Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
22 Februari 2012

Ditulis oleh
Dewaruci

Kategori :
Berpetualang

0 Komentar

Berlatih Drum Band di antara Gelombang Tinggi

Posted on : 22 Februari 2012
Categories : Berpetualang

Samudera Pasifik-Tepat satu minggu KRI Dewaruci meninggalkan pangkalan Kwajalein, Amerika Serikat (11/2) pada koordinat 15'07.660-179'38.249, kapal melaju dengan kecepatan rata-rata 4 knot, mesin maju 600 RPM, kecepatan angin lebih dari 25 knot dari arah timur laut. Berbeda dengan pelayaran sebelumnya (Surabaya-Jayapura-Kwajalein), goyangan kapal dari depan belakang, samping kanan dan kiri (18/02) sudah dirasakan.

Sungguh luar biasa. Dalam kondisi goyangan kapal dari empat arah (depan, belakang, kanan, kiri) ABK tetap melaksanakan kegiatannya. Pada hari minggu, tanggal 12 Februari 2012 terdengar lagu puji-pujian dari ruang salon. Para ABK yang beragama nasrani sedang melaksanakan kebaktian. “Walau kapal goyang-goyang akan tetapi tidak mengurangi kekhusukan kita untuk beribadah,” ungkap Palaksa Mayor Laut (P) Osben Alibos Naibaho, selesai melaksanakan kebaktian sambil menuju ruangannya.

..ada tali yang sampai lepas mengikat layar-layar yang didorongan angin kencang.

Pada hari Rabu, tanggal 15 Februari 2012, pukul 08.00 terdengar suara dari preyen “Peran layar.... peran layar.” Maka segera ABK melaksanakan buka layar. Dengan gesit mereka naik tiang dengan tidak menghiraukan angin kencang dan ombak yang menghantam kapal.

Hari-hari dilalui dengan penuh aktivitas. Ada yang membenahi tali-tali yang mulai kendor bahkan ada tali yang sampai lepas mengikat layar-layar yang didorongan angin kencang. Ada pula yang mengencangkan mur-baut yang pada kendor karena goyangan dan segala macam aktivitas lain yang dilakukan. “Dengan beraktivitas, ABK lupa kalau kapal dalam kondisi goyang, bahkan kemiringan sampai 10 derajat-an. Tapi mereka enjoy saja. Faktor keselamatan tetap diutamakan”, ungkap Komandan KRI Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto sambil melaksanakan olah raga jogging di geladak kapal.

Malam harinya selesai melaksanakan sholat magrib, seluruh anggota berkumpul di long room kadet untuk melaksanakan syukuran bulanan. Syukuran ini dilaksanakan tiap satu bulan sekali. Pada kesempatan ini syukuran tepat satu bulan pelayaran. Dipimpin oleh Komandan, syukuran antara lain mengucapkan puji syukur wajib kita panjatkan karena semua masih diberikan kesehatan dan kekuatan lahir dan bathin, permohonan maaf kepada semua anggota karena saat sandar di pangkalan Kwajalein mengalami keterlambatan yang mengakibatkan waktu sandar hanya satu hari dan ucapan terimakasih atas partisipasinya sehingga rangkaian kegiatan di Kwajalein berjalan lancar.

Di lorong depan dapur terdapat tumpukan plastik besar berwarna hitam yang berisikan sampah. Sampah tidak boleh dibuang sembarangan atau dibuang di laut, apalagi sudah memasuki laut di luar negeri. Pelanggaran pasti akan kena denda.

Diatas tumpukan sampah tersebut ada beberapa pintu kedap yang ditutup dan hanya satu pintu kedap yang tidak ditutup karena sebagai tempat sirkulasi udara saat memasak agar bau masakan atau asapnya bisa keluar, atau masuk ke ruangan-ruangan. Padahal tiap beberapa menit air masuk melalui pintu kedap tersebut karena di dorong ombak dari luar.

Alasannya, “Daripada sirkulasi udara tidak lancar dan merangsang penghuni kapal ini cepat mabuk atau muntah karena bau yang tidak sedap. Kalau air laut masuk ke kapal biarin saja, nanti juga keluar lagi,” ungkap salah satu juru masak kapal sambil tersenyum.

..dalam kondisi ombak yang kurang bersahabat, ABK tetap melaksanakan latihan drum band..

Setiap pagi selesai waktu istirahat malam, semua anggota melaksanakan pembersihan ruangan anjungan, peralatan yang ada di anjungan, ruang komunikasi, alat-alat komunikasi, kamar mandi, ruangan masing-masing, dan gladak. Bahkan yang lebih menarik lagi dalam kondisi ombak yang kurang bersahabat di lorong pintu masuk menuju ruang Kadet, ABK tetap melaksanakan latihan drum band (17/2) sebagai persiapan kirab kota. Selama belum ada kadet (rencana kadet ikut pelayaran dari Miami sampai Boston), semua kegiatan dilaksanakan oleh ABK termasuk bermain drum band.

“Ada beberapa lagu yang akan dimainkan. Satu hari belajar dua lagu, sudah bagus. Nanti saat sandar sudah siap beberapa lagu untuk keliling kota,” ungkap Lettu Laut (T) Alfredo Panatara Purba selaku mayoret.

Laporan Kapten Laut (KH) Sapto Budiarso

Tag : Surabaya, Jayapura

 

ARTIKEL TERKAIT DI INDONESIA.TRAVEL

TULIS KOMENTAR