Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
30 November 2011

Ditulis oleh
Ultimo Paradiso

Kategori :
Bangunan Bersejarah

0 Komentar

Mengunjungi Situs Candi Muaro Jambi

Posted on : 30 November 2011
Categories : Bangunan Bersejarah

Jika Anda berkunjung ke Jambi tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Candi Muaro Jambi. Situs Candi Muaro Jambi terletak di Desa Muara Jambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Indonesia. Situs ini terletak di tepi Sungai Batanghari atau sekitar 25 km timur laut dari Kotamadya Jambi.

Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Buddha terluas di Asia, situs ini mempunyai luas 12 kilometer persegi, panjangnya lebih dari 7 kilometer serta luas kawasan sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai.

Di kawasan situs candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang 39 kelompok candi. Bangunan candi tersebut adalah peninggalah Kerajaan Melayu hingga kerajaan Sriwijaya, yang berlatar belakang kebudayaan melayu budhis. Diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro Jambi ini mulai dibangun sejak abad 4 M.

Untuk mencapai lokasi, perjalanan bisa ditempuh melalui jalur darat dan jalur sungai. Jika Anda melalui jalur sungai, lama perjalanan lebih kurang 20 menit dengan menggunakan speed boat. Sedangkan jalur darat, perjalanan dapat ditempuh melalui 2 akses.

Akses pertama perjalanan dimulai dari Kodya Jambi ke Jembatan Aur Duri menuju Olak Kemang dan ke lokasi objek wisata. Akses kedua, perjalanan dimulai dari Kodya Jambi ke Jembatan Aur Duri menuju Simpang Jambi Kecil dan ke lokasi objek wisata.

Keberadaan situs purbakala Muaro Jambi diketahui pertama kali oleh seorang perwira tentara Inggris bernama Letnan SC Crooke, tahun 1820. Ketika itu ia menemukannya saat ditugaskan mengunjungi daerah pedalaman Batanghari untuk pemetaan Sungai Batanghari. Situs Candi Muara Jambi diperkirakan dibangun pada zaman Kerajaan Sriwijaya.

Di lokasi situs Candi Muaro Jambi terdapat banyak candi, di antara sekian banyak candi ada beberapa yang telah direnovasi oleh pemerintah daerah Provinsi Jambi, seperti Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Astano, serta Candi Kembar Batu.

Di dalam kompleks percandian tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan, kolam tempat penammpungan air, serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno.

Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca Prajnyaparamita, Dwarapala, Gajahsimha, umpak batu, lumpang atau lesung batu. Ada pula gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis atau bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu.

Dari sekian banyaknya penemuan disimpulkan bahwa daerah ini dulunya banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Salah satu pendukungnya adalah ditemukan manik-manik yang berasal dari Persia, China, dan India.

Di kawasan candi ini disediakan peyewaan sepeda bagi wisatawan yang ingin berkeliling komplek candi Muaro Jambi. Melihat keindahan candi-candi yang tersebar dengan bersepeda merupakan pengalaman unik dan menarik di kawasan ini. Udara yang segar dan bersih menjadi tempat ideal bagi wisatawan yang ingin berwisata sambil berolahraga.

Tahun 2007, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) memilih kawasan Candi Muarojambi, sebagai tempat penyelenggaraan Hari Raya Waisak nasional 2551 BE.Ini merupakan peringatan Waisak pertama di luar Jawa untuk mengingat masa kejayaannya di masa lampau. Saat ini telah dilakukan upaya untuk mewujudkan Sister Site antara Situs Candi Muaro Jambi dengan Situs di Nalanda India.

Mitos Candi Muaro Jambi

Jika Candi-candi lain yang ada di Indonesia mempunyai suatu mitos maka Candi Muaro Jambi juga mempunyai mitos tersendiri. Mitos ini berkembang di masyarakat. Salah satu mitos yang berkembang adalah mitos percintaan.

Percaya atau tidak, jarang sekali pengunjung muda yang datang berpasangan, di Candi ini dipercaya, apabila datang dengan kekasih atau pacar maka hubungan tersebut akan segera kandas atau putus setelah berkunjung ke Candi ini.

Sebaliknya bila pengunjung yang datang berpasangan tetapi hanya memiliki hubungan sebagai teman maka kemungkinan besar akan “jadian” setelah berkunjungan ke Candi ini. Mitos tersebut hanya berlaku untuk suatu hubungan yang belum terikat pernikahan. (Ultimo Paradiso)

Tag : Candi Muarojambi

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR