Indonesia's Official Tourism Website

Login User

sublayer sublayer
sublayer sublayer
sublayer sublayer

Ditulis pada:
29 November 2012

Ditulis oleh
Satya Manggala P.

Kategori :
Budaya - Bangunan Bersejarah

2 Komentar

9 Tips Menyaksikan Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Posted on : 29 November 2012
Categories : Budaya - Bangunan Bersejarah

Mencoba hal-hal yang baru selama traveling merupakan salah satu hal yang paling disukai oleh seorang traveler apalagi bila hal baru itu ternyata memberikan kesan yang mendalam di dalam hati dan ingatan. Seperti halnya saya yang baru saja menyaksikan perayaan Waisak di pusatnya langsung yakni di Candi Mendut dan Candi Borobudur. Saya akui menyaksikan perayaan Waisak di Candi Borobudur merupakan salah satu keinginan traveling saya yang sudah lama direncanakan namun baru di tahun 2012 terealisasi.

Setelah merayu membabi buta akhirnya saya sukses mengajak serta kakak, 2 tetangga dan 3 teman saya untuk ikut menyaksikan perayaan Waisak di Candi Mendut dan Candi Borobudur. Tidak tanggung-tanggung demi melihat itu semua kami pun sepakat untuk mencarter mobil selama 24 jam setelah melewati berbagai pertimbangan seperti mobil keluarga saya yang kebetulan di hari itu sedang dipakai, ogah capek, dan juga kalau mau pakai kendaraan umum takut waktu pulangnya tidak pasti.

Nah, di postingan kali ini saya akan membagikan beberapa tips bagi Anda semua yang mungkin di tahun depan atau kapan pun itu ingin juga menyaksikan perayaan Waisak secara langsung di pusatnya. Tips ini saya berikan didasarkan kepada pengalaman saya saat menyaksikan perayaan Waisak di Candi Mendut dan Candi Borobudur pada 6 Mei 2012 yang lalu. Berikut ini adalah tipsnya:

1. Tentukan alat transportasi menuju ke tempat tujuan dengan matang
Saya lebih merekomendasikan Anda semua untuk menggunakan mobil pribadi. Terserah apakah mau menyetir sendiri atau pakai jasa rental, namun percayalah naik kendaraan pribadi akan jauh lebih enak dan mudah. Lebih enak lagi kalau berangkatnya ramai-ramai biar bisa menekan biaya yang dikeluarkan dan juga lebih fleksibel. Usahakan pula kalau Anda ingin menggunakan mobil rentalan pilih yang 24 jam karena acara perayaan waisak ini bisa seharian full dan juga mengantisipasi macet selama acara. Kenapa saya tidak merekomendasikan kendaraan umum? Well, you know lah pasti harga-harga bakalan melambung tinggi dan juga pasti akan susah apalagi pas mau pulang karena kemarin saja acaranya selesai hingga jam setengah dua belas malam! Bayangkan susahnya kalau mau pakai kendaraan umum. Oh ya kemarin saja ongkos becak untuk jarak 1 Km-an dibanderol sekitar Rp 15.000-Rp 20.000 sekali jalan. Tidak. >.<

2. Siapkan barang dan perbekalan yang akan Anda bawa dengan baik
Idealnya sih pakai tas ransel (punggung) yang bisa diisi dengan berbagai barang misalnya cemilan, minuman, baju ganti, kamera, plastik sampah, obat-obatan pribadi, dsb. Pastikan pula baterai kamera maupun handphone memiliki cadangan agar tidak panik ketika habis. Jangan lupa bawa payung atau jas hujan untuk jaga-jaga, apalagi cuaca Indonesia sedang tidak bisa ditebak sekarang ini. Perayaan Waisak 2012 kemarin diwarnai hujan yang turun dengan galaunya: deras, berangin, gerimis, lalu mendadak terang. Grrrr. Kalau ogah repot bisa sih sewa payung di area Candi Borobudur, tarifnya sekira Rp7.500-Rp15.000,- untuk seharian.

3. Siapkan tenaga dan mental Anda
Melelahkan itu pasti. Dibutuhkan waktu kurang lebih sekira16 jam untuk mengikuti dan menunggu prosesi yang dimulai di Candi Mendut dan berakhir di Candi Borobudur. Karenanya, tenaga atau stamina perlu dijaga. Belum lagi kalau hujan tiba-tiba turun seperti kemarin padahal sebelumnya Matahari bersinar dengan sangat terik. Ditambah lagi, event ini akan dipenuhi oleh ribuan biksu, umat Budha, traveler, masyarakat umum, dan juga para fotografer yang mungkin nanti bisa membuat Anda sedikit kesal karena perlakuan mereka. Sadar diri dan sabar sajalah berinteraksi dengan mereka. Mental baja diperlukan untuk menyaksikan event ini, bos!


9 Tips Menyaksikan Perayaan Waisak di Candi Borobudur

4. Bagi tugas itu penting
Kalau Anda berencana pergi beramai-ramai, bagi tugas itu perlu. Buat kesepakatan di antara kalian siapa yang jadi bendahara biar nanti di sana tidak repot mengurusi masalah keuangan atau bayar ini itu. Bagi tugas juga termasuk bagi tugas untuk dokumentasi supaya semua agenda perayaan Waisak bisa terdokumentasikan dengan baik. Apalagi acaranya seharian dan daya tahan baterai plus memori mungkin bisa memberontak kalau disuruh kerja terus-terusan. Jangan lupa menunjuk yang bertugas membuat video, terutama saat pelepasan lampion. Pasalnya, momen ini sungguh superb! Kalau jalan sendirian, siap-siap saja baterai cadangan dan tanamkan prinsip foto buat hal-hal yang penting saja, dikhawatirkan akan menyesal apabila saat agenda inti kamera sudah wafat. :p

5. Googling/ browsing seputaran perayaan Waisak di Candi Mendut dan Borobudur.
Hal ini berguna sekali dalam rangka menyusun itinerary perjalanan saat ke sana nanti. Apabila ingin tahu rundown acaranya, buka saja website Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) di www.walubi.or.id. Di sana tersedia informasi seputar perayaan waisak dari tahun ke tahun lengkap dengan urutan acara bahkan peta lokasi. Kita juga bisa membaca pengalaman blogger-blogger atau traveler-traveler lain yang pernah menyaksikan perayaan waisak di tahun-tahun sebelumnya. Trust me, itu berguna sangat. Salah satu blog favorit saya adalah blognya Andrea di andjaringtyas.com. Asli, saya jadi tambah mupeng setelah membaca tulisannya, dan saya akui tips yang saya berikan juga sedikit terinsipirasi dari blognya. Tipsnya pun sangat berguna bagi perjalanan saya kemarin. Terima kasih kakak Andrea. Hohoh. :)

9 Tips Menyaksikan Perayaan Waisak di Candi Borobudur

6. Kalau Anda cukup percaya diri, cobalah minta ID card di sekertariat WALUBI.
Sekertariat Walubi biasanya membuat markas di Candi Mendut, cobalah datang kesana kalau Anda berani dan mintalah kartu pengenal entah itu sebagai peserta, press, fotografer, dsb. Kartu pengenal ini sakti sekali, kita diperkenankan masuk melalui pintu VIP dan bebas melakukan berbagai aktivitas selama disana. Tapi, saya tidak tahu prosedur pembuatan ID card ini dan juga tidak tahu apakah ada biaya untuk pembuatannya. Saya sih kemarin ke sana tanpa mengenakan ID card sama sekali. Sempat dibuat bingung karena waktu di area Borobudur tiba-tiba ada pengumuman bagi yang tidak berkepentingan dipersilahkan untuk keluar. Kami nekat saja tetap berada di area dan saat ditanya, kami tinggal bilang "mau ikut acara pelepasan lampion".

7. Berangkat lebih awal lebih baik.
Jangan malas-malasan kalau harus berangkat pagi demi menyaksikan perayaan waisak di Candi Mendut maupun Candi Borobudur. Percayalah, banyak kemudahan kalau kita berangkat lebih pagi, selain kemungkinan untuk terjebak macet lebih kecil. Jadi set alarm Anda lebih awal, dan bergegaslah.

8. Jangan bergaya terlalu turis
Sungguh jangan berlagak terlalu turis ketika Anda menyaksikan perayaan Waisak ataupun perayaan-perayaan keagamaan semacamnya. Hal pertama yang ingin saya soroti adalah masalah pakaian. Saya sampai sedikit risih melihat beberapa pengunjung yang dengan cueknya memakai pakaian serba mini semacam hot pants atau rok mini. Saya akui memang tidak ada peraturan tertulis mengenai larangan memakai pakaian tertentu selama perayaan berlangsung. Tapi, tolonglah sadar diri sedikit, di saat orang lain sibuk beribadah, hendaknya datang dengan pakaian yang pantas.

Hal kedua adalah adat ketika memotret. Oke saya akui mungkin bagi sebagian orang event ini merupakan event sekali setahun yang layak didokumentasikan dengan maksimal. Tapi jangan sampai acara memotret justru mengganggu mereka yang sedang beribadah. Bayangkan saja bagaimana kalau Anda bertukar posisi dengan biksu yang sedang ingin bermeditasi, tapi tiba-tiba ada suara cekrak-cekrek ataupun lampu blitz yang tiba-tiba menyorot mata. Sabar saja sedikit dan tunggu momen yang pas, misalnya saat sang biksu sudah menutup mata dan sudah fokus bermeditasi. Hehehe. No offense. :)

9. Mulailah menabung
Jika Anda berkeinginan untuk menyaksikan perayaan Waisak di Candi Mendut dan Candi Borobudur tahun depan atau pun tahun-tahun selanjutnya, mulailah menabung sejak sekarang ataupun sedini mungkin. Menyaksikan perayaan Waisak memang membutuhkan dana yang cukup besar apalagi kalau Anda berasal dari daerah yang lumayan jauh dari Kabupaten Magelang. Yang pasti, percayalah berapa pun dana yang nantinya Anda keluarkan, worth it banget sama pengalaman yang akan Anda dapatkan disana. Hohoh.

Demikian tadi 9 Tips Menyaksikan Perayaan Waisak di Candi Borobudur dari saya. Ayo yang ingin kesana persiapkan diri Anda mulai dari sekarang. Ingat, ini event sekali dalam setahun yang sayang sekali untuk dilewatkan loh. Teruntuk seluruh umat Budha Indonesia, selamat merayakan Waisak 2556 BE. Semoga Waisak tahun ini bisa meningkatkan metta dan karuna dalam rangka menjadi manusia yang lebih arif dan bijaksana.

9 Tips Menyaksikan Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Tag : Waisak di Candi Borobudur: “Mencari Kebahagiaan dan Kedamaian Dalam Diri”, Borobudur, Waisak di Candi Borobudur: Pengalaman Spiritual dan Ribuan Lampion Pengantar Doa

 

TULIS KOMENTAR