD) II.

September 1944, merupakan waktu yang tak dapat dilupakan bagi penduduk setempat pada masa itu. Gelombang ratusan pesawat pasukan Sekutu, bersama ratusan kapal perang dengan berbagai ukuran, memenuhi Pulau Morotai. Sejak itu, Morotai tidak lagi menjadi pulau yang sepi.

Kehadiran tentara Sekutu tersebut, berawal dari kekalahan mereka terhadap serangan tentara Jepang di Filipina. Maka, mundurlah Jendral MacArthur dan para prajuritnya ke Pulau Morotai yang sekaligus mempergunakannya sebagai basis komando mereka. Dari pulau ini, Sekutu merancang strategi merebut kembali Filipina.

Dalam jangka waktu tiga bulan, Sekutu menyulap Pulau Morotai menjadi sebuah pangkalan militer. Tiga ribu pesawat tempur, pesawat angkut, dan pengebom, serta 63 batalyon tempur memenuhi pulau seluas 2.474,94 m2 ini. Tanjung Dahegila dijadikan pusat pemukiman para tentara. Tank-tank dan Jeep Wilis, yang terkenal mampu menjelajahi medan-medan sulit, memenuhi setiap sudut pulau ini. Sebanyak 12 landasan pesawat darurat dibangun dengan panjang 2.700 m dan lebar 40 m. Tujuh di antaranya dijadikan landasan permanen, yang menyebabkan seluruh landasan angkatan perang Sekutu ini kerap disebut dengan nama Pitu Strip.

Mengunjungi Pulau Morotai seolah menghantar para pengunjung untuk kembali melihat masa lalu, ketika PD II masih berlangsung. Pitu Strip, yang merupakan landasan pesawat terbang pada masa itu, masih dapat dilihat. Selain itu, terdapat juga puing-puing pesawat tempur, bangkai kapal perang, rongsokan tank, dan bunker tempat persembunyian tentara Sekutu.

Bagi sebagian orang, peninggalan ini akan tampak seperti rongsokan belaka. Akan tetapi, bagi para pecinta sejarah, puing-puing ini merupakan harta karun yang layak dilestarikan. Selain itu, jika ingin menyelam, pengunjung juga dapat melihat bangkai-bangkai tank ataupun kapal selam, sisa peninggalan PD II, yang tenggelam di dasar perairan sekitar Pulau Morotai.

Usai menikmati kenangan PD II, pengunjung dapat bersantai menikmati keindahan alam dari Pulau Morotai sendiri. Di sepanjang bibir pulau ini, terhampar pantai dengan pasir putih yang indah. Selain itu, pengunjung juga dapat melakukan snorkeling di perairan sekitar Pulau Morotai. Panorama bawah laut berupa terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang menarik mampu membuat pengunjung berdecak kagum.

Ada dua jalur yang dapat digunakan untuk mencapai Pulau Morotai. Pertama, menggunakan kapal laut dari Ternate ke Morotai. Perjalanan menggunakan kapal ini akan memakan waktu sekitar 12 jam, dan kapal ini sendiri hanya akan beroperasi dua kali dalam seminggu. Kedua, dapat menggunakan penerbangan perintis dari Bandara Babullah, Ternate, menuju Pulau Morotai, dengan melewati Galela, Halmahera Utara yang beroperasi setiap hari. Penggunaan pesawat terbang ini dapat menghemat waktu, hanya memakan waktu selama 30 menit, namun tentu dengan biaya lebiih disbanding naik kapal laut.

Bagi pengunjung yang ingin bermalam di Pulau Morotai, tidak perlu khawatir akan kesulitan mencari penginapan. Di pulau ini, terdapat penginapan yang kerap dijadikan tempat bermalam oleh para wisatawan. Selain itu, warung makan juga dapat dengan mudah ditemui di sekitar pulau ini. (Ultimo Paradiso)

Tag : Pulau Halmahera, Bambu Gila: Tarian Mistis Dari Maluku

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR